Pertanian Berkelanjutan : Petani Tak Pernah Membenci

KMNU IPBPertanian Berkelanjutan

“Mau diberi bantuan atau tidak, petani akan tetap menanam.”

Kalimat itu muncul di cerita WA dari Gus Ridwan. Kiranya menjadi petani tidak pernah mudah sejak dahulu.

Petani memang selalu dianggap rendah dari sudut manapun. Sejak dari anak-anaknya sendiri sampai pemimpinnya petani selalu dicap tidak bisa apa-apa.

Nasib tak pernah diidolakan dari sudut manapun akan tetap melekat. Jangankan diidolakan, diakui jasanya saja tidak. Mungin sampai suatu saat tidak ada petani lagi .

Respon pemerentah malahmenerbitkan UU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang beberapa poin berpotensi merugikan petani sebagai pelestari keanekaragaman benih lokal dan tradisi pemuliaan tanaman secara tradisional. Maka dari itu, terus menanam menjadi sebuah bentuk perlawanan.

Petani melawan dengan cara memberi makan yang dilawan. Seperti kisah suku Inca yang mengocorkan emas cair di mulut penjelajah Eropa yang rakus.

Ini adalah bentuk perlawanan tingkat tinggi. Sekarang jelas siapa yang sebenarnya kalah.

Bukankah tanpa petani kita semua modyar?

Baca lebih lanjut

“Download PDF Isi RUU SBPB 2019 yang Berpotensi Rugikan Petani”