Coldplay: Inspirasi Sufisme Melahirkan Lagu-lagu “Kemanusiaan”

0
270
بنی‌آدم اعضای یکدیگرند که در آفرينش ز یک گوهرند چو عضوى به‌درد آورَد روزگار دگر عضوها را نمانَد قرار تو کز محنت دیگران بی‌غمی نشاید که نامت نهند آدمی Human being are members of a whole In creation of one essence and soul If one member is afflicted with pain, other members will remain If you've no sympathy of human pain, The name of human you cannot retain     Coldplay memasukkan Syair berbahasa Parsi tersebut terlantun pada lagu terbaru sebuah band tersohor tersebut yang berjudul بنی‌آدم (Bani Adam). Suer, judulnya pakai bahasa Arab dan huruf hijaiyah! Syair tersebut merupakan karya Sa'di Shirazi, seorang sufi dan penyair terkenal dari abad-13. Syair yang sama juga dipajang di gedung PBB sebagai perlambang perdamaian. 22 November lalu Coldplay meluncurkan album baru yaitu Everyday Life setelah album A Head Full of Dreams mereka empat tahun lalu. Pada album ini, Coldplay membuat lagu-lagunya menjadi semacam himne kemanusiaan. Ungkapan “Music is the weapon of the future” terdapat dalam lirik lagu berjudul Arabesque. Nah, sepertinya Coldplay benar-benar membuat music di album ini menjadi “senjata” di masa depan dengan menyerukan perdamaian, cinta, persaudaraan dan kemanusiaan melalui lirik-lirik lagunya. Pada kaver album juga terdapat tulisan Salam wa Hub, perdamaian dan cinta. Video musik Everyday Life yang sarat akan pesan-pesan kemanusiaan pun dirilis sehari sebelum Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Tema-tema kemanusiaan yang diangkat seperti krisis imigran dan peperangan yang menyebabkan dampak-dampak berkelanjutan. Tema krisis imigran pun pernah diangkat Coldplay dalam single berjudul Aliens. Lagu tersebut merupakan bentuk dukungan dari Coldplay kepada para imigran yang melakukan perjalanan berbahaya  menerjang ombak Laut Mediterania. Lalu pada lagu Trouble in Town, Coldplay mencoba mengangkat isu ini lagi. Lirik lagu tersebut mengisahkan masalah-masalah yang dihadapi para migran seperti tindakan kekerasan oleh aparat, penghilangan identitas, dan tindakan diskriminatif lainnya. Dengan mengangkat isu-isu kemanusiaan dunia membuat saya teringat lagu Nasida Ria, Tahun 2000. Saya berpendapat bahwa, setelah dicermati, album Coldplay yang satu ini cukup “berat” dan penuh warna. Beberapa lagu dengan lirik balad diiringi dengan musik yang semangat dan ceria. Pada album ini sang vokalis, Chris Martin, kedapatan misuh pada lagu Guns, ini kejadian yang sangat jarang pada lagu-lagu Coldplay. Sedangkan pada lagu-lagu lain malah kesannya seperti doa ditambah dengan paduan suara sebagai pengiring menambah lagu-lagu seperti Church, BrokEn, When I Need a Friend, dan Old Friend menjadi semakin syahdu.  Sepertinya Coldplay hendak menampakkan sisi kemanusiaan. Bahwa segala hal, suka maupun duka, selalu silih berganti pada kehidupan manusia. Konsep dua album Sunrise dan Sunset juga merepresentasikan dualitas sekaligus harmoni. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Chris dalam sebuah wawancara, bahwa puisi dari Jalaluddin Rumi telah mengubah hidup dan pandangannya tentang keadaan yang dihadapinya. Puisi Rumi tersebut membuatnya menyadari bahwa segala keadaan yang menimpa diri manusia merupakan anugerah dan yang harus manusia lakukan adalah menerima dan berdamai dengannya. Puisi tersebut, yang kemudian disusul oleh cuplikan lagu gerejawi Amazing Grace, telah ia masukkan ke dalam lagu berjudul Kaleidoskop dari album sebelumnya sebagai apresiasi terhadap “pencerahan” yang ia dapatkan. Album ini memang mengambil nuansa timur tengah pada desain, setiap judul lagu memiliki terjemah Arabnya, dan bahkan penampilan live pertama mereka untuk album ini digelar di Yordania. Dengan inspirasi dari syair-syair Sufi, Coldplay berusaha membikin lagu-lagu yang manusiawi, reflektif, subtle, membubuhkan makna religius yang universal, dan tetap eargasm terlebih pada album terbarunya. Saya membayangkan apakah band ini akan beralih genre musik dan meluncurkan album religi? HEHE. (HR) tulisan ini terinspirasi dari tulisan berjudul Terinspirasi Sufisme, Coldplay Luncurkan Lagu Berjudul Bani Adam (بنی‌آدم)
بنی‌آدم اعضای یکدیگرند
که در آفرينش ز یک گوهرند

