Aku, KMNU, Prestasiku sebagai Mahasantri di Kampus Pertanian

Anggota dari Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama IPB tidak berhenti untuk berprestasi, selain memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu bukan tidak mungkin untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari dengan mengikuti sebuah ajang kompetisi. Memiliki sebuah prestasi adalah sebuah nilai tambah tersendiri ketika menjadi seorang mahasiswa. Seperti Iswatun Annas Mahasiswa dari departemen Geofisika dan Meteorologi angkatan 54, yang berhasil meraih Medali Perunggu Kebumian-Geografi OSM Th. 2020 dan juga Medali Perunggu Bidang Geografi Kompetensi Sains Indonesia (KSI) POSI Th. 2021.

Bidang geografi bukanlah bidang baru lagi untuk Annas karena saat SMA pernah mengikuti OSN Geografi ditingkat kabupaten dan alhamdulillah menang. Selain itu selama kuliah juga aktif mengajar untuk OSN pada sebuah lembaga bimbingan belajar dan menjadi pengajar untuk olimpiade Geografi untuk pelajar pada tingkat SMP/SMA dibeberapa kota di Indonesa bahkan pernah mengajar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nah, hal ini juga yang mendorongnya untuk mengikuti lomba OSN bidang Geografi-Kebumian ini, ketika mengetahui ada info lomba sebuah media sosial.

Aku, KMNU, Prestasiku sebagai Mahasantri di Kampus Pertanian

Keinginan untuk mengasah kembali bidang Geografi yang dipelajari dan apa yang pernah diajarkan untuk adek-adek bimbingannya membuat Annas yang pernah diamanahi sebagai ketua UKM Seni Religi 2019/2020 ini mantap untuk mengikuti OSM Kebumian-Geografi th. 2020. Menyempatkan waktu untuk mempelajari materi perlombaan disela-sela kuliah yang dijalani dan juga tugas akhir pada akhirnya berbuah manis, dengan jumlah peserta sekitar 1024 dari Universitas Negeri dan Universitas Swasta diseluruh Indonesia Alhamdulillah sebuah perunggu pun diperoleh.

Menurut Annas, “Sayang jika waktu selama kuliah hanya untuk hal akademik di kampus. Kuliah itu memang kewajiban tapi kita juga bisa memanfaatkan waktu untuk mengikuti lomba atau kompetisi yang bisa mengembangkan minat atau bakat kita, jadi selagi ada waktu terus mencoba dan mengasah kemampuan diri.”. Hal ini juga yang pada akhirnya menjadi motivasi mahasiswa asal Grobogan, Jawa Tengah ini untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Mahasiswa yang bermotto hidup “Bersyukur adalah kunci kebahagiaan” ini, sekarang sedang menyelesaikan tugas akhir dan juga aktif mengikuti pengabdian di desanya. Yaitu mengadakan kegiatan cinta lingkungan dan sedang merintis sebuah objek wisata bersama pemuda desa setempat. Annas juga berpesan agar teman-teman KMNU lainnya bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan mengikuti perlombaan sesuai minat dan bakatnya masing-masing, menumbuhkan jiwa berkompetisi sehingga bisa meningkatkan prestasi baik individu maupun kelompok. Sehingga bisa mengangkat nama KMNU IPB dan menunjukkan jika anak KMNU IPB bukan hanya bidang dakwah saja, tapi juga memiliki prestasi pada bidang lainnya.