Komunitas Berprestasi : Berprestasi Sambil Ngaji

Komunitas Berprestasi – Bagi sebagian mahasiswa, menulis atau membuat laporan praktikum menjadi hal yang tidak begitu menarik. Permasalahan ini bukan hanya karena topik yang membosankan, lebih jauh lagi karena waktu pengerjaannya yang tidak masuk akal (amat sangat mepet deadline). Akibatnya muncul permasalahan seperti ini, minat untuk terus mengembangkan inovasi menjadi menurun. Padahal hal ini jika dipelajari bersama – sama akan terasa lebih mudah dan cepat selesai.

Di KMNU ini telah berjalan selama tujuh angkatan Komunitas Berprestasi “Kompres” yang digagas oleh Ikrom Mustofa KMNU 48. Beliau merupakan mahasiswa berprestasi nasional II dan santri berprestasi nasional pada masanya.

Dengan di bawah naungan Divisi PSDM pada Kabinet An-Nahl, Kompres diarahkan tidak hanya untuk mahasiswa yang tertarik kepada bidang kepenulisan ataupun lomba ilmiah. Kompres diarah untuk pengembagan soft skill dari civitas KMNU, baik dibidang kepenulisan, debat, bahasa, maupun lain-lainnya. Kompres menjadi salah satu jalan untuk menemukan kepercayaan diri dan memantaskan diri demi hal-hal  yang idealnya dimipikan oleh mahasiswa, mislnya Duta IPB, Mapres, atau cabang yang lain dapat bergabung disini. Akan tetapi, semua itu butuh proses dan keistiqomahan untuk itu, pertemuan Kompres rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan kegiatan-kegiatan yang sudah tersusun dalam Kurikulum Kompres terbaru.

Kompres memilik visi  yaitu “Membentuk Generasi KMNU yang Berprestasi, Disiplin, dan Berbudi Pekerti Luhur Melalui Pengembangan Softskill”. Terkait dengan tujuan besar selanjutnya. Tahun ini Kompres merencanakan untuk dapat memfasilitasi pembuatan pasport bagi setiap anggotanya. Hal ini ditujukan agar suatu saat anggotanya dapat mengikuti berbagai kegiatan tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Semoga dengan dibuatnya paspor ini, setidaknya seluruh anggota Kompres dapat merasakan pengalaman ke luar negeri (sesuai salah satu impian yang dituliskan di Masa Pengenalan Kuliah Mahasiswa Baru hehe )

Dari seluruh tujuan besar yang telah direncanakan, sebenarnya terdapat satu hal besar yang ingin sekali dicapai, yaitu menjadikan  anggota Kompres sebagai generasi penerus yang memiliki semangat perjuangan para pendahulu NU dan KMNU. Suatu saat nanti, dengan apa yang sudah diperoleh selama menapkkan kaki di Kampus Inovasi terbaik bangsa ini, diharapkan mereka dapat bermanfata sesuai bidangnya masing-masing dan memberikan dampak bagi negara dan NU.

Akhirnya, dengan penuh semangat dibawah arahan para Pembina, Ketua KMNU, dan Divisi PSDM, serta tak lupa teman – teman semua dari KMNU, semoga salah satu program kerja ini dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan. Aamiin..

#AyooGabungKompres

Sekretariat KMNU IPB, 1 Desember 2019

Pertemuan Terakhir Di Semester Ganjil (Minggu Ketiga)

Kontributor : Yofi

Editor : Mila

Habib Novel Alaydrus : Hidup Atau Mati Aku Tetap Bahagia

Habib Novel Alaydrus – Suatu hari seorang ibu yang terapung di lautan karena kapalnya karam tampak tetap bahagia. Seorang pemuda yang kebetulan berada didekatnya merasa sangat penasaran dan bertanya kepadanya,

“Bu,bagaimana ibu masih bisa berbahagia dalam kondisi yang tidak menentu ini. Jika pertolongan tidak segera datang, maka kita akan mati.”

Ibu itupun menjawab,

“Saya mempunyai dua orang anak laki laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua masih hidup di tanah seberang. Seandainya berhasil selamat, saya sangat bahagia karena saya akan berjumpa dengan anak kedua saya. Dan jika ternyata tidak terselamatkan, maka saya juga bahagia karena akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

Hikmah dibalik kisah

Berpikir positif dalam keadaan yang sulit membuat seseorang tetap bahagia. Jika kita menyikapi setiap kondisi dengan cara berpikir yang baik, maka apapun kondisinya, kita akan bersyukur. Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menyikapi setiap kondisi kita dengan positif.

