Categories
Opini Uncategorized

In Memoriam Bawang Putih

Desa Tuwel merupakan salah satu desa sentra produksi bawang putih di Kabupaten Tegal. Dinamika harga bawang putih yang tidak menentu membuat sebagian warga yang menjadi buruh tani beralih profesi. Sebagian buruh lebih memilih untuk meninggalkan desa dengan harapan mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Bawang putih pernah berjaya di era tahun ‘90an. Pada masa tersebut, orang-orang ramai bertanam bawang putih. Dapat dikatakan bahwa Desa Tuwel menjadi salah satu lautan bawang putih. Masyarakat desa tersebut betul-betul menikmati kemaslahatan dari kejayaan bawang putih. Bahkan, tenaga kerja harian pun dapat pergi lalu lalang dari desa ke kota menggunakan ojek dan pulang sore menggunakan “taksi masal”.

Bawang putih menjadi solusi untuk terbukanya lapangan kerja. Hampir seluruh elemen desa baur membaur menangani rantai produksi. Penyiapan lahan, pembenihan, penanaman hingga pascapanen dipenuhi oleh tenaga kerja setempat. Kerja untuk memutusan akar, membersihan daun, dan mengemas dikerjakan oleh orang yang berbeda-beda.

Tidak sedikit anak yang berasal dari Desa Tuwel ini dibesarkan oleh bawang putih. Namun, bawang putih saat ini kurang diminati oleh para petani. Minimnya harga jual dan tenaga kerja menjadi masalah yang mengakibatkan produsen tidak lagi merasakan manfaat seperti masa sebelumnya.

Besar harapan para petani dari Desa Tuwel kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kelanjutan nasib dari komoditas bawnag putih ini. Jika produksi dalam negeri tidak mampu mencukupi permintaan, sampai kapan akan bergantung pada bawang putih asing?

 

Sumber : Surat Dari Desa “TVRI” ( Muhammad Tajuddin )

Leave a Reply

Your email address will not be published.