Categories
KMNU IPB Uncategorized

Tiga Hal Penting dalam Isti’laul Qudrah KMNU IPB 2015

“Isti’laul Qudrah tahun ini menggabungkan tiga bagian penting yaitu spiritual, kekeluargaan dan kekompakan angkatan”.

Begitulah ucap Nuruddin Zanki selaku ketua panitia Isti’laul Qudrah KMNU IPB 2015. Acara Isti’laul Qudrah yang bertemakan ‘meneguhkan rasa kebhinekaan dalam wadah KMNU IPB’ ini dilaksanakan pada hari Sabtu sampai Minggu, 10-11 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa milik yayasan Madinaturrahmah. Tujuan acara ini yaitu untuk melantik 70 anggota baru KMNU IPB menjadi anggota tetap agar mendapatkan hak serta kewajibannya di KMNU IPB.

Spiritual, acara ini diawali dengan khotmil Qur’an sore hari, lalu tahlilan seusai Maghrib dan pembacaan sholawat Diba’iyyah. Harapannya IQ ini berjalan dengan lancar dan diridloi oleh Allah SWT. Pembicara dalam acara ini tidak kalah penting menyempurnakan kelengkapan IQ yaitu M. Zimamul Adli dengan tema Ke-NU-an dan N. Adli Al-Karni dengan tema akhlak keaswajaan. Disini dijelaskan runtutan kelahiran islam dari awal sampai sekarang dan sikap tawasuth, tawazun, i’tidal serta tasamuh yang menjadi ciri NU. Semua peserta antusias mengikuti Isti’laul Qudrah ini.

Kekeluargaan, makan bersama menjadi acara yang sangat menunjukan kekeluargaan dalam KMNU IPB. Senam pagi juga membuat peserta sangat bersemangat lagi setelah perjalanan malam sebelum subuh. Pelantikan berlangsung khidmat dengan disaksikan oleh tiga bendera (bendera Merah-Putih, bendera NU dan bendera KMNU IPB). Kekompakan, seluruh peserta sangat antusias dengan game dan outbond yang disediakan panitia. Pada game puzzle, setiap peserta memegang potongan puzzle dan harus menyatukannya sehingga membentuk logo KMNU IPB. Pada malam harinya, peserta juga mempersembahkan penampilan angkatan berupa tari saman dari Nahdliyyin dan musikalisasi puisi dari Nadhdliyat.

Pada akhir kegiatan ini, pengasuh ponpes mengucapkan kebanggaannya sebagai salah satu pejuang Nahdlatul Ulama bisa membantu kelangsungan acara Isti’laul Qudrah ini. “Kader NU harus menjadi seorang profesional dalam bidangnya”, KH. Kaba’in berpesan kepada seluruh peserta, panitia dan pengurus KMNU.

Kontributor : Ikbal Muzakki

Leave a Reply

Your email address will not be published.