Categories
Uncategorized

Manfaat Lensa Cembung dalam Mempercepat Pembuatan Telur Asin

Telur asin adalah istilah umum untuk telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Telur asin hanya dibuat dari telur bebek karena kulit telur serta kualitasnya yang lebih baik dibandingkan telur ayam. Telur bebek mempunyai tekstur yang lebih kenyal, lebih lezat serta dapat menyerap garam lebih baik. Selain itu, telur bebek mengandung protein, lemak dan karbohidrat yang tinggi. Dalam satu butir telur bebek mengandung 9 gram protein, 9,6 gram lemak dan 1 gram karbohidrat. Dan juga dalam satu butir telur bebek mengandung sekitar 472 IU vitamin A, 3,8 mikrogram vitamin B12 dan didukung pula oleh sejumlah kecil vitamin B komplek, vitamin D, dan Vitamin E. Telur bebek juga mengandung mineral yang berguna untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh seperti selenium dan zat besi.

Proses pembuatan telur asin tidak rumit, peralatannya minim dan bahan-bahan yang digunakan mudah didapat. Ada 3 cara yang biasa dipakai dalam pembuatan telur asin yaitu metode perendaman dengan larutan air garam (10 hari); metode perendaman dengan adonan garam (8 hari); dan metode pemeraman dengan adonan garam, batu bata, dan abu gosok (7-15 hari). Ternyata menggunakan metode tersebut tidak efisien dari segi rasa, waktu, dan keuntungan. Sehingga para pembuat telur asin memikirkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Metode yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan lensa cembung dalam pembuatan telur asin. lensa cembung yang di maksud adalah toples roti yang berbentuk cembung pada sisinya. Setelah dilakukan sebuah penelitian, hasil yang diperoleh yaitu rasa yang enak (masir) dan waktu yang lebih efisien hanya 3-4 hari. Dalam proses pembuatan telur asin ini seperti proses pembuatan telur asin pada umumnya yaitu dengan metode pemeraman dengan adonan garam, batu bata, dan abu gosok. Yang membedakannya adalah setelah telur dilumuri adonan garam, batu bata, dan abu gosok, telur dimasukkan ke dalam toples cembung dan toples ditutup dengan kain hitam. Setelah  itu toples dijemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari dan telur bisa dikukus. Dalam proses pengukusan telur membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dan telur asin yang di hasilkan dapat mencapai 4 minggu.

Mengapa menggunakan toples cembung dan kain hitam ? toples cembung berguna untuk mempercepat proses pembuatan dengan jalan mengumpulkan panas  di dalam toples, sehingga memepercepat proses pemeraman telur asin sementara kain hitam di butuhkan untuk  menyerap panas.

 

Pustaka :
Mahatidana MRA. 2010. Mempercepat Proses Pembuatan Telur Asin melalui Lensa Cembung. Wonosobo. hlm 10.

Kontributor: Fathur Rohmah

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.