Categories
Sastra, Puisi, dan Humor Uncategorized

Secercah 49 Harapan di Gubug Perjuangan

–>

Raut wajah anak kecil itu terlihat bahagia dengan pemahaman kehebatan kata hati yang disampaikan Sang Guru Fatah, “Dunia persilatan, kekuatan terbesar dari hati” duhai Ibnun (bocah laki-laki). Hanya hati yang pilu yang dapat mengumpulkan tenaga yang besar itu nak, kau mengumpulkannya selaksa rasa sakit, rasa kecewa, marah, sedih, dan semakin tercabik-cabik hatimu semakin kuat kau panggil Naga Surya, semakin menjerit batinmu maka semakin terang benderang cahaya Naga Surya, mengapa hanya yang sakit hati merasakannya?
Karena orang yang sakit hati lazimnya tidak lagi mencintai kehidupan duniawi. Yang diinginkannya ingin menyendiri dengan segala luka di hati. Guru fatah pun melanjutkan bercerita sambil menatap irisan buah yang ditiriskan oleh 3 pelayan wanita dan Pangeran Bisy. Dibawah dinding putih tampak Panglima Sar dan fan menelaaah peta dari sang Tabib Ham. Penggembala Als pun mengikat leher kuda dengan benang kesabaran di patok keikhlasan dipematang hijau.
lihatlah budha suci mendapatkan ilhamnya setelah menjalani kehidupan sederhana yang menyakitkan. Membuang jauh seluruh kecintaan akan dunia. Kesedihan yang terkendali bisa membuat hati menjadi bersih dan memperloleh kekuatan dari langit”. Perlahan dan bijak Sang Guru Fatah menjelaskannya. Sang anak kecil pun mulai mengerti dan mohon restu untuk berlayar mengarungi samudra nan luas. Pangeran Bisy pun menyiapkan segala bekal untuk selama perjalanan sang bocah.
Angin laut berhembus pelan, bunga rumput beterbangan menari indah didepan gubug sederhana Gubug Kebersamaan dan sekaligus menjadi gubug Perjuangan. Burung pipit pun terbang indah se Indah 49 Harapan kita kedepannya.
Dan bocah kecil pun tidak pernah menerka apa cerita selanjutnya yang akan ia jalani, “cukup dengan sebuah kepercayaan akan indah adanya” Sang Guru Fatah menambahkannya, “Obat kerinduan akan bahagia”, kata Tabib Ham. Dan “Strategi serdadu menyerang” timpal Pangeran Bisy, serta “Kekuatan ikatan jiwa” petuah Panglima Sar dan Fan.
*sepenggal novel 49 harapan di gubug Perjuangan oleh kang jos tunggu episode selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.