Salat Jumat dan Syarat Wajibnya | Fathul Qorib

0
206
Terdapat tujuh syarat wajib salat Jumat, yaitu: (1) islam, seseorang yang sudah melafalkan dua kalimat Syahadat dan meyakininya tanpa keraguan sedikitpun, (2) baligh, sudah mencapai masa baligh, sudah mengalami tanda-tanda baligh, sehat panca indera, dan sampai kepadanya dakwah, (3) berakal, sehat secara nalar, dengan demikian orang gila tidak diwajibkan salat Jumat, (4) merdeka, tidak terikat perbudakan. (5) laki-laki, wanita hukumnya sunnah melaksanakan shalat Jumat, (6) sehat, (7) berdomisili, bermukim di suatu tempat, standarnya yaitu seseorang yang tidak berpindah-pindah ketika musim dingin atau musim panas. Syarat Melakukan Salat Jum'at Syarat-syarat melakukan salat Jumat ada 3 perkara, yaitu: (1) berada di suatu daerah atau suatu wilayah. Tersedianya tempat untuk menyelenggarakan salat Jumat yang memadai bagi jamaah yang menetap (bermukim/berdomisili), (2) hendaknya ada 40 orang laki-laki yang di wajibkan salat Jumat, (3) cukup waktu untuk melaksanakan shalat jum’at. Salah satu sesuatu yang wajib ada dalam salat Jumat ialah khutbah. Khutbah standarnya menggunakan bahasa Arab. Tetapi, tidak apa-apa memakai bahasa Indonesia asalkan syarat-syarat khutbah memakai bahasa Arab terpenuhi, yaitu khutbah pertama di waktu akhir menggunakan bahasa Arab dan khutbah kedua di waktu awal menggunakan bahasa Arab. Khutbah tidak boleh terpisah, jika terpisah lebih lama dari dua rakaat shalat maka khutbah batal. Seorang musafir tetap sah mengikuti salat Jumat dan tidak apa-apa jika tidak melakukan shalat dzuhur. Tetapi tidak dihitung 40 orang yang menjadi syarat melakukan salat Jumat. Ada pendapat yang menyatakan jika musafir telah melakukan perjalanan selama lima hari, maka wajib melaksanakan salat Jumat. Fardhu ialah sesuatu yang wajib dikerjakan dalam salat Jumat. Fardhu salat Jumat ada 3, yaitu: (1) didahului dua khutbah. (2) khutbah dilaksanakan dengan berdiri dan duduk di antara dua khutbah. Lama duduk yaitu seperti tuma’ninahnya shalat dan disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas, (3) salat Jumat dua rakaat secara berjamaah. Dalam suatu daerah tidak diperbolehkan ada dua masjid yang berdekatan untuk melaksanakan salat Jumat. Boleh ada dua masjid yang berdekatan, jika memang ada alasan yang mendesak. Alasan yang paling ringan adalah tidak muat. Ada yang berpendapat juga bahwa tetap salah satu tidak sah, karena dianggap telah memecah belah umat. Maka yang sah adalah yang terlebih dahulu takbir salat Jumat. Orang boleh memilih salat Jumat di tempat yang menurutnya sah. Jarak terdekat antar masjid yang dipakai dulu adalah sejauh suara muadzin masih terdengar. Sedangkan sekarang sudah ada pengeras suara, maka dibatasi jaraknya yaitu 300 dziro, 1 dziro sama dengan 48 cm,  maka 300 dziro ialah 14400 cm atau 144 m. Oleh: Ustadz M. Ainun Na’im

Terdapat tujuh syarat wajib salat Jumat, yaitu: (1) islam, seseorang yang sudah melafalkan dua kalimat Syahadat dan meyakininya tanpa keraguan sedikitpun, (2) baligh, sudah mencapai masa baligh, sudah mengalami tanda-tanda baligh, sehat panca indera, dan sampai kepadanya dakwah, (3) berakal, sehat secara nalar, dengan demikian orang gila tidak diwajibkan salat Jumat, (4) merdeka, tidak terikat perbudakan. (5) laki-laki, wanita hukumnya sunnah melaksanakan shalat Jumat, (6) sehat, (7) berdomisili, bermukim di suatu tempat, standarnya yaitu seseorang yang tidak berpindah-pindah ketika musim dingin atau musim panas.

Syarat Melakukan Salat Jum’at

Syarat-syarat melakukan salat Jum’at ada 3 perkara, yaitu: (1) berada di suatu daerah atau suatu wilayah. Tersedianya tempat untuk menyelenggarakan salat Jumat yang memadai bagi jamaah yang menetap (bermukim/berdomisili), (2) hendaknya ada 40 orang laki-laki yang di wajibkan salat Jum’at, (3) cukup waktu untuk melaksanakan shalat jum’at.

Salah satu sesuatu yang wajib ada dalam salat Jumat ialah khutbah. Khutbah standarnya menggunakan bahasa Arab. Tetapi, tidak apa-apa memakai bahasa Indonesia asalkan syarat-syarat khutbah memakai bahasa Arab terpenuhi, yaitu khutbah pertama di waktu akhir menggunakan bahasa Arab dan khutbah kedua di waktu awal menggunakan bahasa Arab. Khutbah tidak boleh terpisah, jika terpisah lebih lama dari dua rakaat shalat maka khutbah batal.

Seorang musafir tetap sah mengikuti salat Jumat dan tidak apa-apa jika tidak melakukan shalat dzuhur. Tetapi tidak dihitung 40 orang yang menjadi syarat melakukan salat Jumat. Ada pendapat yang menyatakan jika musafir telah melakukan perjalanan selama lima hari, maka wajib melaksanakan salat Jumat.

Fardhu ialah sesuatu yang wajib dikerjakan dalam salat Jumat. Fardhu salat Jumat ada 3, yaitu: (1) didahului dua khutbah. (2) khutbah dilaksanakan dengan berdiri dan duduk di antara dua khutbah. Lama duduk yaitu seperti tuma’ninahnya shalat dan disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas, (3) salat Jumat dua rakaat secara berjamaah.

Dalam suatu daerah tidak diperbolehkan ada dua masjid yang berdekatan untuk melaksanakan salat Jumat. Boleh ada dua masjid yang berdekatan, jika memang ada alasan yang mendesak. Alasan yang paling ringan adalah tidak muat. Ada yang berpendapat juga bahwa tetap salah satu tidak sah, karena dianggap telah memecah belah umat. Maka yang sah adalah yang terlebih dahulu takbir salat Jumat. Orang boleh memilih salat Jumat di tempat yang menurutnya sah. Jarak terdekat antar masjid yang dipakai dulu adalah sejauh suara muadzin masih terdengar. Sedangkan sekarang sudah ada pengeras suara, maka dibatasi jaraknya yaitu 300 dziro, 1 dziro sama dengan 48 cm,  maka 300 dziro ialah 14400 cm atau 144 m.

Oleh: Ustadz M. Ainun Na’im

KMNU IPB 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here