Categories
Uncategorized

Kajian Wanita Sholehah dan Lelaki Sholeh ke-8 (Tujuan Menikahi Wanita Sholehah)

>Assalamualaikum,

Pembaca yang dimulyakan oleh Allah. “Menikah” bukan sekedar atas rasa suka sama suka, namun menikah perlu dipertimbangkan empat aspek yang disabdakan oleh Rasululah SAW.

عن أبي هريرة رضي الله عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (تنكح المرأة للأربع : لمالها ,ولجمالها, ولدينها , فاظفر بذات الدين تر بت يداك ) متفق عليه مع بقية السبعة.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena (1) hartanya, (2) kedudukannya, (3) kecantikannya, (atau) (4) agamanya. Pilihlah yang baik agamanya, maka kamu aka nberuntung, (jika tidak semoga kamu) menjadi miskin.

Dengan adanya ungkapan di atas seolah Rasulullah benar-benar memotivasi seseorang untuk memilih pasangan hidupnya dengan selalu meninjau agama sebelum yang lainnya. Jika seorang lelaki memilih wanita karena empat aspek di atas, begitu pula semestinya seorang wanita ketika memilih lelaki, hendaknya agama selalu dijadikan hal utama yang perlu ditinjau.

Pembaca yang dirahmati Allah, setelah tahu bagaimana cara memilih wanita yang sesuai rekomendasi Rasulullah, maka sudah selayaknya kita mengetahui tujuan menikahi wanita tersebut. Mari kita bahas bersama.

Pertanyaan : Apakah tujuan menikahi wanita sholehah?

Jawab :

Tujuan menikahi wanita sholehahya itu untuk (1) membentengi dari godaan syaiton, (2) menjaga agamanya dan (3) sempurna bagi suami untukmenjauhi hal-hal yang tidak halal. Kemudian tujuan yang lain yaitu (4) untukmenolong menjauhi perkara yang hina, agar mendapat anak darinya anak yang sholeh yang mendoakannya, dan agar dicintai oleh Allah karena wanita sholehah itu sebagi alat untuk mewujudkan tujuan agama ini.

Seperti perkataan Imam Ghozali dalam kitab Ihya ulumiddin juz 2 halaman 163; “ Barangsiapa menikahi wanita sholehah supaya membentengi dari godaan syaiton, menjaga agamanya atau supaya mendapat anak sholeh yang mendoakannya dari wanita tersebut dan mencintai suami karena dia sebagi alat untuk mewujudkan tujuan agama ini maka orang tersebut dicintai oleh Allah”.

Dalam kitab “asyaratun nisa’” imam Nasai juz 1 halaman 104 : “Perkawinan itu menyempurnakan seorang muslim menjauhi perkara yang tidak halal, menolong untuk menjauhi perkara yang hina, dan menjaganya dari was-was setan.”

قال صلى الله عليه وسلم : (إن المرأة تقبل في صورة الشيطان وتدبر في صورة شيطان (أي أن الشيطان يزينها لمن يراها ويغريه بها) فإذا رأى أحدكم من امرأة (يعني : أجنبية ) مايعجبه فليأت أهله فإن ذلك يرد ما في نفسه) مسلم

Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya wanita itu menghadap bentuk setan, dan membelakangi bentuk setan, (maksudnya ; sesungguhnya setan itu menghiasi wanita bagi orang yang melihatnya dan setan akan menempel padanya sebab wanita tersebut) maka ketika salah satu dari kalian semua melihat wanita (ajnabiyyah = bukan mahram) maka datangilah keluarganya, sesungghnya itu mengembalikan apa yang ada dalam dirinya.) HR. Muslim.

Oleh : Hamzah Alfarisi

Leave a Reply

Your email address will not be published.