Categories
Opini Uncategorized

World Health Day 2016 : Beat Diabetes (Part I)

7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Dunia. Taukah anda, isu yang diangkat pada Hari Kesehatan dunia tahun 2016? WHO mengangkat isu terkait aksi nyata untuk mengatasi diabetes.

Secara global, diperkirakan 422 juta orang menderita diabetes pada tahun 2014 atau sekitar 8.5% populasi penduduk dunia. Kenaikan jumlah ini berhubungan dengan semakin meningkatnya overweight dan obesitas yang menjadi masalah global / globesity. Pada satu dekade terakhir, prevalensi diabetes meningkat lebih cepat pada negara berpendapatan rendah-menegah dibandingkan dengan negara berpendapatan tinggi. Pada tahun 2012, diabetes telah menyebabkan 1.5 juta orang meninggal. Lalu, bagaimana kondisi diabetes di Indonesia? 6% dari total populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 258 juta orang mengalami diabetes. Persentase penderita diabetes mengalami trend yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Diabetes merupakan sebuah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi disebabkan kekurangan / kelemahan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Insulin berfungsi membantu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh yang selanjutnya dibakar menjadi energi. Pada penderita diabetes, dengan insulin kurang maupun kualitas insulin yang tidak baik (resisten) akan menyebabkan pintu masuk sel tidak dapat terbuka, sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan tidak dapat dibakar menjadi energi. Akibatnya, glukosa dalam darah meningkat. Seseorang didiagnosa DM apabila kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl atau gula darah puasa ≥ 126 mg/dl. Gejala yang dialami pada penderita diabetes diantaranya adalah :

  1. Banyak kencing/ sering bangun malam untuk kencing (poliuria)
  2. Banyak makan (polifagia) dan minum (polidipsi)
  3. Berat badan menurun, karena tidak mendapatkan energi dari glukosa, akibatnya cadangan lemak tubuh dipecah untuk digunakan sebagai energi.

Gejala lain yang timbul seperti

  1. Pandangan kabur
  2. Cepat lelah dan mengantuk
  3. Bila terdapat luka, sulit sembuh
  4. Kaki sering basal dan kesemutan
  5. Sebagian orang tidak mengalami gejala ini

Faktor yang dapat menimbulkan resiko diabetes adalah :

  1. Usia > 45 tahun (meskipun diabetes juga menyerang pada usia lebih muda, bahkan anak-anak)
  2. Kegemukan (Indeks masa tubuh >25 kg/m2
  3. Hipertensi
  4. Memiliki keluarga yang menderita DM
  5. Pernah memiliki riwayat melahirkan bayi dengan berat > 4 kg
  6. Riwayat DM pada kehamilan
  7. Kadar kolesteol HDL < 35 mg/dl dan trigliserida > 200 mg/dl.

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah penyakit jantung, gagal ginjal, amputasi, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf (stroke) dan pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian janin.

Diabetes bukan hal yang asing lagi, karena hampir dengan mudah kita menemukan penderita diabetes di sekeliling kita, bahkan mungkin keluarga tercinta. Mari peduli kesehatan, mari peduli lingkungan sekitar kita.

#STAYSUPER #BeatDiabetes

(To be continue : Pencegahan diabetes)

 

Sumber : WHO ; Global Report on Diabetes

Kontributor : Isna N A

Leave a Reply

Your email address will not be published.