Categories
Berita Uncategorized

Nadhlatul Athfal on fire

Oleh Yuli Setyaningsih

Setelah menjalankan Ujian Tengah Semester selama 2 minggu, Nahdlatul Athfal yang merupakan salah satu wujud bakti KMNU IPB kembali mengadakan kegiatan sosial kemasyarakat berupa pengabdian kepada anak-anak di sekitar sekretariat KMNU IPB. Kegiatan pengabdian ini sangat istimewa sebab bertepatan dengan hari lahir organisasi terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama ke 93 pada 24 April 2016.

Anak-anak dikenalkan dengan salah satu kebiasaan NU yaitu sholawatan. Kebiasaan ini dilakukan ketika hendak pulang ke rumah masing-masing. Sholawat burdah dibaca secara bersama sama dengan penuh kekhusyukan. Pengenalan ini ditujukan untuk membuat anak menjadi lebih cinta kepada Nabi Muhammad Saw lantaran sholawat.Kemudian anak-anak diajak untuk berlatih percakapan dalam bahasa inggris dengan Kak Nurul. Dietya dan nurul menambahkan latihan tentang tes potensi anak. Anak diberikan delapan gambar permulaan lalu anak diminta untuk melanjutkan gambar tersebut.

Setelah kegiatan akademik yang begitu lama, memang karena sifat anak-anak yang tidak suka diajak serius akhirnya anak-anak diajak bermain di halaman sekretariat KMNU IPB. Permainan yang dilakukan yaitu sembunyi dan cari. Tim pengajar hari itu menyembunyikan sembilan bola lalu anak-anak diminta untuk mencarinya. Setelah ditemukan semua bolanya, anak-anak diberikan hadiah berupa makanan dan minuman. Yuli menyampaikan bahwa permainan ini dimaksudkan agar anak harus bersungguh-sungguh dalam menggapai apa yang dicita-citakannya. Sembilan bola melambangkan bintang 9 logo NU yang sarat akan makna. Bintang 9 melambangkan wali-wali yang berjumlah sembilan atau disebut wali songo yang menyebarkan agama islam dengan penuh kasih sayang dan kedamaian. “Semoga jerih payah ini dapat mengantarkan anak-anak tersebut menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.