Categories
Kajian Islam Uncategorized

Oleh-Oleh Ngaji Tasawuf


Kajian Tasawuf (20 Januari 2014)


Oleh : K.H Lukman Hakim

Di Ponpes Al-Ghozaly

Pembukaan

Oleh KH. M. Musthofa ABN

  1. Semua Imam mahdzab mengatakan : “Doa atau ayat Al-Qur’an yang dibacakan kepada orang yang sudah meninggal maka akan sampai”. Ikhtilaf dari Imam Syafi’i: “Hal itu sampai, dengan syarat ketika dibaca dengan adanya niat dan dibacakan disamping orang yang meninggal tersebut” 
  2. Rajanya Ushul Fiqih di Indonesia yaitu

  • KH. Abdurrahman Wahid (Jombang) 
  •  KH. Ali Yafi’i (Sulawesi Selatan)

3.      Tahun kelahiran Mama Abdullah Bin Nuh 1905

4.      Sebagai santri harus menghormati dan mahabbah dengan ulama dari golongan manapun.

5.      Sunny syafi’i masuk ke Indonesia sekitar 800-1000 tahun yang lalu hal ini dibuktikan ada makam Siti Fatimah Binti Maimun di Gresik pada 1902

6.      Iran baru menganut faham syi’ah pada tahun 400 dan sebelumnya adalah sunni

Kajian Tasawuf

  • Orang lalai adalah ketika pagi hari sudah berpikir rancana apa yang mau dilakukan pada hari ini. Hal ini dikarenakan i’timat (menggantungkan) dengan amal dan pada saat itulah menghilangkan Allah sebagai pencipta amalannya padahal sesungguhnya ikhtiar dan usaha kita adalah akibat bukan sebab sehingga seolah-olah rencana kita pasti berhasil dari hasil ikhtiar kita. Seharusnya; Saat pagi (dini hari) harus berhasrat untuk menyerahkan dan ridho seluruhnya kepada Allah agar terbebaskan dan tidak terbebani. Dan bahwa suatu rencana ada karena sebab adanya kekuatan Allah dan selanjutnya pasrahkan rencana itu kepada Allah sehingga jika dipasrahkan itu akan dapat diselessaikan dengan dingin. 
  • Ridho adalah pintu Allah paling agung dan istirahatnya para hamba. Ridho adalah surga dunia dan gerbang kesurga akhira. 
  • Kita terlalu sering berontak dari takdir-takdir Allah dan untuk memahami takdir Allah dengan menggunakan akal dan pikiran manusia. 
  • Tanda ketidakridhoan kita kepada takdir Allah adalah kecemasan hati atau takut. Maka dari itu para ahli zuhud dan para ahli ibadah biasanya gentar dengan kendala dan masalah apapun yang terjadi karena selalu melihat dibalik semuanya ada Allah, sifat-sifat Allah dan asma-asma Allah. Disisi lain sejatinya manusia tidak sabar melihat Allah maka Allah memperlihatkan sifat-sifat dan asma-asma Allah didunia. “Maka Allah memerintahkan kita untuk meneliti dan mengamati dibalik alam bukan untuk meneliti alam”. Didalam Al-Qur’an tidak ada satupun ayat perintahkan untuk melihat wujud alam tapi selalu maadzaafii….. (ada apa dibalik……)
  • Jika mata hati kita melihat wujud yang nampak maka akan merasa terpesona bahkan akan merasa benci. 
  • Alam ini semuanya gelap dan kegelapan ini membuat gentar dan tak terkendali, terangnya matahari ini bisa dikatakan gelap ketika tidak adanya cahaya Allah. Kita hanyalah wujud relatif bukan wujud wajib, supaya kita tahu kita hanya sekedar bayangan maka kita merasa terdapat cahaya Allah. 
  • Sesungguhnya kegagalan adalah wujud takdir kesempurnaan Allah, hanya saja kecacatan yang kita miliki ketika melihat kegagalan adalah ketidaksempurnaan. 
  • Disetiap apapun kita harus 8 hal: menggantukan, ridho, sabar, mengembalikan, Istiqomah, kembali dari lali dan pasrah hanya kepada Allah. 
  • Istoqomah adalah melawan dirinya sendiri dan memasrahkan semuanya kepada Allah.
  • “Berdzikirlah dan berfikirlah” kenapa pada ayat tersebut Allah menyuruh berzikir dahulu? Hal ini karena ketika dzikir didahulukan maka mata hati kita akan tersinari oleh cahaya Allah sehingga terdapat peningkatan kesadaran kita kepada Allah dan akan berpengaruh kepada kejernihan kita untuk berpikir dan bertindak. Ilmu pengetahuan yang berasal dari dzikir akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. 
  • Wirid adalah dzikir khusus yang mengacu pada jumlah dan waktu. Dan berbuat baik yang istiqomah termasuk dzikir

Leave a Reply

Your email address will not be published.