Kenapa KMNU Mengabdi?

Seorang bijak pernah berkata, segala aktifitas yang kita tujukan untuk kebaikan, tanpa merugikan orang lain sejatinya adalah ibadah. Lagipula apa makna melakukan sesuatu bila tak diniatkan mengabdi di sana? Kenapa harus mengabdi?

Sederhana saja, anak SD pun tahun kata dasar dari kata mengabdi yaitu abdi. Tapi tak setiap anak SD mampu memaknai apa kata abdi itu. Nah bagaimana dengan sahabat KMNU IPB semua? Sepengetahuan bahasa Indonesia saya, kata abdi sebenarnya adalah kata serapan dari bahasa arab ‘abd (al’abdu) atau yang bisa kita maknai bebas sebagai hamba. Bukankah hanya untuk itu tujuan manusia diciptakan? Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun.

Namun agaknya sekarang ini kata itu menjadi tidak lagi populer. Berbagai hal yang kita lakukan sering kali terjebak dalam ranah caper, materialis, dan kekuasaan. Padahal jika kita menilik para pendiri Jam’iyah kita, ulama salafuna asshalih, sepertinya tidak satupun unsur keduniaan yang terlintas dalam hati mereka, semoga Allah memberikan ridloNya kepada mereka. Belum lagi jika kita juga kembali membaca sejarah negeri ini, bagaimana para pendahulu kita berani berkorban apapun untuk memastikan anak cucunya menikmati kemerdekaan. Sungguh sekali lagi kita perlu muhasabah kepada diri sendiri. Sudah luruskah niat kita atas apa yang kita lakukan? Sudah cukupkah kita melakukan muhasabah tiap kali akan mati di malam hari? Teringat satu syair tentang muhasabah, qad faaza man hasaba a’malahu abadan, wawazana nafsahu ‘ala kullinnasami, min qabli an hasabahu Robbu muhtataman, fahasibil ‘amala dauman falaa tandami…  Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *