Categories
Kajian Islam Uncategorized

FATHUL QORIB–BAB I’TIKAF (#KAJIANKMNU 19 FEBRUARI 2016)

I’tikaf secara bahasa bermakna kokoh terhadap sesuatu. Sedangkan secara istilah ialah kokoh, teguh untuk tetap berada di masjid dengan tata cara tertentu. Hukum I’ tikaf adalah sunnah mustahabbah (sunnah yang dicintai), menjadi sunnah muakad saat 10 hari terahir di bulan Ramadhan, dan menjadi fardlu jika I’tikaf dinadzarkan.

Syarat I’tika ada dua, yaitu (1) niat dan (2) berdiam diri di masjid. I’tikaf lebih utama dikerjakan di masjid jami’, yaitu masjid yang digunakan untuk sholat Jumat, dengan keutamaannya mengikuti Rasul yang I’tikaf di dalam masjid Nabawi dan untuk menghindari ikhtilaf para ulama*. Bagi perempuan, I’tikaf boleh dilakukan setelah mendapatkan izin dari suami. Bagi budak, I’tikaf boleh dilakukan setelah mendapatkan izin dari majikan, terkecuali dinadzarkan dengan waktu.

Hal-hal yang makruh dilakukan selama beri’tikaf yaitu (1) berbekam dan (2) melakukan hal-hal yang bisa mengotori masjid, misalnya makan. Hal-hal yang membatalkan I’tikaf antara lain (1) Jima’, (2) keluar dari masjid dengan sengaja, kecuali hajadinsan, (3) ridah, mabuk, gila, (4) haid, nifas.

*Ikhtilaf yang terjadi yaitu boleh-tidaknya I’tikaf di dalam masjid bukan masjid jami’

Kontributor : Tim Kajian KMNU IPB

 

Sumber gambar : http://kalam.ukm.upi.edu/wp-content/uploads/sites/5/2015/07/itikaf.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published.