Categories
KMNU IPB Uncategorized

NU-Training Pengurus KMNU IPB Hadirkan Pimred NU Online

Jalan dakwah merupakan jalan yang harus ditempuh bagi setiap orang yang memiliki keinginan kuat menyebarkan pesan-pesan keislaman, tak terkecuali Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Institut Pertanian bogor (KMNU IPB). Sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa/i islam aswaja dalam meneruskan perjuangan NU di lingkungan kampus, KMNU IPB perlu menjamin keberlangsungan penyampaian syi’ar oleh masing-masing anggotanya, khsusunya pengurus yang tergabung dalam Kabinet Asy’ariyah. Kemudahan berbagi informasi melalui media sosial membuat media sosial kini menjadi salah satu moda utama dalam penyampaian syiar-syiar islam yang lahir dari pemikiran dan pengetahuan berbasis aswaja. Untuk itu, NU-Training dihelat bagi seluruh pengurus KMNU IPB pada Sabtu (19/9) lalu. Bertempat di RK Pinus 2 Kampus IPB, acara yang bertema “Semangat Berorganisasi melalui Publikasi Untuk Menjadi Pribadi yang Kompeten” ini menghadirkan pimpinan redaksi NU Online, Savic Ali.

Sebagai orang nomor satu di jajaran pengurus NU Online, Savic Ali banyak berbagi pengalaman dan pengetahuannya mengenai dunia jurnalistik dan publikasi. Untuk terus menjaga semangat diri dalam menulis, Savic Ali mengenalkan konsep yang disebut ‘insentif material’ dan ‘insentif psikologis’. Insentif material merupakan insentif berupa sejumlah uang yang diberikan media massa sebagai ‘upah menulis’ bagi kontributornya. Insentif ini sah-sah saja dijadikan penyemangat bagi seseorang untuk terus menulis. Di sisi lain, ada yang disebut insentif psikologis. Insentif ini bukan berasal dari media massa dan bukan berbentuk material, tapi berasal dari lingkungan dan dalam diri sendiri. Seseorang dengan hasil karyanya yang dipublikasikan, baik oleh pribadi maupun oleh orang lain pada umumnya akan mendapatkan insentif psikologis berupa perasaan bangga dan bahagia. Meskipun tidak mendapat imbalan materi, insentif psikologis biasanya efektif untuk membuat seseorang terus bersemangat menulis dan mempublikasikan tulisannya agar lebih banyak orang yang membaca ide, gagasan atau pemikirannya. Insentif seperti ini sah juga untuk dijadikan penyemangat asal tidak sampai pada sifat ujub dan takabbur.

Panitia berharap, NU-Training yang khusus ditujukan bagi pengurus KMNU IPB ini dapat membangkitkan kembali semangat syiar melalui tulisan dan publikasi untuk membuat KMNU IPB menjadi salah satu pusat penyebaran informasi dan pesan-pesan islam yang rahmatan lil ‘alamin.  Acara yang berlangsung setengah hari ini ditutup dengan kegiatan evaluasi dan refleksi diri bagi setiap pengurus yang telah hampir sampai pada akhir kepengurusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.