چو عضوى به‌درد آورَد روزگار
دگر عضوها را نمانَد قرار

تو کز محنت دیگران بی‌غمی

نشاید که نامت نهند آدمی
Human being are members of a whole
In creation of one essence and soul
If one member is afflicted with pain,
other members will remain
If you’ve no sympathy of human pain,
The name of human you cannot retain

 

 

Coldplay memasukkan Syair berbahasa Parsi tersebut terlantun pada lagu terbaru sebuah band tersohor tersebut yang berjudul بنی‌آدم (Bani Adam). Suer, judulnya pakai bahasa Arab dan huruf hijaiyah! Syair tersebut merupakan karya Sa’di Shirazi, seorang sufi dan penyair terkenal dari abad-13. Syair yang sama juga dipajang di gedung PBB sebagai perlambang perdamaian.

22 November lalu Coldplay meluncurkan album baru yaitu Everyday Life setelah album A Head Full of Dreams mereka empat tahun lalu. Pada album ini, Coldplay membuat lagu-lagunya menjadi semacam himne kemanusiaan. Ungkapan “Music is the weapon of the future” terdapat dalam lirik lagu berjudul Arabesque. Nah, sepertinya Coldplay benar-benar membuat music di album ini menjadi “senjata” di masa depan dengan menyerukan perdamaian, cinta, persaudaraan dan kemanusiaan melalui lirik-lirik lagunya. Pada kaver album juga terdapat tulisan Salam wa Hub, perdamaian dan cinta. Video musik Everyday Life yang sarat akan pesan-pesan kemanusiaan pun dirilis sehari sebelum Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Tema-tema kemanusiaan yang diangkat seperti krisis imigran dan peperangan yang menyebabkan dampak-dampak berkelanjutan.

Tema krisis imigran pun pernah diangkat Coldplay dalam single berjudul Aliens. Lagu tersebut merupakan bentuk dukungan dari Coldplay kepada para imigran yang melakukan perjalanan berbahaya  menerjang ombak Laut Mediterania. Lalu pada lagu Trouble in Town, Coldplay mencoba mengangkat isu ini lagi. Lirik lagu tersebut mengisahkan masalah-masalah yang dihadapi para migran seperti tindakan kekerasan oleh aparat, penghilangan identitas, dan tindakan diskriminatif lainnya. Dengan mengangkat isu-isu kemanusiaan dunia membuat saya teringat lagu Nasida Ria, Tahun 2000.

Saya berpendapat bahwa, setelah dicermati, album Coldplay yang satu ini cukup “berat” dan penuh warna. Beberapa lagu dengan lirik balad diiringi dengan musik yang semangat dan ceria. Pada album ini sang vokalis, Chris Martin, kedapatan misuh pada lagu Guns, ini kejadian yang sangat jarang pada lagu-lagu Coldplay. Sedangkan pada lagu-lagu lain malah kesannya seperti doa ditambah dengan paduan suara sebagai pengiring menambah lagu-lagu seperti Church, BrokEn, When I Need a Friend, dan Old Friend menjadi semakin syahdu

Sepertinya Coldplay hendak menampakkan sisi kemanusiaan. Bahwa segala hal, suka maupun duka, selalu silih berganti pada kehidupan manusia. Konsep dua album Sunrise dan Sunset juga merepresentasikan dualitas sekaligus harmoni. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Chris dalam sebuah wawancara, bahwa puisi dari Jalaluddin Rumi telah mengubah hidup dan pandangannya tentang keadaan yang dihadapinya. Puisi Rumi tersebut membuatnya menyadari bahwa segala keadaan yang menimpa diri manusia merupakan anugerah dan yang harus manusia lakukan adalah menerima dan berdamai dengannya. Puisi tersebut, yang kemudian disusul oleh cuplikan lagu gerejawi Amazing Grace, telah ia masukkan ke dalam lagu berjudul Kaleidoskop dari album sebelumnya sebagai apresiasi terhadap “pencerahan” yang ia dapatkan.

Album ini memang mengambil nuansa timur tengah pada desain, setiap judul lagu memiliki terjemah Arabnya, dan bahkan penampilan live pertama mereka untuk album ini digelar di Yordania. Dengan inspirasi dari syair-syair Sufi, Coldplay berusaha membikin lagu-lagu yang manusiawi, reflektif, subtle, membubuhkan makna religius yang universal, dan tetap eargasm terlebih pada album terbarunya. Saya membayangkan apakah band ini akan beralih genre musik dan meluncurkan album religi? HEHE. (HR)

tulisan ini terinspirasi dari tulisan berjudul Terinspirasi Sufisme, Coldplay Luncurkan Lagu Berjudul Bani Adam (بنی‌آدم)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here