Categories
Kajian Islam Uncategorized

KAJIAN FATHUL QORIB, BAB HAJI #4 (18/03/2016)

Haram bagi orang yang ihram terhadap 10 (sepuluh) perkara:

  1. Mengenakan pakaian berjahit;
  2. Menutup (seluruh atau sebagian) kepala bagi pria dan wajah bagi wanita;
  3. Menyisir rambut;
  4. Memotong rambut;
  5. Memotong kuku;
  6. Memakai wangi-wangian;
  7. Membunuh binatang buruan (di darat);
  8. Melakukan akad nikah (menikah sendiri atau menikahkan orang lain);
  9. Bersetubuh;
  10. Bersentuhan (antara pria dan wanita) dengan syahwat.

Apabila seseorang yang haji namun tidak melakukan wuquf, meskipun dengan alasan terlupa maka dia wajib mengqadha’ dan membayar dam (denda).

Bagaimana hukumnya orang yang mandi memakai sabun wangi? Atau memakai kain ihram yang dicuci memakai sabun yang wangi? Dalam fikih, mandi itu cukup memakai air, diratakan keseluruh tubuh. Sehingga hukum memakai wangi-wangian dalam mandi saat ihram itu haram. Kecuali mandinya sebelum niat ihram. Bahkan disunnahkan, sebelum niat ihram harus mandi dulu dan memakai wangi-wangian.

Lalu hukum melaksanakan akad nikah saat ihram itu haram, namun tidak diwajibkan membayar denda. Namun justru hukum akad nikahnya yang tidak sah.

Dalam (pelanggaran terhadap) semua itu ada fidyah (tebusan), kecuali akad nikah, karena akad nikah itu sesungguhnya tidak sah. Dan tidak ada yang merusakkan ihram itu kecuali persetubuhan pada kemaluan. Sedang orang yang ihram itu tidak boleh (keluar) dari (ihramnya) rusak, (tetapi harus meneruskan ibadah hajinya hingga selesai).

Barang siapa tertinggal (tidak) melakukan wuquf di Arafah, maka (wajiblah) ia tahallul (keluar dari ihram haji) dengan mengerjakan umrah dan wajiblah ia mengqadha’ (hajinya) dan membayar dam (denda).

Barangsiapa yang meninggalkan rukun (haji), tidaklah ia boleh keluar dari ihramnya sehingga ia (selesai) menunaikannya. Dan barangsiapa meninggalkan wajib (haji) haruslah ia membayar dam. Dan barangsiapa meninggalkan sunnah (haji) tidaklah wajib ia membayar sesuatu karena apa yang telah ditinggalkannya itu.

Sumber gambar : http://media.shafira.com

========================

007/D.2/KJN/III/2016

Divisi Kajian & Pelestarian Tradisi

@kmnuipb

kmnuipb.or.id

Cp: 089-669-187-869

#KajianKMNUIPB

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.