Alkisah, setelah kewafatannya, dalam sebuah mimpi, Abu Bakar As-Syibli ditanya oleh Allah: "Wahai As-Syibli, tahukah engkau apa yang menyebabkan ku mengampuni segala dosamu" "Sebab amal sholeh ku, Ya Allah" Jawab Asy-Syibli "Bukan" kata Allah. "Sebab ibadah-ibadah ku yang ikhlas" Jawab As-Syibli lagi "Bukan, As-Syibli" Kata Allah "Wahai Allah, sebab hajiku, puasaku, dan sholatku" Jawab Asy-Syibli untuk yang ketiga kalinya "Bukan itu" Kata Allah "Sebab hijrahku bersama orang-orang sholeh dan mencari ilmu" Jawabnya lagi untuk yang keempat "Bukan" kata Allah lagi "Lalu, sebab apa ya Allah, engkau mengampuniku ?" Tanya As-Syibli balik "Tidakkah Engkau ingat ? Suatu ketika kamu berjalan di sebuah perkampungan di kota Baghdad. Engkau menemukan anak kucing kecil yang sedang kedinginan. Kucing itu meringkuk karena sangat kedingina. Karena rasa belasa kasihanmu, engkau mengambilnya. Lalu, kamu masukkan kucing itu ke dalam bajumu untuk menghangatkannya." Tanya Allah "Hamba ingat kejadian itu, Ya Allah" Jawab As-Syibli "Sebab belas kasihanmu kepada kucing itulah, aku belas kasihan kepadamu dan Ku ampuni segala dosamu" Tegas Allah. Kisah ini diceritakan dalam kitab "Nashoihul Ibad" karya ulama nusantara Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi atau sering disebut Imam Nawawi Al-Bantani. Kitab ini merupakan syarah dari Kitab "Al-Munabbihat ala Al-Isti'dat li Yaum Al-Ma'ad" karya Shihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-'Astqalani. Kisah As-Syibli ini mengajarkan kepada kita bahwa amal-amal sholeh yang kita anggap besar tidak dapat menjamin ampunan dan rahmat Allah. Namun, justru amal-amal kecil yang kita anggap sepele bisa menjadi washilah untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah. By: @alfarisi_hamzah

Alkisah, setelah kewafatannya, dalam sebuah mimpi, Abu Bakar As-Syibli ditanya oleh Allah:

“Wahai As-Syibli, tahukah engkau apa yang menyebabkan ku mengampuni segala dosamu”

“Sebab amal sholeh ku, Ya Allah” Jawab Asy-Syibli

“Bukan” kata Allah.

“Sebab ibadah-ibadah ku yang ikhlas” Jawab As-Syibli lagi

“Bukan, As-Syibli” Kata Allah

“Wahai Allah, sebab hajiku, puasaku, dan sholatku” Jawab Asy-Syibli untuk yang ketiga kalinya

“Bukan itu” Kata Allah

“Sebab hijrahku bersama orang-orang sholeh dan mencari ilmu” Jawabnya lagi untuk yang keempat

“Bukan” kata Allah lagi

“Lalu, sebab apa ya Allah, engkau mengampuniku ?” Tanya As-Syibli balik

“Tidakkah Engkau ingat ? Suatu ketika kamu berjalan di sebuah perkampungan di kota Baghdad. Engkau menemukan anak kucing kecil yang sedang kedinginan. Kucing itu meringkuk karena sangat kedingina. Karena rasa belasa kasihanmu, engkau mengambilnya. Lalu, kamu masukkan kucing itu ke dalam bajumu untuk menghangatkannya.” Tanya Allah

“Hamba ingat kejadian itu, Ya Allah” Jawab As-Syibli

“Sebab belas kasihanmu kepada kucing itulah, aku belas kasihan kepadamu dan Ku ampuni segala dosamu” Tegas Allah.

Kisah ini diceritakan dalam kitab “Nashoihul Ibad” karya ulama nusantara Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi atau sering disebut Imam Nawawi Al-Bantani. Kitab ini merupakan syarah dari Kitab “Al-Munabbihat ala Al-Isti’dat li Yaum Al-Ma’ad” karya Shihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-‘Astqalani.

Kisah As-Syibli ini mengajarkan kepada kita bahwa amal-amal sholeh yang kita anggap besar tidak dapat menjamin ampunan dan rahmat Allah. Namun, justru amal-amal kecil yang kita anggap sepele bisa menjadi washilah untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.

Oleh: @alfarisi_hamzah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *