NU Normal, New Normal Ala NU

0
399
sumber: https://www.santriasyik.com/2020/05/siap-memasuki-era-new-normal-di-indonesia-dan-nu-normal.html

Baru-baru ini telah beredar kabar bahwa Indonesia tengah bersiap untuk menuju fase New Normal Life atau kehidupan normal baru dalam menghadapi pandemic virus corona atau biasa disebut Covid-19. Namun, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo, saat new normal diberlakukan, penting bagi masyarakat untuk tetap memerhatikan dan mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19. Sebagai wujud kesiapan new normal, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyusun protokol kesehatan. Selain menaati aturan seperti selalu mencuci tangan, baik menggunakan sabun maupun hand sanitizer, juga ditekankan pentingnya menjaga jarak sosial dan fisik (physical distancing). Lalu bagaimana warga Nahdliyin dalam menyikapi hal tersebut ?

Tentu kita semua sudah mengetahui bahwa warga Nahdliyin memiliki kekhasan tradisi keagamaan yang sudah berlangsung sejak lama di Nusantara seperti pengajian, sholawatan, tahlilan, maulidan dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaannya, membutuhkan massa yang bisa dibilang cukup banyak. Maka dari itu, perlu dilakukan kajian khusus mengenai tata cara pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sehingga penyebaran virus corona bisa dicegah.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Bupati Anas, dan pengurus NU berusaha mematangkan sejumlah skema normal baru (new normal) di sektor tradisi keagamaan. Anas meminta masukkan para ulama dan PCNU untuk perumusan protokol bidang keagamaan, seperti tahlilan, yang banyak diamalkan di Banyuwangi. Dari hasil masukkan para tokoh serta insan kesehatan, nantinya disusun panduan protokol kesehatan untuk kegiatan tradisi keagamaan.

New normal ini perlu untuk disimulasikan sesegera mungkin. NU harus siap dalam mensosialisasikan new normal kepada para jamaah. Warga Nahdliyin harus memberi contoh untuk selalu taat terhadap protokol kesehatan demi kemaslahatan umat. NU harus menjadi contoh sebagai masyarakat beragama yang memiliki kerja sama yang baik, gotong rotong, dan memiliki disiplin medis yang tinggi demi terciptanya keamanan dan keselamatan seluruh warga Indonesia. Dengan jumlah warga NU yang mencapai sekitar 90 juta jamaah, apabila semua menaati setiap aturan pemerintah dan ulama, Nahdlatul Ulama maka akan memiliki dampak yang besar dalam membendung dan menghentikan penyebaran virus Covid–19. Bagaimanapun juga, selain mengupayakan ikhtiar dhohir juga perlu adanya ikhtiar batin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan YME agar pandemi ini segera berakhir.

#IndonesiaJanganTerserah

#MariBersinergiBersama

Penulis : Ricky Gusnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here