Categories
Kajian Islam Uncategorized

Hukum Perempuan yang Haid Masuk ke dalam Masjid

Haid menurut bahasa adalah mengalir sedangkan menurut syara’ adalah darah tabi’at yang keluar dari rahim seorang perempuan dengan jalan yang sehat  tidak karena melahirkan.  Adapun belajar ilmu tentang hukum-hukum haid itu wajib hukumnya bagi perempuan, begitu juga hukum-hukum tentang nifas dan istihadhah. Apabila suami dari perempuan tersebut mengerti tentang hukum-hukum haid maka wajib atas suaminya mengajari istrinya. Ketika sang suami tidak mengerti tentang hukum-hukum haid, nifas, dan istihadhoh maka bagi perempuan boleh keluar berguru kepada ulama’ dan haram bagi suaminya untuk mencegahnya kecuali sang suami bertanya kepada ulama’ kemudian mengajarkan ilmunya kepada istrinya.

Dalam kitab fathul qarib disebutkan delapan perkara yang haram bagi perempuan haid ;
1.       Sholat
2.       Puasa
3.       Membaca Alqur’an
4.       Memegang dan membawa mushaf
5.       Masuk masjid
6.       Thowaf
7.       Bersetubuh
8.       Bersenang-senang di antara pusar sampai lutut.
Pada poin kelima telah jelas disebutkan bahwasannya masuk masjid bagi perempaun yang haid adalah haram.
(ودخول المسجد) دخولها المسجد ان حصل معه جلوس او لبث ولوقائما اوترددت حرم عليها ذلك  (كفاية الاخيار ,الجوز الاول ص 88)
Masuknya perempuan dalam masjid saat duduk atau berdiam walaupun hanya berdiri atau mondar-mandir itu semua haram bagi perempuan. (Kifayatul akhyar juz 1 hlm. 88)

Dalam keterangan selanjutnya, yang disebutkan di atas diharamkan karena orang junub juga haram. Saat perempuan masuk ke dalam masjid hanya lewat saja maka diperbolehkan menurut qoul shohih. Terjadi khilaf (perbedaan ulama’) ketika perempuan aman tidak mengotori masjid seperti membalut dan menyumbat, ada yang mengatakan boleh ada pula yang mengatakan tidak boleh. Namun saat perempuan khawatir mengotori masjid maka haram tanpa khilaf. Imam Rafi’i dan selain beliau berkata ini (hukum masuk masjid) tidak khusus bagi orang haid saja tetapi juga bagi orang yang beser atau luka yang mengalir nanah dan khawatir mengotori masjid.
wallahu a’lam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published.