Categories
Sastra, Puisi, dan Humor Uncategorized

KADO UNTUK KAK ZIMAM

Oleh Mohammad Tajuddin

Totalitas dalam mengabdi, mungkin kalimat tersebut yang sedikitnya mewakili karakter yang terbentuk pada seorang yang aku kagumi diam-diam. Meskipun tidak lama dalam bertatap muka namun dirasa cukup untuk memenuhi hasrat.

Mengenal beliau memang tidak semudah membalik telapak tangan. Melalui berbagai cara hingga terkumpul data-data yang menyebutkan bahwa kak zimam perlu dikorek lebih jauh.

Bekal semangat dan tekad baja, perenungan demi perenungan sampai akhirnya berbuah tulisan ini, meskipun sangat jauh dikira dari sifat kak zimam yang sebenarnya. Kharismatik yang kak zimam miliki mampu menarik segala orang untuk ingin mengetahui lebih jauh siapa sebenarnya sosok berkacamata ini.

Pada awal perkenalan, kak zimam tampil dalam kegiatan isti’laul qudroh semacam upgrading bagi pemula. Bertutur sejarah masa lalu tentang organisasi terbesar, Nahdlatul Ulama hingga sampai pada mengapa KMNU IPB berdiri.

Aura yang dipancarkan dari sorot matanya semakin meyakinkan hati ini bahwa KMNU memang benar adanya. Keikhlasan kak zimam dalam berbagai hal mengajarkan arti mengabdi yang sebenarnya.

Mungkin bisa disebut sederhana bila menengok kesehariannya dalam berpakaian dan berperilaku. Ketokohan yang dicontohkan menguak misteri tersendiri bagaimana bisa kak zimam dapat sangat menikmati proses demi proses yang terjadi.

Menganggap adik sendiri kepada yang lebih muda dan kakak sendiri terhadap yang lebih tua adalah bukti nilai-nilai akhlak kak zimam yang mungkin kini jarang ditemui.

Siap menjadi apa saja meskipun hanya belajar beberapa, mendobrak batas kemampuan untuk bermanfaat lebih banyak. Tugas di luar kemampuan, wajar, mampu dikerjakan dengan penuh tanggung jawab dan tanpa pamrih.

Ketika dimintai tolong akan suatu hal, dengan senyum cerah dan ramah kak zimam membantunya. Bila sesuatu hal membuatnya marah, tanpa membutuhkan waktu yang lama  kak zimam memaafkannya. Kedewasaan bersikap inilah yang membuat orang terkagum-kagum dengan sosok berpeci hitam agak miring ini.

Orator ulung dan selalu energik dalam menyampaikan materi mampu menyihir ribuan peserta. Jika boleh berkata kak zimam itu sangat memadai untuk masuk dalam kategori tokoh sentral KMNU.

Perjalanan yang panjang hingga sampailah amanah menjadi Presidium Nasional KMNU I diterima dengan penuh kehati-hatian. Sebab, kehati-hatian akan membawa kepada kemaslahatan karena penilaian dan pembuatan kuputusan tidak hanya didasari dari ngolah pikir saja tapi juga dari ngolah jiwa.

Kalau boleh berandai, mungkin kak zimam dapat bertemu kembali dan dapat berbagi berbagai ilmu dan pengalaman yang selama ini digali. Entah kapan semoga secepatnya.

Semoga tulisan yang sangat sedikit ini mampu mengobati sekelumit rasa rindu akan kalam dan petuah dari kak zimam dan semoga kami dapat meneruskan perjuangan serta cita-citamu.

Bogor, 21 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.