Categories
Opini Uncategorized

Menjadi Hamba Allah (saja) atau Sekalian Tentara Allah

           

    Berbeda dari beberapa tahun yang lalu dimana di buku-buku yang ada kita masih sering membaca tulisan “hamba Allah”, akhir-akhir ini kata “tentara Allah” rasanya lebih sering terdengar di telinga kita. Elisa, alumni KMNU IPB yang ditemui ketika pertemuan alumni KMNU IPB menyampaikan bahwa antara “hamba Allah” dan “tentara Allah” memang di KMNU lebih terbiasa menggunakan istilah “hamba Allah”, namun di antara kedua  status – jika bisa disebut status – tersebut ada status lain yang selalu KMNU perjuangkan.

                “Yaa, di buku shares vision kita ingin beberengan menuju ‘khalifatullah’, yang lebih baik daripada hamba Allah. Nah, kita (KMNU) gak familiar dengan istilah tentara Allah. Menurutku tentara hanya pasukan, menerima tugas dan perintah. Kalau kholifatulloh kan mereka berfikir dengan cara yang luas bijak, dan punya sikap.” Jelas Elisa.
             Daus, ketua Alumni KMNU IPB menjelaskan bahwa sekarang telah terjadi penyempitan makna tentara. “Aku rasa kalau dari kalimat jundullah sebenarnya artinya juga bagus. Jadi tergantung konteksnya juga. Dan kalau kita merasa selama ini berjuang untuk menegakkan agama Allah, apakah kita gak mau kalau mengakui kita jundullah?”
                Mengacu pada pernyataan KH Abdul Muchith Muzadi, dalam menjalani kehidupan tak ubahnya sebuah lakon dalam pewayangan, yang membuat lakon ya Allah SWT. Sehingga ada tiga prinsip yang harus kita pegang. Prinsip pertama adalah doa, sebagai khalifatullah fil ardh manusia harus mempunyai keinginan yang perlu diwujudkan dan hanya kepada  Allah manusia meminta. Prinsip kedua adalah ikhtiar, berusaha sungguh-sungguh untuk meraih sesuatu yang di dambakan. Prinsip ketiga adalah tawakkal, berserah diri kepada Allah SWT agar keberhasilan tidak membuahkan kesombongan dan kegagalan tidak membuahkan keputusasaan.

                Pada pertemuan yang di tutup dengan sholawat nabi tersebut, salah satu yang memang di tekankan adalah adalah usaha yang sungguh-sungguh, terutama dalam masa pengabdian di KMNU, harapannya semoga KMNU terus berkembang dan menjadikan NU lebih baik dan anggotanya mencapai derajat khalifatullah. [MHA] 

Kontributor : Muhammad Arifin

Leave a Reply

Your email address will not be published.