Categories
Ke-Indonesia-an Uncategorized

Mencari Titik Temu antara Sila-1 dan Sila-3 Pancasila

Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia untuk mengatur penyelenggaraan negara atau sebagai dasar untuk mengatur pemerintahan negara. Pancasila juga merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara dan merupakan filsafat yang religius (Sila-1). 
Terkadang kita sulit mencari titk temu antara sila-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan sila-3 “Persatuan Indonesia”. Padahal sila-sila Pancasila harus dihayati antar sila yang satu dan sila yang lain. Contoh, Islam aliran keras ngotot memperjuangkan sila-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” untuk mendirikan Negara Islam, entah itu disadari atau tidak itu mengabaikan sila-3 “Persatuan Indonesia” dan itu dapat memecah belah NKRI. Begitu juga sebaliknya orang-orang yang melakukan judi, minum minuman keras, berzina, membuka aurat dan sebaginya mengtasnamakan nasional, entah disadari atau tidak itu mengabaikan sila-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”. 
Memang mencari titk temu sila-1 dan sila-3 itu sulit. Tapi ada cara yang tepat untuk mengamalkan sila-1 tanpa harus mengabaikan sila-3 Pancasila yaitu seperti yang dilakukan oleh ORMAS Islam terbesar di dunia yaitu Nahdhlotul Ulama’ (NU). 
Telah terbukti dari sisi sejarah NU ikut memperjuangkan Indonesia lewat “Resolusi Jihad” yang digulirkan oleh Pendiri Ormas Nahdlotul Ulama’ (NU) Hadlrotus syaikh K.H Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945. Resolusi Jihad mewajibkan bagi umat Islam, terutama NU, untuk mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin berkuasa kembali di Indonesia. Kewajiban itu bagi setiap muslim yang tinggal radius 94 kilometer sedangkan mereka yang berada di luar raduis tersebut harus membantu dalam bentuk material bagi mereka yang berjuang.
Sampai sekarang NU tetap konsisten mejaga NKRI. Dalam hal ibadah, amaliyah, dan tradisi NU tidak ada yang mengancam NKRI. Seperti tradisi tahlilan, tidak ada cerita jam’ah NU selesai tahlilan demo berteriak “tegakkan Negara Islam”. Bahkan dalam tradisi tahlilan tercermin sila-sila Pancasila. Dalam memperjuangkan sila-1 NU tidak sampai mengabaikan sila-3 dan bahkan memperhatikan kelima sila-sila Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published.