Categories
Kajian Islam Uncategorized

Kajian Pendahuluan Risalatul Mahid KMNU IPB

Risalatul Mahid (kitab karangan Ulama’ Rembang) adalah kitab yang membahas tentang Haid, nifas, istikhadoh, dan berkeluarga. Pendahuluan, Seorang perempuan wajib belajar mengenai perkara yang berhubungan dengan haid, nifas, dsb ketika suaminya pandai, berarti sang suami itu mempunyai kewajiban untuk mengajari. Apabila sang suami tidak mengerti, maka sang wanita wajib belajar ke Ulama’. Haram bagi seorang suami untuk melarang istri belajar mengenai perkara haid, nifas, dsb. Ketika suami tidak memperbolehkan, maka sang suami yang harus belajar dahulu kepada Ulama’ kemudian mengajarkan pada sang istri. Karena seorang istri tidak boleh keluar menghadiri majelis jika tidak pemperoleh izin dari suami.

Haid (Ketetapan dari Allah untuk perempuan) itu menurut bahasa adalah mengalir, jika menurut syara’ yaitu darah tabi’at yang keluar dari rahim seorang perempuan yang sehat bukan juga karena sebab melahirkan. Jika sebab melahirkan itu nifas. Darah rusak (darul fasad) darah yang keluar dari bagian bawah tetapi saat kondisi tidak sehat/sakit. Haid memiliki nama, yaitu 15 nama. Haid, Makhied, Makhad, Tomats, Ikbar, Tomas, ‘arok, Farok, Azda, Dhokhak, Daras Daraas Nifas Qurok ‘ishor. Masa haid paling sedikit sehari semalam atau kira2 24 jam, bersambung selama masa haid. Jika kurang dari 24 jam maka itu bukan haid. Masa paling lama adalah 15 hari 15 malam. Masa umum haid adalah 6 hari 6 malam atau 7 hari 7 malam.

Istikhol (mengecek) adalah memasukkan kapas kedalam bagian yang wajib dibasuh saat bebersih, dan bagian yang ketika jongkok masih bisa terlihat juga wajib untuk dibasuh saat mandi besar. Ketika ada perempuan yang kurang dari masa sedikit (darul fasad) dan melebihi masa lama (darul istikhadoh). Masa suci adalah masa yang memisah 2 haid adalah 15 hari 15 malam. Kecuali apabila setelah nifas kemudian haid, jarak suci yang memisahkan boleh 1 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.