Categories
Kajian Islam Uncategorized

Keutamaan Majlis Dzikir dan Sholawat kepada Nabi SAW Keutamaan Majlis Dzikir

Sudah tidak diragukan lagi bahwasannya majlis dzikir mempunyai banyak fadhlilah (keutamaan), antara laian :
Pertama, menjadi hamba yang derajatnya paling tinggi di sisi Allah dan menjadi hamba yang utama di hari kiamat, seperti sabda Nabi Muhammad SAW :
عَنْ أَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- سُئِلَ أَىُّ الْعِبَادِ أَفْضَلُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ « الذَّاكِرُوْنَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ ». قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ وَمِنَ الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « لَوْ ضَرَبَ بِسَيْفِهِ فِى الْكُفَّارِ وَالْمُشْرِكِيْنَ حَتَّى يَنْكَسِرَ وَيَخْتَضِبَ دَمًا لَكَانَ الذَّاكِرُوْنَ اللَّهَ كَثِيْرًا أَفْضَلَ مِنْهُ دَرَجَةً “‏‏. الترمذي (3372).
“Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah Saw ditanya: siapakah hamba yang paling utama dan paling tinggi derajatnya di sisi Allah di hari kiamat? Rasulullah menjawab: Yaitu orang yang paling banyak berdzikir kepada Allah. Rasulullah ditanya lagi: (apakah lebih utama) dari orang yang berperang di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Jika saja seseorang memukulkan pedangnya pada orang-orang kafir dan orang-orang musyrik hingga patah dan berlumuran darah, maka orang yang berdzikir kepada Allah lebih utama darinya”(HR al-Turmudzi No 3372)
Kedua, Majlis dzikir adalah majlisnya para Malaikat Allah
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ « إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلاَئِكَةً سَيَّارَةً فُضْلاً يَتَبَّعُونَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا مَجْلِسًا فِيهِ ذِكْرٌ قَعَدُوا مَعَهُمْ وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى يَمْلَئُوا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَإِذَا تَفَرَّقُوا عَرَجُوا وَصَعِدُوا إِلَى السَّمَاءِ – قَالَ – فَيَسْأَلُهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ فَيَقُولُونَ جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِى الأَرْضِ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيُهَلِّلُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيَسْأَلُونَكَ. قَالَ وَمَاذَا يَسْأَلُونِى قَالُوا يَسْأَلُونَكَ جَنَّتَكَ. قَالَ وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِى قَالُوا لاَ أَىْ رَبِّ. قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِى قَالُوا وَيَسْتَجِيرُونَكَ. قَالَ وَمِمَّ يَسْتَجِيرُونَنِى قَالُوا مِنْ نَارِكَ يَا رَبِّ. قَالَ وَهَلْ رَأَوْا نَارِى قَالُوا لاَ. قَالَ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِى قَالُوا وَيَسْتَغْفِرُونَكَ – قَالَ – فَيَقُولُ قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوا – قَالَ – فَيَقُولُونَ رَبِّ فِيهِمْ فُلاَنٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ قَالَ فَيَقُولُ وَلَهُ غَفَرْتُ هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ.‏ ‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏‏‏.‏
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi bersabda, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi)  memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan [Tasbih], mengagungkan [Takbir], membesarkan [Tahlil], memuji [Tahmid] dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda, kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau berkata, lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.
Keutamaan Majlis Sholawat kepada Nabi SAW
Negara Indonesia disebut sebagai bumi sejuta sholawat, karena majlis-majlis sholawat bermunculan mulai dari mushola, masjid di desa-desa hingga di kota-kota besar. Tak luput, kampus IPB juga mempunyai majlis sholawat yang diselenggarakan oleh KMNU IPB. Tentunya majlis sholawat mempunyai banyak fadhlilah, diantaranya yaitu orang yang bersholawat menjadi orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Nabi SAW, seperti sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadist berikut :
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ‏:‏ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً‏. رواه الترمذي وقال حديث حسن‏.
“Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: Orang yang paling berhak dengan syafaat ku adalah orang yang paling banyak salawatnya kepadaku” (HR at-Turmudzi, hadis hasan)
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- « إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ ». قَالَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلاَتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرِمْتَ قَالَ يَقُولُونَ بَلِيتَ. قَالَ « إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ اَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ “‏ رواه أبو داود بإسناد صحيح‏.
“Diriwayatkan dari Aus bin Aus Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya hari yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bersalawat kepadaku di hari Jumat, sebab salawat kalian akan sampai kepadaku”. Para sahabat bertanya: “Bagaimana salawat kami bisa sampai kepada anda, sementara (jasadmu) telah hancur?” Rasulullah Saw menjawab: “Sesungguhnya Allah mengharamkan pada tanah untuk memakan jasad para Nabi” (HR Abu Dawud, dengan sanad sahih)

Leave a Reply

Your email address will not be published.