Categories
Kajian Islam Uncategorized

Hasil Kajian KMNU-IPB (Jumat, 09-03-12)

Materi kajian Jum’at (09/03) masih sama dengan Jum’at sebelumnya, yaitu melanjutkan tentang bab shalat. Dalam kajian tersebut dijelaskan tentang beberapa rukun shalat,antara lain:

1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardhu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit
4. Membaca Al-Fatihah pada tiap-tiap raka’at, baik sholat sendiri (Munfarid) maupun secara berjama’ah.
5. Rukuk dengan tumakninah
Sempurnanya rukuk adalah antara punggung dan leher lurus
6. Berdiri setelah rukuk
7. I’tidal dengan tumakninah
8. Sujud dengan tumakninah
Ketika hendak sujud tidak disunnahkan mengangkat tangan, dan ketika sujud kening harus menekan tempat sujud. Urutan bagian-bagian tubuh yang harus menempel ke tempat sujud ketika sujud adalah lutut kemudian tangan terus kening dan hidung bersamaan.
9. Duduk diantara dua sujud (duduk iftirosy) dengan tumakninah
10. Duduk tasyahud akhir (duduk tawaruk) dengan tumakninah
11. Membaca tasyahud akhir
12. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir, minimal mengucapkan Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad sedangkan untuk keluarga beliau sunnah hukumnya.
13. Membaca salam yang pertama, sekurang-kurangnya As-salaamu’alaikum, tetapi yang paling sempurna adalah As-salaamu’alaikum wa rahmatullaah
Dengan membaca salam yang pertama, pertanda bahwa shalat telah selesai
14. Tertib: beurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut

Rukun-rukun tersbeut kemudian dirincikan menjadi tiga yaitu:
– Rukun Qolbi (niat)
– Rukun Qauli (ucapan)
– Rukun Af’ali (gerakan)
Rukun-rukun tersebut di atas apabila ditinggalkan mengakibatkan shalat seseorang tidak sah atau batal.

Adapun Sunnah-Sunnah Yang Dikerjakan Sebelum Shalat, antara lain:
Adzan
Iqomah
Jika shalatnya sendiri disunnahkan membaca iqomah saja
.
Sunnah-Sunnah Yang Dikerjakan Ketika Shalat, antara lain:
Sunnah Ab’ad yang meliputi,
– Tasyahud awal (jika lupa mengerjakan tasyahud awal, dan jika ingatnya saat berdiri, maka tidak boleh diulang tasyahud awalnya)
– Qunut pada shalat subuh
– Qunut pada akhir witir disetengah terakhir bulan Ramadhan
Jika lupa tidak mengerjakan sunnah-sunnah tersebut, maka dianjurkan menggantinya dengan sujud syahwi
2.Sunnah Haiat (Jika lupa mengerjakan sunnah-sunnah ini tidak dianjurkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi) yang meliputi,
– Mengangkat tangan
– Membaca do’a iftitah
– meletakkan Tangan kanan diatas tangan kiri
– Membaca nyaring (jahr) pada shalat maghrib, isya’ dan subuh
– Membaca lirih (sirr) pada shalat dhuhur dan ashar
– Membaca amin, lebih afdhol jika membacanya bersamaan dengan imam.
– Membaca surat-surat pendek setelah membaca Fatihah, lebih dianjurkan membaca surat yang berurutan sesuai mushhaf (contohnya: At-Takatsur kemudian Al-‘Ashr )
– Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud
– Meletakkan tangan diatas paha ketika duduk diantara dua sujud

Terdapat beberapa pertanyaan dalam kajian kemarin
Membaca do’a pada saat sujud diperbolehkan apa tidak?
Jawab: Boleh, dengan syarat harus menggunakan bahasa arab dalam berdo’a
Bagaimana cara yang benar dalam mengerjakan rukuk?
Jawab: Sempurnanya rukuk adalah lurus (tulang ekor lurus, punggung, dengan leher)
Bagaimana jika selesai shalat kita bimbang sudah mengerjakan sujud atau belum?
Jawab:Jika benar-benar lupa maka harus diulang.
Wallahu a’lamu bish Showab

By Kiki KMNU 48
Jika ada kekurangan dan kesalahan bisa di edit. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.