Nahdliyin Penggagas #KAWALCOVID-19: Asumsikan Anda Sudah Terinfeksi

0
281
https://kmnuipb.or.id/10-mitos-dan-salah-paham-coronavirus/

Paktisi teknologi informasi sekaligus Nahdliyin asal Gresik, Ainun Najib, inisiator kawalcovid19.id bersama dengan @id_pemimpin melakukan siaran langsung di Twitter melalui akun pribadinya (18/3). Kawal COVID-19 merupakan gerakan sukarela warganet yang terdiri dari praktisi kesehatan, akademisi, dan profesional untuk menghimpun data dan menjadi sumber informasi secara tepat dan akurat mengenai COVID-19 di Indonesia.

Ainun menyampaikan dalam siaran langsungnya bahwa COVID-19 ini perlu menjadi fokus bersama karena virus ini termasuk dalam kategori optimum dalam penyebaran maupun tingkat mematikannya. Dikatakan optimum karena virus ini mudah dan sangat cepat penyebarannya sedangkan mayoritas orang yang terifeksi tidak menunjukkan gejala. R0 virus ini bernilai 2,3 yang artinya, paling tidak, satu orang yang terinfeksi COVID-1D dapat menularkan 2 orang lainnya.

“Asumsikan Anda sudah mempunyai [terinfeksi] virusnya,” ungkap Ainun. Ia mengharapkan dengan merasa sudah terinfeksi virus, orang akan melakukan social distancing dan tidak melakukan interaksi dengan orang yang rentan.

Tidak terdeteksinya gejala menyebabkan orang yang sehat ternyata dapat menularkan virus kepada orang yang rentan, “killing target” virus ini. Orang yang rentan menderita karena COVID-19 yaitu orang berusia >60 tahun, penderita darah tinggi, penyakit ginjal, dan penyakit pernapasan.

Orang sehat terinfeksi yang menyebabkan banyak orang lain terinfeksi disebut super spreader. Contoh kasus yang terjadi adalah pasien nomor 31 di Korea Selatan dan Jamaah Tabligh di Malaysia. Hal ini yang dapat membuat lonjakan penderita dalam waktu singkat.

Tim Kawal COVID-19 memperkirakan puncak epidemi di Indonesia, ketika orang yang terinfeksi mencapai jumlah tertinggi. Diperkirakan puncak ini terjadi tiga pekan ke depan. Pada puncak epidemi, setiap hari akan ada 59.000 pasien yang  memerlukan  perawatan ICU namun tidak mendapatkannya sehingga meningkatkan persentase kematian. Hal ini dapat terjadi jika tidak ada kebijakan social distancing secara ekstrem.

“Maukah Anda menjad wasilah, menjadi medium virus ini, yang pada akhirnya akan mematikan banyak orang? Anda pasti tidak mau itu kan?” tegas Ainun. Orang yang paling berisiko terinfeksi adalah orang-orang terdekat kita. “Jaga jarak adalah satu-satunya cara yang terbukti ampuh untuk slow down,” tambah Ainun.

Siaran langsung secara lengkap dapat disimak di tautan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here