Categories
KMNU IPB Uncategorized

Para Habaib dan Masyayikh Bershalawat Bersama Di IPB

SESI    I
Indonesia, salah satu negara yang terkenal akan kekayaan budaya yang begitu melekat erat di setiap kehidupan masyarakatnya. Kebudayaan-kebudayaan tersebut tersebar merata di semua lapisan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Sepanjang titel mayoritas Islam tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa Islam yang tumbuh di masyarakat Indonesia berkembang hingga membentuk suatu ormas-ormas.
Salah satu ormas Islam yang terkenal adalah Nahdlatul Ulama’. Golongan Nahdlatul Ulama’ ini tersebar diberbagai lapisan, salah satunya adalah lapisan mahasiswa. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’ (KMNU) IPB merupakan bukti nyata golongan Nahdlatul Ulama’ dari lapisan mahasiswa.  KMNU IPB berupaya melestarikan kesenian Islam di IPB khususnya, yakni seni musik rebana dengan menggelar “Festival Rebana Se-Bogor Raya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW”.
Minggu, (23/12) dengan mengusung tema “Gebyar Shalawat Cinta Rasul Untuk Melestarikan Tradisi Rebana dan Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah”, KMNU IPB berhasil melangsungkan acara Festival Rebana yang pertama kali sepanjang sejarah kampus IPB.
Allahumma Shalli Ala Muhammad !! Teriakan shalawat peserta Festival Rebana menjadi penanda bahwa Festival Rebana Se-Bogor Raya akan segera dimulai. Sebelum festival dibuka secara simbolik,  Ibu Nunung Munawaroh selaku pembina KMNU IPB memberikan sambutan terlebih dahulu. Beliau  mengatakan bahwa geliat NU di IPB mulai terasa dari 5-6 tahun yang lalu, berkat A.hmad Fahir dan kawan-kawan yang rindu akan tradisi, KMNU mulai bercokol di IPB sampai saat ini. “Dulu, lebih dari 200 mahasiswa IPB tergabung dalam KMNU IPB”, tambahnya. Ia juga mengatakan, berkat KMNU,shalawat bisa bergema di IPB.
Dengan membaca basmalah dan pemukulan salah satu alat rebana atau yang biasa disebut bass, perempuan yang dulu aktif di PMII IPB dan sekarang aktif di Fatayat NU Bogor ini membuka acara Festival Rebana Se-Bogor Raya secara simbolik.
Sebelum para peserta tampil, MC menyampaikan ketentuan dan tata tertib Festival Rebana dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Se-Bogor Raya serta ketentuan dan penilaian Festival Rebana. Penilaian  Festival Rebana ini meliputi beberapa bidang, yakni bidang vokal oleh H. Agus Muhaimin, bidang musik banjari oleh Eko Kosasih dari LASQI, dan bidang adab serta syair oleh M. Aziz Hakim.
Tim dari As-Shifa menjadi pembuka Festival Rebana, selanjutnya 10 putri yang tergabung dalam grup Al-Fatah menjadi kontestan yang kedua. Kontestan yang ketiga adalah kumpulan jama’ah ibu-ibu yang tergabung dalam grup Al-Wustho, sedangkan kontestan yang keempat adalah tim dari Al-Khidmah Kampus IPB. Kontestan kelima adalah Al Farash, kontestan keenam adalah Nurul Iman, ketujuh adalah ENHA, kedelapan adalah El Balqis, kesembilan adalah An N ur, kesepuluh adalah Al Fata, kesebelas adalah Cinta Rosul, keduabelas adalah Ruhama, dan terakhir Al Mahabah. Sesi festival Rebana ini selanjutnya ditutup dengan pembacaan shalawat oleh tim juri didampingi oleh beberapa perawakilan peserta,sehingga semakin menambah keberkahan dan kemeriahan Festival Rebana di kampus IPB ini.
SESI II
            Festival Rebana Se-Bogor Raya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada sesi 2 berlangsung pada malam hari. Gemericik hujan turut mengiringi malam yang penuh berkah ini.
