Categories
KMNU IPB Uncategorized

MENGENAL NU LEBIH DEKAT DI LADANG CAMP ASWAJA

CAMP ASWAJA salah satu kegiatan tahunan yang diadakan oleh KMNU IPB untuk mengenalkan ke-NU-an lebih dalam lagi kepada mahasiswa baru. Tidak hanya itu setelah mengikuti kegiatan ini kita akan mampu mengambil sikap dengan bijak bagaimana menghadapi perbedaan yang selama ini seringkali menjadi kontak batin tersendiri bagi kita.

Setiap tahunnya nama kegiatan berbeda menyesuaikan tema acara, akan tetapi esensi dari rangkaian kegiatan sama. Pada tahun ini mengusung tema “Yang Muda Yang Ber-ASWAJA” .Masa pengenalan aswaja kepada mahasiswa baru menghadirkan pembicara-pembicara hebat yang mengenal tentang NU lebihdalam.
Serangkaian kegiatan camp aswaja dilaksanakan dengan susunan acara dari kegiatan ini berawal dari pembukaan, lanjut tilawatil qur’an, sambutan-sambutan, FGD aswaja, materi, sesi tanya jawab dan penutup.
Acara yang semula berlangsung hikmat menjadi cair kembali ketika memasuki acara ketiga yaitu sambutan-sambutan. Sambutan pertama sambutan ketua panitia oleh Hamzah Biologi 50. Dilanjutkan sambutan dari ketua KMNU IPB oleh Mujib TIN 48 . Setelah sambutan usai, peserta dibentuk 5 kelompok, 2 kelompok nahdliyat dan 3 kelompok nahdliyin. Setiap kelompok dihadirkan mentor dari kakak-kakak senior KMNU untuk melakukan FGD (Forum Group Discusion) yang akan membahas seputar issue berkenaan ke-Aswajaan. Usai FGD, dilanjutkan materi pertama yang dimoderatori oleh Mujib TIN 48.
Materi disampaikan Ustadz khotimi selama 45 menit seputar aqidah Aswaja. Beliau mengungkapkan Zaman sekarang seringkali berkoar kembali ke Al-Qur’an dan Al Hatdits dan membid’ah hal-hal diluar itu. Menyikapi hal tersebut kita kembali ke Hadits Rasulullah SAW yang intinya bahwa jika ada sesuatu yang tradisi yang baru, selama itu membawa kebaikan diperbolehkan justru mendapatkan pahala. Melihat perkembangan zaman yang sangat tidak terduga, kita harus meijtihadkan karena tidak semua permasalahan tersurat dalam Al Qur’an, Qur’an berbicara tentang permasalahan secara global. Materi yang begitu luar biasa ini disambut antusiasme dari para peserta dengan segencar pertanyaan-pertanyaan yang begitu kritis. Pertanyaan dating dari Abdul, Ami, dan Muhammad. Selama 30 menit berikutnya dilakukan diskusi.
Pukul 13.00 WIB dilanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu musyawarah pemilihan ketua angkatan 51. Dalam musyawarah tersebut didampingi oleh ketua KMNU IPB Mujib TIN 48. Sistem musyawarah ini diawali dari uji keberanian dengan memberanikan diri sebagai kandidat calon ketua dari angkatan 51 untuk menjadi ketua angkatan. Ada 3 orang calon ketua nahdliyin dan 4 orang nahdliyat. Ketujuh calon disuguh sederet pertanyaan dari para peserta sehubungan keseriusan dan kesanggupan menjadi ketua angkatan KMNU 51. Kemudian, ketujuh calon dibawa keluar dan disisi lain dalam ruangan melakukan musyawarah bersama-sama.
Selanjutnya materi sesi dua mengkaji seputar ke-NU-an. Meskipun sudah sore, tidak meredupkan semangat dari peserta untuk mengikuti setiap kalimat yang disampaikan zimam Fisika 46. Dalam penjelasannya Zimam tahayul bidah kurofat merupakan politik amerika serikat untuk meningkatkan perekonomian. Kmnu menjadi wadah mengembalikan teman-teman
Dilanjutkan acara sesi materi tiga yang dimoderatori Hamzah 50. Materi sesi tiga mengkaji seputar Fiqih Dasar. Meskipun sudah sore, tidak meredupkan semangat dari peserta untuk mengikuti setiap kalimat yang disampaikan oleh Ustadz Said.

Leave a Reply

Your email address will not be published.