Categories
Berita Kajian Islam Uncategorized

KAJIAN TASAWWUF DI MA’HAD ‘ALY CARINGIN, BOGOR (PART 2)

Oleh    : Ahmad Nuruddin Zanki Widiyantoro

Bila ada anak yang sangat pandai diperkirakan mendapatkan nilai yang tertinggi, belum tentu diberlakukan oleh gurunya demikian. Sang guru mungkin malah menilai anak tersebut dengan nilai sebaliknya. Sang guru secara kebetulan ternyata telah mengetahui bahwa akhlak anak yang sangat pandai tersebut berbanding terbalik dengan kepintarannya. Hal ini mungkin saja terjadi toh kita juga tidak tahu bagaimana hasil akhir dari tugas yang kita kerjakan, oleh sebab itu, kita diajarkan untuk tidak terlalu berharap penuh. Berharap boleh asal tidak berlebihan,sebab bila kita terlalu berharap ternyata hasil akhirnya tidak sesuai harapan, yang ada malah kita akan kecewa dan menyalah-nyalahkan siapa saja. Untuk itu kita diajak berlatih untuk senantiasa berpasrah setelah kita berusaha dan berdoa. Kita belajar untuk rela terhadap apapun hasil akhirnya. Mungkin saja Allah sedang menyelamatkan kita dari keburukan yang lebih besar dibandingkan mendapat nilai yang buruk. Bisa saja Allah melindungi kita dari sombong terhadap nilai terbaik. Secara nafsiyah, kita tentu akan menganggap bahwa hasil tersebut semata-mata adalah hasil dari usaha kita sendiri. Secara tidak langsung kita telah mengabaikan Allah SWT yang Maha Berkehendak. Perilaku tersebut dapat membawa kita kepada kemaksiatan. Kemaksiatan yang akan menjauhkan kita dari Allah azza wa jalla.

            Marilah kita bermuhasabah diri. Kita renungkan sebenarnya kita melakukan ibadah sejauh ini karena Allah atau sekedar memenuhi kewajiban kita kepada Allah. Sadarlah bahwa kita ini siapa, berasal dari mana dan mau kemana tujuan akhir kita. Yakinlah bahwa skenario Allah-lah yang paling baik. Berdoalah supaya segala apa yang ada di dunia tidak menjadikanmu berpaling dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Leave a Reply

Your email address will not be published.