Zakat Harta Dagangan dan Zakat Fitrah

0
126
Salah satu zakat harta (mal) ialah zakat barang dagangan. Syarat barang dagangan yang wajib dizakati adalah barang yang boleh diperjual-belikan, barang diperjual-belikan secara kontinu atau terus menerus, benar-benar untuk mata pencaharian utama. Jika niat awalnya tidak untuk mata pencaharian utama, maka tidak wajib dizakati. Nisabnya yaitu 20 mitsqal (seperti emas) dengan besarnya zakat 2.5%. Zakat rikaz (barang temuan), yaitu sebesar 20%, tidak ada nisab. Selain zakat mal, adapula zakat firtah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang yang punya kelebihan makanan pada malam akhir bulan ramadhan. Syarat wajib zakat fitrah ada 3, yaitu (1) islam, (2) Masih hidup pada hari terahir bulan ramadhan atau masih melihat matahari tenggelam, dan (3) punya kelebihan makanan. Barang yang dizakatkan untuk zakat fitrah berupa makanan pokok yang ada di negara tersebut. Besarnya yaitu 5 kathi, kalau ukuran Iraq yaitu 1/3 kathi.( jika dikonversi ke dalam kg senilai 2.8-3 kg). Jika ada keluarga yang punya kelebihan makanan tetapi ketika sudah dibagikan ke semua keluarganya tidak lebih dari ketentuan zakat fitrah maka zakat seadanya. Penerima zakat fitrah (mustahiq) ada 8 yaitu faqir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim, fi sabilillah, ibnu sabil. Faqir merupakan  orang yang tidak punya pekerjaan dan tidak mampu memenuhi ½ dari kebutuhan minimumnya sehari-sehari. Miskin merupakan orang yang punya pekerjaan tetapi tidak cukup memenuhi kebutuhan minimal sehari-hari. Amil merupakan orang yang ditunjuk untuk mengurus zakat. Muallaf merupakan orang yang masih lemah imannya, atau baru masuk islam. Budak atau Riqab merupakan budak yang telah melakukan perjanjian dengan tuannnya untuk merdeka. Gharim merupakan orang yang hutang yang mubah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan untuk bersenang-senang. Fi sabilillah merupakan Orang yang berjihad di jalan Allah (prajurit perang). Ibnu sabil merupakan orang yang dalam perjalanan jauh dan terbatas bekalnya. Jika tidak ada 8 golongan tersebut minimal ada 3, jika tidak ada maka disimpan atau dialihkan untuk wilayah lain. Adapun 8 golongan yang haram diberi zakat yaitu orang kaya, abdu/budak murni, bani hasyim dan bani muthalib (sahibul bait), orang-orang kafir, orang-orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki kalau alasannya hanya faqir dan miskin.
https://konsultasisyariah.com/31185-zakat-profesi-untuk-pns.html

Salah satu zakat harta (mal) ialah zakat barang dagangan. Syarat barang dagangan yang wajib dizakati adalah barang yang boleh diperjual-belikan, barang diperjual-belikan secara kontinu atau terus menerus, benar-benar untuk mata pencaharian utama. Jika niat awalnya tidak untuk mata pencaharian utama, maka tidak wajib dizakati. Nisabnya yaitu 20 mitsqal (seperti emas) dengan besarnya zakat 2.5%. Zakat rikaz (barang temuan), yaitu sebesar 20%, tidak ada nisab.

Selain zakat mal, adapula zakat firtah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang yang punya kelebihan makanan pada malam akhir bulan ramadhan. Syarat wajib zakat fitrah ada 3, yaitu (1) islam, (2) Masih hidup pada hari terahir bulan ramadhan atau masih melihat matahari tenggelam, dan (3) punya kelebihan makanan.

Barang yang dizakatkan untuk zakat fitrah berupa makanan pokok yang ada di negara tersebut. Besarnya yaitu 5 kathi, kalau ukuran Iraq yaitu 1/3 kathi.( jika dikonversi ke dalam kg senilai 2.8-3 kg). Jika ada keluarga yang punya kelebihan makanan tetapi ketika sudah dibagikan ke semua keluarganya tidak lebih dari ketentuan zakat fitrah maka zakat seadanya.

Penerima zakat fitrah (mustahiq) ada 8 yaitu faqir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim, fi sabilillah, ibnu sabil. Faqir merupakan  orang yang tidak punya pekerjaan dan tidak mampu memenuhi ½ dari kebutuhan minimumnya sehari-sehari. Miskin merupakan orang yang punya pekerjaan tetapi tidak cukup memenuhi kebutuhan minimal sehari-hari. Amil merupakan orang yang ditunjuk untuk mengurus zakat. Muallaf merupakan orang yang masih lemah imannya, atau baru masuk islam. Budak atau Riqab merupakan budak yang telah melakukan perjanjian dengan tuannnya untuk merdeka. Gharim merupakan orang yang hutang yang mubah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan untuk bersenang-senang. Fi sabilillah merupakan Orang yang berjihad di jalan Allah (prajurit perang). Ibnu sabil merupakan orang yang dalam perjalanan jauh dan terbatas bekalnya. Jika tidak ada 8 golongan tersebut minimal ada 3, jika tidak ada maka disimpan atau dialihkan untuk wilayah lain. Adapun 8 golongan yang haram diberi zakat yaitu orang kaya, abdu/budak murni, bani hasyim dan bani muthalib (sahibul bait), orang-orang kafir, orang-orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki kalau alasannya hanya faqir dan miskin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here