Categories
Renungan Uncategorized

Filosofi Pohon Bambu

Kita pasti tahu pohon bambu. Pohon ini begitu indah sekaligus kuat, dan sering dijadikan sebagai penghias di kebun yang mewah, atau akarnya bisa menjadi menu makanan favorit, batangnya bisa sebagai bahan kerajinan dan atau bahan bangunan, bahkan daunnya bisa dijadikan ramuan obat-obatan. Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama lima tahun pertama! Walaupun setiap hari disiram dan diberikan pupuk, tumbuh pun hanya beberapa puluh sentimeter saja. Namun setelah lima tahun, maka pertumbuhan pohon bambu tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu dahsyat dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter. Dan itu hanya terjadi dalam hitungan minggu!

Sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu?

Ternyata, selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter. Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.

Moral of The story:

Sahabat hebatku,
Jika anda sedang atau sudah mengalami suatu kegagalan dan merasa jauh sekali dari hasil yang anda harapkan, sebenarnya bukan berarti anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda. Ketika anda lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Tetaplah semangat dan belajarlah dari Pohon Bambu. Jika kita cepat putus asa maka akan sia-sia saja usaha kita selama ini. Shg kita tidak akan bisa memetik hasilnya.

Sahabat hebatku,
Kita sebagai manusia yang mempunyai akal budi dan perasaan kita harus belajar dari pohon bambu yg semua bagiannya bermanfaat. Seharusnya setiap perkataan dan setiap perbuatan yang kita lakukan selalu mempunyai manfaat bagi sesama

Buya Hamka berkata :
“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”

Sahabat hebatku,
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, dia akan merunduk. Setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali. Seperti perjalanan hidup seorang manusia, pastilah tidak lepas dari cobaan dan rintangan.Jadilah seperti pohon bambu! Fleksibitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup walau penuh cobaan dan tantangan, namun tidak kaku.

Sahabat hebatku,
Pohon bambu setelah tunasnya tumbuh lalu keluarlah rebung. Hal ini mengajarkan bagaimana kita perlu PROSES untuk menjadi lebih baik dengan kesabaran, ketekunan, kegigihan dalam berusaha. Sukses hidup dicapai melalui PROSES, dan bukan sesuatu yang INSTAN ……

Sahabat hebatku,
Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tak ada alasan untuk berlama-lama terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.

Jangan pernah menyesali setiap hari dalam hidupmu.
“Hari-hari yang baik memberi akan kebahagiaan; Hari-hari yang buruk memberi pengalaman tak ternilai; keduanya sangat berharga dalam kehidupan kita ke depannya..”

Pastikan dalam 5 tahun mendatang, hidup kita akan MENJULANG TINGGI dan menjadi PEMBERI BERKAH bagi sesama!

Semangat terus bergerak, hingga suatu saat memetik hasilnya..

Kontributor: Muhamad Arifin

sumber gambar: 99volo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.