Obat Herbal Belum Tentu Tanpa Efek Samping

0
128
Salam sehat, teman-teman, pada kesempatan kali saya akan berbagai pengetahuan tentang herbal. Informasi yang berkembang di masyarakat bahwa (obat) herbal itu tidak mememiliki efek samping. Apakah pernyataan ini betul? Jawabannya belum tentu, kok bisa begitu? coba simak dulu penjelasan di berikut. Sebuah paper (jurnal) jadul tahun 1998 yang di tulis oleh Mashour dkk, berjudul
http://bridgtonlibrary.org/event/herbal-remedies/

Salam sehat, teman-teman, pada kesempatan kali saya akan berbagai pengetahuan tentang herbal. Informasi yang berkembang di masyarakat bahwa (obat) herbal itu tidak mememiliki efek samping. Apakah pernyataan ini betul? Jawabannya belum tentu, kok bisa begitu? coba simak dulu penjelasan di berikut.

Sebuah paper (jurnal) jadul tahun 1998 yang di tulis oleh Mashour dkk, berjudul “Herbal Medicine for The Treatment of Cardiovascular Disease”, diterbitkan di Arch International Medicine Vol 158

Secara ringkas, paper ini bercerita tentang berbagai bahan-bahan alam (herbal) yang berpotensi untuk mengobati penyakit-penyakit kardiovaskuler (gangguan pada jantung dan pembuluh darah) seperti gagal jantung, angina pectoris (nyeri dada akibat kekurangan darah ke jantung), aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), dan aritmia (gangguan irama/detak jantung).

Pada tahun itu (1998), Amerika masih memiliki b(u)anyak kekurangan soal herbal medicine , mulai efikasi (kemujaraban) herbal-herbal, standarisasi, dan efek samping (adverse effect). Karena judul tulisan ini efek samping, maka akan saya berikan dua contoh (1) herbal yang memiliki efek samping ringan, dan (2) herbal yang memiliki efek samping berat.

Resin (getah) tumbuhan Commiphora mukul (nama umumnya gugul) dimanfaatkan sebagai obat aterosklerosis pada pengobatan Ayurveda (metode pengobatan alternatif india). Senyawa yang berperan adalah gugulipid. Efek samping yg ditimbulkan hanya seperti sakit kepala, mual dan cegukan.

Tumbuhan Stephania tetrandra (anggur herba) di China dimanfaatkan sebagai obat untuk hipertensi (tekanan darah tinggi). Senyawa yang berperan dalam hal ini adalah tetrandrine. Namun, karena adanya misinformasi tentang senyawa ini, terjadi outbreak gagal ginjal secara progresif yang disebut dengan Chinese herb nephropathy.

Oleh karena itu, menggunakan herbal tetap harus menggunakan takaran tertentu (dosis) yg tepat untuk menghindari efek samping dan menjaga kemujaraban.

Sekian.
Hamzah Alfarisi

Tulisan lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here