Categories
Opini Uncategorized

HARI AIR SEDUNIA

Oleh Bayu Chairu Ma’had

Air memang tidak lepas dari peranannya. Fungsi vital yang dimiliki air hampir di setiap kehidupan makhluk hidup di bumi. Setiap hari setiap saat di berbagai belahan dunia membutuhkan air. Meskipun air tersusun dari unsur yang sederhana yaitu hidrogen dan oksigen. Sebegitu pentingnya hingga manusia hanya dapat bertahan paling lama lima hari tanpa air.

Air memiliki siklus hidrologi. Sebagian air lautan akan menguap akibat sinar matahari yang kemudian mengumpul membentuk titik awan. Lama-kelamaan membentuk gumpalan sampai titik tertentu akan turun berupa air hujan. Air diserap oleh tanah dan pada akhirnya akan kembali ke laut. Dalam perjalannanya pun tentu air tersebut tidaklah sendirian. Ketika sampai sungai,air bercampur dengan air dari berbagai anak sungai, ada juga yang bersih dan ada pula yang kotor dengan sampah. Air dengan keramahannya mengantarkan sampah hingga ke dasar laut. Meskipun bibir laut terkadang masih penuh dengan sampah namun sampah tersebut tidak sampai ke tengah laut.

Sumber air utama bagi manusia berasal dari air tanah dan air hujan. Kecenderungan untuk mengeksploitasi sumber daya air tanah, disadari atau tidak akan mengurangi cadangan air dalam tanah sehingga terbentuk rongga dalam tanah. Apabila rongga tersebut semakin membesar terlebih muatan yang berada diatas tanahnya semakin berat, rongga itu tidak kuat menahan muatan dan akhirnya akan roboh. Lain lagi dengan air hujan. Presepsi air hujan yang tidak dipandang secara ekologis membuat air hujan tidak beraturan arah. Hingga tiba masa dimana air hujan yang seharusnya berkah menjadi musibah.

Perlu dipahami bahwa kalau keadaan seperti itu terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi musibah kekeringan di waktu musim kemarau dan banjir di musim penghujan. Mungkin bencana tersebut sudah mulai dirasakan saat ini, terlebih adanya fenomena cuaca yang tidak menentu, iklim bumi semakin hangat, laju pembukaan hutan tinggi serta tempat peresapan air semakin sempit. Percaya atau tidak, situasi ini lambat laun akan menjadi masalah dunia.

Semoga Hari Air Sedunia (22 Maret 2016) ini mengingatkan kita kembali bagaimana alam dan bumi bersinergi saling menjaga kestabilan dan keharmonisan serta bagaimana bumi ini tetap lestari hingga anak keturunan kita nanti dapat menikmati indahnya dunia ini.

Sumber gambar : http://stebisigm.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.