(Habib Novel)

Editor : MA

Sejarah Shalawat Asyghil Lengkap dengan Liriknya

KMNU IPB – Shalawat Asyghil merupakan bentuk shalawat yang populer dibaca oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat NU dan kalangan pesantren. Hampir dalam setiap istighasah, shalawat ini termasuk bacaan utama yang harus dikumandangkan secara berjemaah.

Disebutkan bahwa pertama kali yang membaca shalawat Asyghil ini adalah Imam Ja’far Assadiq (w. 138 H). Beliau biasa membaca shalawat ini saat malakukan doa qunut shalat Subuh. Namun kemudian shalawat ini masyhur dengan sebutan Sholawat Habib Ahmad bin Umar Alhinduan Ba ‘Alawy (w.1122 H). Hal ini karena shalawat ini termasuk bacaan shalawat yang dihimpun dalam kitabnya Alkawakib Almudhi’ah fi Zikris Shalah ‘ala Khairil Bariyyah.

Selain untuk memohonkan shalawat dan salam atas Nabi SAW, keluarga dan sahabatnya, shalawat ini bertujuan meminta kepada Allah agar kita diselamatkan dari kejahatan orang-orang yang zalim. Berikut lafadz shalawat Asyghil;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin wa akhrijna min bainihim salimin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

[Source: Islami.co]

KMNU IPB Melantik Anggota Baru dalam Acara Isti’laul Qudrah

Sebagai puncak dari pengkaderan anggota baru KMNU IPB kembali menyelenggarakan Isti’laul Qudrah (IQ) pada 22-23 Oktober 2016. IQ KMNU IPB 2016 kali ini bertempat di Pondok Pesantren Mina90, Desa Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor.

Isti’laul Qudrah (IQ) ini sendiri merupakan sebuah agenda rutin tahunan KMNU IPB yang tahun ini diikuti sebanyak 47 anggota baru dan tidak kurang dari 10 orang anggota lama yang belum mengikuti IQ pada tahun sebelumnya. IQ ini sangat penting untuk menyambut serta mengenalkan anggota baru tentang KMNU IPB . IQ ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, mulai dari Open Recruitment, First gathering, Achievment Motivation, dan Aswaja Youth Camp yang sebelumnya sudah sukses digelar oleh KMNU IPB. Setelah dikenalkan dengan internal KMNU beserta seluk beluk KMNU, Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah Waljama’ah, dalam IQ kali ini peserta kembali dibekali tentang ilmu kekeluargaan, ke-KMNU-an, Ke-NU-an serta penyaringan minat dan bakat.

Puncak dari acara IQ sendiri adalah upacara pelantikan anggota baru dengan pembacaan ikrar anggota KMNU IPB oleh ketua KMNU IPB Hamzah Alfarisi. Haru biru mewarnai prosesi pelantikan tersebut manakala pada pukul 03.59 WIB diakhiri dengan memberi penghormatan dan mencium bendera merah putih, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera KMNU IPB yang diiringi dengan menyanyikan lagu Syukur oleh peserta IQ.

Acara IQ tidak selesai sampai di situ, pagi harinya para peserta diajak outbound bersama NU-training dimana seluruh peserta sangat antusias dengan game dan jargon yang diberikan.

“Siapa kita ?!! NU ! – NKRI !!! Harga Mati!!! – Pancasila!!! Jaya!!!     KMNU!! GO! KMNU!! GO! KMNU!! GO GO GO !! – NU!! YESSS!!!” Teriak peserta, panitia, pengurus, dan alumni di akhir outbound.

Pada acara penutupan, peserta juga mempersembahkan penampilan angkatan berupa penampilan hadroh dari Nahdliyyin dan musikalisasi puisi dari Nahdliyyat.

“Adek-adek selamat yah sudah menjadi anggota. Dua hari satu malam telah kita lewati bersama. Seneng, sedih, laper, ngantuk, canda, dan tawa. Terimakasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang udah dicurahin buat KMNU IPB. Tak lupa KMNU IPB tunggu nih kontribusi lebih dari adek-adek semua.” Ujar Ketua Pelaksana IQ 2016, Janu Saefulloh di akhir sambutannya.

Setelah berakhirnya kegiatan IQ ini diharapkan tetap menjaga keistiqomahannya dalam mengikuti setiap kegiatan di KMNU IPB, saling menjaga kekompakan dan kekeluargaan antar KMNU IPB, jangan sampai di tengah perjalanan dalam meneruskan perjuangan pendiri NU dan KMNU IPB berkurang anggotanya. (K/F)