IPB Dilema KKN

0
469
sumber: https://blog.bem-unsoed.com/better-edisi-16/

(Gandawastraatmaja)

Indonesia telah memasuki bulan ketiga kedatangan tamu Yang Terhormaat Covid-19 sejak awal Maret lalu. Semua kegiatan yang biasanya dengan mudah dilakukan dengan tatap muka langsung secara mendadak harus melalui daring (dalam jaringan). Tidak menutup kemungkina kegiatan daring ini akan berlangsung lama bahkan bisa jadi sampai awal 2021. Semoga kalimat saya sebelumnya itu salah, aamiin.

Tidak terkecuali kegiatan perkuliahan yang meliputi kuliah, praktikum, kolokium, seminar, praktik lapang, bahkan hingga pengabdian seperti KKN dipaksakan untuk daring pada beberapa perguruan tinggi. Di awal peristiwa ini bermula, civitas akademika rata rata langsung bingung untuk pengaplikasiannya, tidak terkecuali civitas kampus pertanian IPB. Ya maklum wong ya namanya transisi yang terlalu mendadak pasti di awal kegiatan ada cheos.

Dan sekarang sedikit kerusuhan terjadi kembali, pada saat beberapa perguruan tinggi memilih kkn dilakukan secara daring atau bahkan tidak ada. IPB memberikan solusi untuk tetap ber-KKNria untuk didomisilinya masing masing dengan syarat syarat yang sedikit masuk akal dan beberapa ditentang oleh para mahasiswa.

IPB memprioritaskan untuk menggelar KKN bagi mahasiswa angkatan 2016, fast tarck, Praktik Lapang Des-Jan, dan penerima bidikmisi. Hal tersebut langsung ramai ramai dijadikan pergunjingan oleh mahasiswa IPB yang merasa tidak diberi keadilan dari kebijakan tersebut. Belum lagi ketika live youtube, ada beberapa oknum yang menyatakan kekesalannya dengan kata kata yang tidak akademitif untuk golongan akademisi.

Gonjang ganjing tentang kkn 2020 di IPB sebenarnya sudah sejak awal wabah terjadi, mahasiswa mulai berpikir akan tidak adanya KKN, mengingat wabah membuat para mahasiswa harus #dirumahaja. Dan memang yang seharusnya terdapat kuliah KKN disetiap Sabtu pasca UTS semuanya batal dengan adanya wabah ini, wajar beberapa mahasiswa IPB menganggap KKN ditiadakan. Dan ternyata ketika survei dilakukan oleh IPB, hasilnya banyak mahasiswa yang ingin melakukan KKN pada Juli-Agustus. Tetapi keadaan masih seperti demikian. Apa ya bener masih ngotot untuk melangsungkan KKN? Padahal semakin banyak daerah di Indonesia yang menetapkan PSBB dan kasus positif sudah mencapai lebih dari 19 ribu jiwa di Indonesia.

Saran saya sebagai salah satu mahasiswa smester enam IPB, sebaiknya KKN dimoratorium hingga pandemi ini dapat dikendalikan oleh kita semua. Saran kedua adalah KKN ditiadakan pada tahun 2020 ini dan diganti dengan tugas yang mana dapat sebanding dengan KKN, seperti contoh memberdayakan warga di masing masing domisili, namun hanya untuk yang berada di zona hijau. Saran Ketiga adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan oleh IPB seperti IGTF, SUIJI, SLP yang sudah dilakukan sebelum pandemi berlangsung dapat menggantikan KKN. Jika memang kegiatan tersebut belum dapat disetarakan dengan KKN? Kenapa tidak kita coba bersama sama menyetarakan untuk kali ini saja, menghadapi covid-19, dapat disetarakan. Saran keempat KKN benar benar tidak ada untuk tahun 2020 dan tidak perlu diganti dengan tugas.

Dan untuk para rekan dan teman mahasiswa, ayolah jangan terlalu memojokkan IPB yang notabenenya adalah kampus kita sendiri. Hal ini tidak sehat, apalagi sampai sampai memojokkan lewat media sosial. Mari kita cari apa yang salah, jangan siapa yang salah. Kita tahu sama tahulah, kita di IPB adalah akademisi dan sudah semestinya paham cara menyampaikan pendapat yang kritis tetapi santun.

Semoga tulisan saya yang sangat tidak berarti ini dapat menjadi renungan khususnya bagi saya sendiri. Dan semoga wabah ini segera dapat kita kendalikan bersama. Aamiin

#dirumahaja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here