Categories
Kajian Islam Opini Uncategorized

Santri Ma’had Al Maliki Makkah : Jangan Asal Ikut Yel-yel #SyiahBukanIslam

Muslimedianews ~ Sunni (Ahlussunnah wal Jama’ah) memiliki karakteristik yang berbeda dengan aliran lainnya, meskipun sama-sama muslim. Maka hendaknya sebagai penganut Sunni benar-benar paham mengenai dakwah dan tidak ikut-ikutan yel-yel kelompok lebay
Kulweet kali ini berasal dari pelajar/santri Ma’had Al Maliki di Makkah (Gus Awy), terkait bahaya Hashtag #SyiahBukanIslam terhadap bangunan syari’ah Islam, periwayatan hadits, kitab hadits, dan hukum-hukum Islam. Simak kultweet berikut secara seksama :
1.      Ada hastag yg menurutku menarik tapi pada dasarnya di sisi lain cukup berbahaya untuk kerukunan dalam ummat Islam sendiri, #SyiahBukanIslam
2.      Kultwit ini tidak hendak membela syiah, secara ideologi salah tetap salah, sesat bisa jadi (dlm kasus2 tertentu), tapi #SyiahBukanIslam ?
3.      Menyikapi permasalahan #SyiahBukanIslam ini harus jeli, sebab efeknya sangat banyak sekali, bahkan pada pondasi syariat kita sendiri
4.      Ah yang benar, kok berlebihan banget gitu ya, Why? Bagi pelajar ilmu hadits, akan segera tahu bahayanya propaganda #SyiahBukanIslam
5.      Semestinya kita harus betul-betul arif dalam soal ini, dan kaidah dasar yg mesti kita pegang, seseorang dihukumi muslim hanya dengan dua hal saja.
6.      Pertama, dia syahadat, kedua, dia sholat menghadap kiblat. Maka seluruh hukum syariat, perlakuan, perlindungan, berlaku atas dia dan selanjutnya setelah itu jika ideologinya melenceng, itu hal lain yg berhubungan dg batin. Bukan hukum dhohir. Semestinya kita tidak begitu saja memukul rata #SyiahBukanIslam , sebab di dalam syiah sendiri terdapat berbagai macam aliran. Semisal Zaidiyyah, ini pecahan Syiah, tapi kita tidak bisa memasukkannya dalam #SyiahBukanIslam sebab mereka tdk mengkafirkan Abu Bakr
7.      Kembali kepada bahaya terselubung dalam propaganda #SyiahBukanIslam yg bisa meruntuhkan pondasi syariah.. Dari mananya?
8.      Kita semua pasti tahu kitab hadits Bukhori-Muslim dan 4 yg lain (Abu Daud, Ibn Majah, Tirmidzi, Annasa-i) yang jadi refernsi utama kita.
9.      Jika tetap bersikukuh bahwa #SyiahBukanIslam maka (sekedar tahu saja) keenam kitab raksasa referensi utama itu semuanya tertolak!
10.  Karena siapapun muslim tahu bahwa periwayatan hadits dari orang kafir adalah tidak diterima. Jadi mata rantai hadits harus muslim asli. Sementara para periwayat hadits dalam keenam kitab raksasa tadi tidak sedikit yang Syiah, nah bagaimana jadinya jika #SyiahBukanIslam ?
11.  Jika ingin tahu biografi sekaligus profil singkat para periwayat hadits dalam keenam kitab tadi, silakan ke yg paling kecil, Al-Kasyif. Di situ tidak sedikit kita temukan periwayat yg statusnya Syi’i, rumiya bit tasyayyu’, rofidhi… Tapi kok tetap diterima? Karena kalau mereka (syiah) itu mutlak dihukumi kafir artinya kita sama sekali tidak bisa menggunakam hadits2 riwayat Bukhori-Muslim Dan setelah itu, efek selanjutnya, segala jenis hukum fiqih hasil istinbath dari hadits2 itu juga tidak sah. Remuk redam bangunan syariah Oke, mungkin sebagian berhujjah dg pernyataan beberapa Imam semisal Imam Syafi’i bahwa #SyiahBukanIslam
12.  Tapi harus dicermati, itu kafirnya seperti apa dulu? Bisa jadi yang kafir ideologinya, tapi hukum dhohir atasnya tetap Islam sebab mereka juga sholat dan syahadat yang sama dengan kita. Perihal ada syahadat lain itu kembali ke bahwa syiah banyak jenisnya.
13.  Satu hal yang perlu kita ingat baik2, jangan mudah menyesatkan apalagi mengkafirkan sesama muslim karena kita tidak tahu akhir kita.
14.  Apa yg berpropaganda #SyiahBukanIslam itu bisa menjamin bahwa dirinya nanti bakal tetap mati dalam keadaan Islam? Jangan-jangan yang di-bukanislam-kan itu nantinya tobat dan yang teriak-teriak mem-bukanislam-kan matinya su’ul khotimah, na’udzu billah, siapa tahu.
15.  Maka tugas kita bersama adl jika memang memandang mereka itu salah, maka luruskan dg santun dan baik, bukan malah menjauhkan
16.  Katanya dakwah (mengajak) kok hasilnya malah mengusir, membuat orang muak, dan ujung2nya benci. Ketahuan tidak paham arti kata “dakwah”
17.  Pada akhirnya kita mesti banyak belajar dalam-dalam, jangan asal ikut yel-yel #SyiahBukanIslam tanpa tahu efeknya, atau sebab ego saja. Ingat, musuh kita yang jelas, yang disebut terang-terangan dalam al-Qur’an, yaitu setan, semakin hari semakin pintar dalam strategi penjerumusan Salah satunya adalah lewat pengkafiran yg lain, sebab efek pengkafiran sesama muslim adalah balik ke si pengkafir itu sendiri.
18.  Maka tentu di akhirat kelak akan jadi lelucon jika trnyata sama-sama jumpanya di neraka. Atau memalukan jika yang dikafirkan malah masuk surga.
19.  Maka, yg lebih baik adalah konsentrasi pada Islam kita masing2, sudah bener belum, bukan malah ngurusi #SyiahBukanIslam atau JIL jg Jika masih keukeuh ngurusi mereka, maka gunakan cara yg elegan, Ud’u ila Sabili Robbika bil hikmah wal mau’idzotil hasanah..
20.  Juga jangan keras-keras, wa lau kunta faddzon gholidhol qolbi lanfaddzu min haulik. Masa’ ngaku dakwah tapi ndak paham dua ayat dakwah ini?
21.  Tidak perlu aku artikan apa makna dua ayat itu, kalau mengklaim diri berdakwah mestinya sudah paham dg baik dua ayat tadi.
22.  Kalau belum paham dua ayat tadi, maka silakan evaluasi diri, apakah sudah punya kapasitas untuk dakwah? Jangan asal semangat saja.
23.  Semoga Allah Memberi kita taufiq, selamat malam jumat, saatnya banyak2 membaca sholawat kepada Junjungan tercinta…

Redaktur : Ibnu Mansyur

Dikutip dari milits Persaudaraan Professional Muslim Ahlussunnah wal Jamaah (PPM Aswaja). Website PPM-Aswaja : http://ppm.aswajanu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.