Perjalanan Team Hadrah KMNU IPB

Ditengah gemerlap budaya kampus IPB yang modernis tak heran jika banyak mahasiswa baik mahasiswa NU maupun tidak NU mulai meninggalkan tradisi dan budaya pondok pesantren yang sebenarnya lebih dapat membawa ketenangan dan kedamaian hati. Namun sebaliknya, lebih banyak yang memilih dengan hiburan ala mahasiswa.
Tak terasa 3 tahun sudah perjalan KMNU IPB di kalangan mahasiswa S1 IPB penuh kisah menyedihkan, pengorbanan, sampai membahagiakan dan kebanggaan bertumpah menjadi satu simponi cerita yang begitu indah saat ini.

Saat Itu
iya saat itu, kita belum punya team rebana, alat rebana, apalagi punya kas rebana.
belum ada diba’an yang setiap malam minggu kita laksakan. jadi memang hampa wes pokoe.
awalnya cuman beberapa orang yang bisa hadroan kumpul, seperti biasa kumpul ala KMNU IPB  (baca jawa : jagongan) tapi tetep menghasilkan, hehehe…. bahas kira-kira gimana biar bisa rebanaan (sholawatan) mumpung ada pemainnya tapi g ada dana untuk beli peralatan (ceriatane masih zaman susah). walaupun kadang-kadang dibilang bid’ah sama tetangga sebelah (baca: penguasa sementara ini). hehe
Mbak El mengusulkan gimana kalau tampil di acara atau kegiatan di BEM FEM, tapi persoalan selanjutnya dari mana alatnya kan g punya alat?
akhirnya peralatannya pinjem dulu ke pagentongan dan itupun hanya 2 pasang rebana dan akhirnya tampil dech dengan susunan pemain dari kiri zimam (FIS 46), Oki (TIN 46), Raki (ITP 46), Kak Dauz (STK 42), Mbak Eliza (AGB 45), Wiwik (BDB 46), Faiz (TIN 46), Wati (PTN 46) dan Meme (IT 46). tidak lupa orang yang sangat penting dan selalu dibalik layar beliau ketua KMNU kita kak Ilul (TIN 42).
Walaupun belum ada kas kita tidak mematok tarif dan memang selamanya tidak mematok tarif jadi seikhlasnya saja dari pihak panitia mau ngasih berapa.

Dengan begitu, mungkin juga kersane Allah setiap kali ada acara kampus  team hadroh KMNU diundang apalagi saat bulan puasa menjadi bulan yang berkah bagi team hadroh tapi memang lagi-lagi kita masih belum punya alat, jadinya tetap pinjem.
Alhamdulillah sedikit demi sedikit uang dikumpulkan dan tidak berhenti disitu kita bersama-sama sampai punya ide gimana “klo kita danus bareng-bareng untuk beli peralatan karena uda banyak job tampil dan saking pengennya punya alat sendiri dan beruntung juga ada duo gresik yang membelikan 1 pasang rebana dengan uang sendiri sekali lagi saking pengennya punya alat sendiri. jadi memang kita tidak minta apa-apa tapi malah memberi demi dan demi…….
tau g temen2, kita danus apa? danus MINAKU (apa itu? bisa tanya ke mbak El hehe) selama beberapa minggu untuk mengumpulkan dana sebagai tambhann untuk membeli alat dan yang ikut tidak cuman team hadroh tapi semuanya yang penting rame.
waba’duh, akhirnya seiring seringnya diundang tampil maka terbentuklah team haroh KMNU IPB yang utuh yaitu sekarang punya:
1. Peralatan lengkap (3 pasang rebana, 1 bass, 1 pasang ketimplungan)
2. Kostum : sarung dan kerudung
3. Punya kas sendiri.

Tinggal adik-adik dan temen-temen  meneruskan dan mengistiqomah untuk melestarikan tradisi seni hadroh ini di IPB dan dimanapun kita berada nantinya.

saya masih ingat 2 hal yang sangat sepele dan sederhana yang dulu pernah dikatakan saudara kita oki dengan gayanya yang khas, dia bilang:
1. kalau tampil tidak usah mematok harga dan diniatkan untuk sholawat nang kanjeng Nabi Muhammad, itu saja sudah cukup.
2. Ayo diba’an setiap malam minggu ada atau tidak orang harus tetep ada diba’an dan jangan sampai ujian mengganggu diba’an, hehe
dengan 2 hal inilah kita bersama-sama yakin mudah-mudahan KMNU IPB kedepan semakin memberikan arti bagi semua elemen masayarakat, Amiin.
cuman ingin menyimpulkan dari hikmah yang bisa diambil selama ini ada 3 hal mendasar yang harus kita kita pegang dan lakukan untuk mengiringi menuju kebahagiaan didunia maupun di akhirat, yaitu:
1. Hidup yang sederhana, ojo neko-neko
2. Istiqomah Kajian (Ngaji) dan Sholawatan (Diba’an)
3. Mengabdi untuk masyarakat
Semoga mengispirasi….
salam ~(pelaku sejarah)~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *