Categories
Kajian Islam KMNU IPB Renungan Uncategorized

KMNU IPB Menghadiri Haul Fakhrul Awalim Syekh Abu Bakar Bin Salim

Jakarta (14/11), tampak ribuan muhibbin memadati kediaman Habib Muhsin Al-Hamid, Cidodol sejak malam tadi. Rumah beliau dijadikan lokasi pelaksanaan Haul Fakhrul Awalim Syekh Abu Bakar bin Salim yang setiap tahun rutin dilaksanakan. Para muhibbin datang dari berbagai daerah bahkan dari manca negara. Turut hadir para alim ulama dan habaib dalam dan luar negeri diantaranya Habib Jindan Bin Novel bin Salim bin Jindan serta saudaranya Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan dari tangerang, Habib Naqib ibn Syekh Abu Bakar bin Salim dari bekasi selaku pemandu acara, Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al-Hamid dari Malaysia dan masih banyak lagi. Tampak diantara para hadirin Pembina KMNU IPB Al Fadil Ustadz Ahmad Said Al-Yamani, Koordinator Kajian dan Pengembangan Dakwah KMNU Nasional Al-Fadhil Adhli Al Karni, dan Ketua Divisi Eksternal KMNU IPB Al-Fadhil Ahmad Fauzi Ridwan.

Acara dimulai dengan pelaksanan majlis rouhah pada malam ahadĀ  yang dipimpin langsung oleh Al-Musnid Al-Hafidz Al-Habib Umar bin Muhamad bin Salim bin Hafidz Ibn Syekh Abu Bakar bin Salim. Sedangkan puncak haul berlangsung pagi ini pukul 8. Acara puncak diawali dengan oembacan ayat suci al quran dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan maulid Nabi Muhammad SAW. Tampil setelah itu, para habaib dari luar negeri memberikan taushiyah secara bergiliran dan sebagai penutup dari rangkaian taushiyah tersebut tampil Habib Umar bin Hafidz. Habib Umar berpesan untuk mengikuti akhlak keseharian shohibul haul seperti menyantuni fakir miskin, hidup sederhana, dan rendah hati.

Beliau juga menuturkan “Dan juga didalam makna yang disampaikan daripada tujuan yang murni untuk Allah SWT, Shohibul Haul Al Imam Syekh Abi Bakar bin Salim di dalam tawadu’nya dan sikapnya kepada Allah SWT yang mana beliau memiliki ketenaran yang sangat luar biasa dan beliau dalam pribadinya dia mengatakan dahulu aku selalu meminta kepada Allah ta’ala agar aku ini disembunyikan, nggak perlu orang lain tahu tetapi Allah ta’ala populerkan aku, bukan sesuatu yang aku sukai, bukan sesuatu yang aku cari tetapi Allah ta’ala memaksa aku untuk menjadi populer dan diberikan ketenaran oleh Allah SWT dan sesunguhnya walaupun aku ini populer dan tenar, apa yang Allah ta’ala anugrahkan kepadaku pada hakekatnya itu masih jauh lebih besar yang ditutupi oleh Allah SWT”.

Terakhir, acara ditutup dengan talqin zikir oleh Habib Hasan ibn Syaikh Abu Bakar bin Salim selaku Munsib ‘Inat, Yaman.

Kontributor : Hamzah Al-farisi | Biologi 50

Leave a Reply

Your email address will not be published.