Categories
Kajian Islam KMNU IPB Uncategorized

Kitab Ta’limul Mutaallim Fashl “Menghormati Ilmu dan Ahli Ilmu”

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Swt. Yang mengangkat derajat manusia dengan ilmu dan amal. Sholawat salam senantiasa terlimpahkan atas junjungan nabi Muhammad, sayyidil arabi wal ajami. Keluarga, para sahabat, sumber ilmu dan hikmah.

Banyak penuntut ilmu, tekun dan rajin belajar namun tidak berhasil menggapai manfaat dan buah manisnya ilmu, yakni berupa amal. Fash atau subbab ini menjelaskan tentang Menghormati Ilmu dan Ahli Ilmu. Seorang murid atau pelajar tidak akan mendapat ilmu dan memperoleh manfaat ilmu kecuali dengan menghargai ilmu dan memiliki rasa hormat (ta’dzim) terhadap ahli limu. Yaitu para guru dan memuliakannya.

Disebutkan dalam untai kata mutiara “Maa washola illa man washola illa bi hurmati, , , “ Tiada keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu kecuali dengan menghormatinya, dan tiada kegagalannya selain karena tidak mau menghormatinya”. Rasa hormat atau ta’dzim lebih penting dari pada ketaatan. Manusia tidak menjadi kafir karena berbuat maksiat, akan tetapi bisa menjadi kafir karena meremehkan atau tiada memiliki rasa hormat.
Memuliakan ilmu salah satunya adalah dengan cara memuliakan guru. Sayyidinaa Ali pernah berkata : “ Saya menjadi hamba bagi orang yang mengajariku satu huruf ilmu, terserah ia mau menjualku, memerdekakanku, atau tetap menjadikanku sebagai hamba.”

Syair berkata :
Saya berpendapat bahwa hak sang guru adalah hak yang paling hakiki
Yang wajib dijaga oleh setiap muslim
Demi memuliakannya perlu dihadiahkan
Seribu dirham untuk satu huruf pelajarannya
Sungguh orang yang mengajarkan sepatah ilmu yang dibutuhkan dalam urusan agama telah menjadi Bapakmu dalam beragama. As-syaikh Imam Sadiduddin Asy syairozi berkata: “barang siapa ingin anaknya menjadi alim, maka dianjurkan suka berbakti kepada para fuqaha’ atau ahli ilmu, menghormati dan memuliakan serta menghaturkan sesuatu kepada mereka. Jika ternyata anaknya belum menjadi alim, maka cucunyalah kelak yang menjadi alim.
Diantara perbuatan atau perilaku contoh dalam menghormati guru adalah dengan tidak melintas dihadapannya, tidak menduduki tempat duduknya, tidak berbicara kecuali atas izinnya, tidak banyak bicara disebelahnya, serta tidak menanyakan sesuatu yang membosankan. Juga hendaklah mengambil waktu yang tepat dan bersabar dalam menunggu seorang guru. Pada dasarnya mencari ridho guru adalah menghindari murkanya dan menjunjung tinggi perintahnya selama tidak melanggar syariat islam.
Nabi Muhammad Saw bersabda: ”Sungguh seburuk-buruknya manusia adalah orang yang membuang agamanya demi dunia dengan cara mendurhakai Allah Swt.”
Kaitannya dengan ilmu Mama’/ kiai Abdullah bin Nuh menyampaikan bahwa mempelajari ilmu itu hukumnya ada dua yakni fardhu kifayah dan Fardhu ain. Fardhu ain misalkan ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu tasawuf atau akhlaq dan ilmu bahasa/ lughah arabiyyah. Wallahu a’lam. Allahummanfa’naa bibarakatihim dan semoga Allah Swt memberikan kita karunia, Fadhal, hidayah, dan inayahnya serta menjadikan kita semua sebagai ahli ilmu yang berakhlakul karimah dan istiqamah amiin.

Jum’at, 09 Oktober 2015

(Div. Kajian dan pelestarian Tradisi KMNU IPB cp 085225844937)

Image : rumahmentor.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.