Categories
Kajian Islam Uncategorized

PENGAJIAN DI PONPES AL-QUR’AN CIJANTUNG CIAMIS: RESENSI KITAB NASHAIHUL IBAD “NASIHAT-NASIHAT UNTUK PARA HAMBA”

Assalamu’alaikum w. wrb.
Bismillahirrohmaanirrohim……
MUQADDIMAH
Catatan ini berisikan resensi/ kesimpulan materi pada tiap bagian judul nasihat tiap bab yang ada pada kitab Nashaihul Ibad. Adapun untuk ayat Al-qur’an, hadist Nabi SAW, ataupun perkataan lainnya pada teks asli di kitabnya (yaitu disajikan dalam tulisan bahasa arab gundul) tidak dituliskan disini, karena formatnya dalam tulisan bahasa arab, apabila ingin mengetahuinya lebih lanjut tentang isi kitab aslinya, silahkan beli kitabnya di toko-toko buku/kitab terdekat.
terima kasih dan semoga bermanfaat,,,
BAB I
30 Nasihat masing-masing terdiri dari 2 point
Bagian 1. Dua hal yang sangat utama
Nabi Muhammad SAW bersabda: ada dua perkara yang tidak bisa diungguli keutamaannya oleh yang lain, yaitu:
a. Iman kepada Allah SWT
b. Memberi manfaat kepada sesama muslim
Bagian 2. Dua perintah nabi agar bergaul dengan ulama
Nabi Muhammad SAW bersabda: hendaknya kalian 1) duduk bersama ulama dan 2) mendengarkan perkataan hukama’ (orang bijak), karena sesungguhnya Allah SWT menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan.
Ulama terbagi menjadi tiga kelompok:
a. Ulama yang sangat menguasai dan memahami hukum-hukum Allah (ash-habul fatwa: ulama yang mengeluarkan fatwa)
b. Ulama yang sangat dalam ma’rifat kepada dzat Allah SWT (hukama: ulama yang senantiasa memperbaiki tingkah laku dan akhlaq dirinya dan umatnya)
c. Ulama-ulama yang besar (Kubara’: Ulama ahli ibadah)
Bagian 3. Dua perumpamaan masuk kubur tanpa bekal
a. Sayyidina Abu Bakar Asy-Syddiq RA berkata: barang siapa masuk kubur tanpa membawa bekal, maka seakan-akan dia mengarungi lautan tanpa perahu
b. Nabi Muhammad SAW bersabda: keadaan mayat di dalam kubur itu tak ubahnya seperti orang yang tenggelam yang meminta pertolongan
Bagian 4. Dua kemuliaan
Sayyidina Umar Bin Khottob RA berkata:
a. Kemuliaan dunia bisa diraih dengan harta
b. Kemuliaan akhirat hanya bisa diraih dengan amal sholih
Bagian 5, Dua kesedihan
Sayyidina Utsman Bin Affan RA berkata:
a. Kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati
b. Kesedihan dalam urusan akhirat bisa menerangi hati
Bagian 6, Dua pencarian
Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karromahullohu Wajhah berkata:
a. Barang siapa mencari ilmu, berarti dia sedang mencari surga Allah
b. Barang siapa mencari kemaksiatan, berarti dia sedang mencari neraka
Bagian 7, Dua sikap orang mulia dan bijak
Yahya Bin Mu’adz RA berkata:
a. Orang yang mulia tidak akan durhaka kepada Allah
b. Orang yang bijaksana tidak akan memilih dunia saja dengan meninggalkan akhirat
Bagian 8, Dua modal dan hasilnya
Sulaiman bin Mihran Al-Kuffi RA berkata:
a. Barang siapa yang modal kekayaannya berupa taqwa, maka semua lisan tidak akan mampu menggambarkan keuntungannya dalam agama
b. Barang siapa yang modal kekayaannya berupa dunia, maka semua lisan tidak akan mampu menggambarkan kerugiannya dalam agama
Bagian 9, Dua kemaksiatan
Sufyan Ats-Tsaury RA berkata:
a. Setiap kemaksiatan yang timbul dari hawa nafsu, masih bisa diharapkan ampunannya (contoh: kekhilafan Nabi Adam AS sewaktu di Surga) 
b. Setiap kemaksiatan yang timbul dari kesombongan, maka tidak bisa diharapkan ampunannya (contoh: kedurhakaan iblis karena sikapnya yang sombong)
Bagian 10, Dua tangisan
Ulama Zuhud berkata:
a. Barang siapa berbuat dosa, sementara dia tertawa (bangga), maka kelak Allah SWT akan memasukannya ke neraka dalam keadaan menangis
b. Barang siapa taat kepada Allah SWT, sementara dia menangis (taqwa kepada-Nya), maka kelak Allah SWT akan memasukannya ke surga dalam keadaan gembira
  
Wallahu ‘alam bish showab..
*Catatan Jajang Roni Ainul Kholiq (KMNU 46)

Leave a Reply

Your email address will not be published.