Categories
Berita Uncategorized

HARLAH NU YANG KE 93

Oleh      KMNU IPB

Acara peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke 93 ini merupakan acara yang digelar serentak di beberapa wilayah, termasuk oleh KMNU IPB. Acara ini dilaksanakan di Sekretariat KMNU IPB. Peringatan Harlah diawali dengan Khotmil Qur’an 30 juz dan dilanjutkan doa oleh Al Ustadz Noer Ilahiyyat Adhli Al Qarni. Kemudian setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Sejarah berdirinya NU oleh Hasan Bisri selaku Presidium Nasional 1 KMNU Nasional. Berukut adalah ringkasan materi yang disampaikan oleh beliau :

Nahdlatul Ulama berdiri pada tanggal 31 Januari 1926/ 16 Rajab 1344 H. Pada tahun 1912, ada 2 organisasi besar yang berdiri di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Sarekat Islam ( SI ). Kemudian pada tahun 1924 kerajaan Turki Usmani runtuh dan jadi Negara Sekuler. Runtuhnya kerajaan Turki Usmani juga dikarenakan ada pemberontakan oleh King Saud . Pemberontakan ini adalah cikal bakal berdirinya Saudi Arabia. Berdirinya saudi Arabia menjadikan paham wahabi yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab menjadi paham yang dianut di Saudi Arabia. para Ulama yang ada di Indonesia mengadakan pembahasan mengenai hal tersebut. Kemudian beberapa ulama Indonesia diutus ke Mekkah untuk melakukan dialog bersama King Saud mengenai pengajaran agama dan paham Ahlussunah.

Pada tahun 1926, di Surabaya NU didirikan. Surabaya pada saat itu merupakan Kota Industri terbesar di Indonesia. Sebelum NU didirikan, KH Wahab Hasbullah mendirikan Nahdlatul Wathon, Taswirul Afkar dan Nahdlatul Tujjar ( serikat dagang ). Ketiga hal inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya NU. NU didirikan salah satunya adalah untuk melindungi tradisi NU. NU adalah satu organisasi yang unik karena sifatnya desentralisasi karena NU ada di pesantren – pesantren, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selama masa penjajahan Belanda, NU mengedepankan aktivitas sosial keagamaan terutama untuk membentengi NU dari Muhammadiyah dan Sarekat Islam. Sebelum Jepang datang ke Indonesia, NU, Muhammadiyah dan Sarekat Islam mendirikan MIAI. Tetapi pada saat Jepang datang, MIAI dibubarkan karena tidak diakui oleh Jepang. Dalam rangka mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, diadakan diskusi yang dihadiri oleh 4 orang Islam dan 5 orang nasionalis. Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya diputuskan bahwa Indonesia adalah negara pancasila.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng oleh Ketua KMNU IPB yaitu Hamzah Al Farisi dan diakhiri dengan makan bersama seluruh peserta yang hadir dalam acara Harlah NU di Sekretariat KMNU IPB.

Leave a Reply

Your email address will not be published.