Seperti layaknya acara kebanyakan, acara dibuka oleh MC dan selanjutnya dibacakan Kalam Ilahi. Ada yang berbeda pada malam ini, jama’ah diperkenankan menyanyikan lagu Indonesia Raya terlebih dahulu sebelum melanjutkan acara berikutnya.
Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Ir. Ifan Haryanto, M.Sc sebagai pembina KMNU. Ia sangat mengapresiasi KMNU  IPB karena telah menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Ia mengatakan bahwa acara ini merupakan terobosan baru sebagai media syiar sekaligus memperkenalkan kesenian Islam (rebana) di IPB. Ia juga berharap indahnya alunan musik akan membawa perubahan yang lebih baik, dan bisa menular ke kampus lain.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB yakni Dr. Rimbawan. “13 tim yang mengikuti lomba Festival Rebana ini, suasananya akan berbeda dengan lomba yang lain, karena lomba ini merupakan syi’ar”, katanya. Ia juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. “IPB sangat mendukung minat dan bakat mahasiswanya. Alangkah senangnya, apabila minat dan bakat dibidang seni yang membawa kehalusan budi dapat meningkatkan daya ingat untuk selalu mensyukuri nikmat”, tambahnya sebelum menutup sambutannya.
Penganugrahan pemenang festival rebana dibacakan setelah Direktur Kemahasiswaan IPB mengakhiri sambutannya. Juara 1 diraih oleh tim An-Nur dengan total nilai 880. Trofi, sertifikat dan hadiah berupa uang senilai Rp. 2.000.000,00 diserahkan oleh perwakilan dari Robithoh Al-Alawiyah Indonesia. Juara 2 diraih oleh tim Nurul Iman dengan total nilai 850. Trofi, sertifikat serta hadiah berupa uang senilai Rp. 1.500.000,00 diserahkan oleh Direktur Kemahasiswaan IPB. Juara 3 diraih oleh Al-Khidmah IPB dengan total nilai 810. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 1.000.000,00 diserahkan oleh pembina KMNU yaitu Dr. Ir. Aji Hermawan, MM. Juara favorit diraih oleh tim En-Ha dengan total nilai 800. Trofi berikut sertifikat dan uang senilai Rp. 750.000,00 diserahkan oleh ketua KMNU yakni Aldy Khusnul Khuluq.
Memasuki acara inti yaitu pembacaan Asmaul Husna dipimpin oleh Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas. Sebelumnya beliau mengatakan, sungguh diluar dugaan, IPB menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Segera setelah itu, beliau memulai membacakan asmaul husna. Usai membaca Asmaul Husna, Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Al-Athas dan Al-Habib Abdurrohman Bassuro (Rabithoh Alawiyah Pusat) membacakan Simtud Duror begitu hidmah dengan iringan nada rebana yang menggocang GWW semuanya jama’ah mengikuti denganpenuh kekhusyu’an. Turut hadir pula Syaikh Ramadhan dr Mesir  turut mnghdri juga Habib Hasan Shahab pengisi di Wadi FMPara pembina baik dri Pengasuh Al_Ghazali, AL-Falak, PCNU,tentunya dari IPB sendiri para kyai, asatidz, para santrian santriwati seluruh peserta pecinta sholawat. Setelah itu, penyampaian Mauidloh Hasanah oleh Asy-Syaikh Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki, Salah satu diantara petikan Nasehat Ilmu belaiu saat memberikan jawaban atas pertanyaan Hadirin, Beliau menyampaikan perkataan Siti Rabi’ah Al-‘Adawiyyah berikut:
إِسْتِغْفَارُنَا يَحْتَاجُ إِلَي الْإِسْتِغْفَارِ
Istigfar kita (taubat kita) butuh istighfar.
Do’a penutup disampaikan oleh KH Dudi Zuhdi sebagai tanda berakhirnya rangkaian acara Festival Rebana Se-Bogor Raya dan Menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dengan penuh antusiasme jamaah Insya Allah kegitan ini akan diadakan setiap tahun Insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published.