Categories
Opini Uncategorized

Menyikapi Depresiasi rupiah

Saat ini sedang maraknya perbincangan mengenai nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi hingga mencapai angka lebih dari 13.000 rupiah per 1 USD. Perihal ini menggugah para mahasiswa untuk melakukan berbagai serangkaian aksi guna mengingatkan pemerintah.

salah satu yang telah melakukan aksi yaitu mahasiswa IPB pada tanggal 19 maret 2015. Hal ini bertolak belakang dengan adem ayemnya para pakar ekonomi Indonesia dalam menyikapi depresiasi rupiah. Mereka tidak terlalu berlebihan dalam mengkritik pemerintah mengenai terjadinya hal ini. Ingat, depresiasi rupiah ini bisa terjadi karena 2 hal dari sudut berbeda. yang pertama karena depresiasi nilai tukar rupiah itu sendiri dan yang kedua karena terjadinya apresiasi dari dollar US.

Menurut Bank Indonesia (BI), saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan membaik dengan angka pertumbuhan ekonomi diperkirakan sekitar 5,4% – 5,8%. Karena terjadinya peningkatan konsumsi swasta seiring dengan terkendalinya inflasi dan mulai membaiknya ekspor. Investasi juga meningkat seiring dengan banyaknya realisasi infrastruktur dan perbaikan iklim investasi itu sendiri. Iklim perdagangan sendiri juga sudah mulai membaik, dengan meningkatnya surplus perdagangan yang mencapai 0,74 milliar USD dan 0,54 milliar USD nya merupakan surplus neraca non migas. Hal tersebut mengindikasikan perekonomian Indonesia tidak sedang memburuk.

Saat ini yang sebenarnya terjadi yaitu adanya apresiasi dari USD. apresiasi ini dikarenakan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) dunia serta membaiknya sistem ketenaga kerjaan Amerika Serikat. Apresiasi nilai dollar US inilah yang menyebabkan seolah-olah perekonomian Indonesia memburuk karena nilai tukar rupiah mengalami depresiasi.
Namun BI pun tidak tinggal diam menanggapi terjadinya depresiasi nilai tukar rupiah tersebut. BI terus berupaya meningkatkan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas maupun pembelian SBN di pasar sekunder.
Mungkin hal itulah yang menyebabkan para pakar ekonomi tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi melemahnya nilai tukar IDR terhadap USD. Namun, dengan adanya berbagai aksi mahasiswa tetap harus diberi apresiasi karena telah berani menyuarakan pemikirannya. karena harus tetap ada kontrol terhadap  kinerja pemerintah yang salah satunya dari kalangan mahasiswa untuk mengingatkan para pejabat pemerintahan. semua itu berarti mengindikasikan masih banyak mahasiswa yang peduli dengan nasib bangsa Indonesia.

Sumber : http://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_171715.aspx
(Kholilurrahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published.