Categories
Kajian Islam Uncategorized

Niat Dalam Menuntut Ilmu

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah sungguh jelas bukti segala kekuasaannya. Maha Tinggi kemulianNya dan Maha Agung KedudukanNya. Dan Semoga sholawat serta salam tetap terlimpahkan atas junjungan Nabi Agung Sayyidinaa Muhammad, Makhluk terbaik diantara seluruh makhluk ciptaan Allah Swt..

Sebuah kitab ta’limul muta’alim menerangkan tentang niat dalam mununtut ilmu. Niat merupakan pokok dalam segala perbuatan, wajib bagi kita melaksanakan niat pada saat belajar menuntut ilmu.hadits

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab r.a, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).
Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi’i berkata: Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata,” Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata,” Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
Ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama: “Ummu Qais” bukan untuk meraih pahala berhijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). Dengan niat mampu membedakan ibadah dan adat (rutinitas/kebiasaan).
Niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Diriwayatkan dari rasulullah SAW, bersabda:” Banyak amal yang berbentuk duniawi, menjadi amal ukrowi (akhirat) karena bagusnya Niat, dan tidak sedikit amal perbuatan yang bentuknya amal ukhrowi (akhirat) hanya menjadi amal duniawi sebab buruknya niat. Sepatutnya bagi penuntut ilmu dalam belajar, Niat untuk mencari Ridho Allah Swt. , kebahagiaan Akhirat, menghilangkan kebodohan diri sendiri, dan kebodohan orang lain, mengambangkan agama dan mengabadikan islam. Sebab keabadian agama islam harus diwujudkan dengan Ilm. Syaikh Imam Burhanuddin Shohibul Hidayah membacakan sebuah syair :
Hancur lebur, orang alim tidak teratur
Lebih hancur, orang jahil ibadah ngawur
Keduanya fitnah besar, menimpa alam semesta
Bagi orang yang menganutnya, sebagai dasar agama
Dalam mencari ilmu diniatkan juga untuk mensyukuri atas kenikmatan akal, dan kesehatan badan, tidak berniat untuk mencari popularitas, tidak untuk mencari harta duniawi, dan tidak niat mencari kehormatan di hadapan penguasa dan semacamnya. Walllahu a’lam (kajian_red)
Referensi
Kitab Ta’limul Muta’alim (Pedoman Belajar bagi penuntut ilmu pengetahuan)
Kitab Hadist Arbain Nawawi

image : http://www.insanmadinah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.