Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) kini sudah berumur satu dekade. Berganti tahun berganti pula kisah-kisah yang ditorehkan dalam menjaga aqidah ahlussunnah waljama’ah di kampus rakyat ini. Setelah dilantik pada 3 Desember 2017, wajah-wajah baru siap menduduki bangku pengurus yang satu tahun kedepan akan menjadi nahkoda KMNU. Berbagai bahan bakar telah disiapkan oleh setiap divisi untuk menjalankan kapal KMNU. Satu tahun kedepan akan banyak cerita menarik. Berdakwah bersama untuk ummat. Menjaga tradisi yang baik dari orang-orang sholeh, dan memanfaatkan hal-hal baru untuk lebih membumikan dakwah berlandaskan Ahlussunnah waljama’ah. Asy-‘ariyyah wal Maturidhiyyah dalam aqidah. Bermazhab 4 dalam berfiqih, dan mengikuti Imam Al-ghazali dan Imam Junaid Al-baghdadi dalam berasawwuf, tentunya dalam lingkaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.

Kabinet Ar-Raudhah. Nama yang disematkan kepada kepengurusan masa bakti 2017/2018 ini. Ar-Raudhah adalah salah satu temapt di Masjidil Haram, dimana tempat tersebut adalah salah satu tempat yang mustajabah untuk berdoa. Ar-Raudhah berarti juga suatu taman yang tidak biasa, tempat yang indah dipandang mata, harum dicium karena wangi bunga, nyaman ketika dirasa dan bisa nikmati semua. Harapannya, nama ini menjadi do’a, agar KMNU akan menjadi taman yang indah bagi para penuntut ilmu, menjadi tempat yang nyaman bagi para pendakwah didalamnya.

ما بين قبري ومنبري روضة من رياض الجنة

Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga. (HR. Bukhori)

Semoga KMNU IPB khususnya, dan semua KMNU yang ada di seluruh Indonesia dapat berada dalam keistiqomahan. Ikhlas dan selalu semangat dalam berdakwah. Mengharap ridho Allah, syafaat Rasulullah dan berkah dari para Ulama. (lee)

Bogor- Sabtu (12/11) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB menyelengarakan hajatan besar untuk menentukan arah gerakan dakwah KMNU IPB untuk satu tahun kedepan. Acara yang bertajuk Musyawarah Besar (MUBES) KMNU IPB ini dilaksanakan di Rk AGB 202, Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen mulai pukul 10.00 WIB dengan agenda utamanya adalah pemilihan Ketua KMNU IPB masa bakti 2016/2017.

 

Dalam sambutannya, ketua Panitia Pelaksana Mubes Kholilah Dzati Izzah mengatakan “Walaupun Mubes dilaksanakan secara sederhana, namun Peserta Musyawarah Besar diharapkan untuk berpartisipasi aktif, karena momen ini ibarat sebagai pesta demokrasi terbesar dalam KMNU IPB. Kemudian saya ucapkan terimakasih kepada panitia maupun anggota KMNU IPB yang telah berkontribusi dalam kesuksesan musyawarah besar ini”.

 

Tiga orang presidium memimpin jalannya sidang musyawarah besar ini, yaitu Muhammad Lukmanuddin, Ahmad firdaus, dan Ainun naim. Sidang dimulai dengan pembacaan tata tertib dan pemaparan Laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2015-2016. Acara dilanjut dengan pembacaan AD/ART dan perkenalan singkat para calon ketua KMNU IPB.

 

Bagi anggota KMNU, jabatan ketua merupakan suatu hal yang tabu bahkan tidak boleh untuk diperebutkan, karena memng jabatan tersebut merupakan amanah yang sangat berat. Mekanisme pemilihan ketua KMNU IPB tahun ini memang unik dan beda dari organisasi lain. Banyak rangkaian yang dilakukan panitia hingga pada akhirnya mucul 5 nama kandidat calon ketua KMNU IPB. Pertama adalah panitia menginstruksikan kepada masing-masing angkatan untuk melakukan musyawarah dan memberi usulan nama-nama bakal calon ketua. Masing-masing angkatan juga harus menyerahkan dua nama dari angkatan tersebut untuk menjadi Dewan Perwakilan Angkatan (DPA) dengan jumlah 13 orang. DPA bertugas memverifikasi berkas, mewawancara, hingga pada akhirnya menaikkan status bakal calon menjadi calon ketua KMNU IPB. Pada tanggal 6 November diumumkan 5 calon ketua KMNU IPB yaitu Abdul Habib Luthfi (TIN/51), Ikbal Muzakki (IPTP/51), Janu saefuloh (AGH/52), Ismu Zamzami (PSP/52), dan Primadhika Al-Manar (KSHE/52).

 

Pelaksanaan Mubes berjalan alot namun tetap penuh suasana kekeluargaan hingga pada akhirnya terpilihlah Ikbal Muzakki (IPTP/51) Sebagai ketua KMNU IPB masa bakti 2016-2017 dan Hamzah Alfarisi sebagai koordinator Dewan Pertimbangan KMNU IPB 2016-2017. (Ahmad Nurfaid)

Sebagai puncak dari pengkaderan anggota baru KMNU IPB kembali menyelenggarakan Isti’laul Qudrah (IQ) pada 22-23 Oktober 2016. IQ KMNU IPB 2016 kali ini bertempat di Pondok Pesantren Mina90, Desa Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Bogor.

Isti’laul Qudrah (IQ) ini sendiri merupakan sebuah agenda rutin tahunan KMNU IPB yang tahun ini diikuti sebanyak 47 anggota baru dan tidak kurang dari 10 orang anggota lama yang belum mengikuti IQ pada tahun sebelumnya. IQ ini sangat penting untuk menyambut serta mengenalkan anggota baru tentang KMNU IPB . IQ ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, mulai dari Open Recruitment, First gathering, Achievment Motivation, dan Aswaja Youth Camp yang sebelumnya sudah sukses digelar oleh KMNU IPB. Setelah dikenalkan dengan internal KMNU beserta seluk beluk KMNU, Nahdlatul Ulama dan Ahlussunnah Waljama’ah, dalam IQ kali ini peserta kembali dibekali tentang ilmu kekeluargaan, ke-KMNU-an, Ke-NU-an serta penyaringan minat dan bakat.

Puncak dari acara IQ sendiri adalah upacara pelantikan anggota baru dengan pembacaan ikrar anggota KMNU IPB oleh ketua KMNU IPB Hamzah Alfarisi. Haru biru mewarnai prosesi pelantikan tersebut manakala pada pukul 03.59 WIB diakhiri dengan memberi penghormatan dan mencium bendera merah putih, bendera Nahdlatul Ulama, dan bendera KMNU IPB yang diiringi dengan menyanyikan lagu Syukur oleh peserta IQ.

Acara IQ tidak selesai sampai di situ, pagi harinya para peserta diajak outbound bersama NU-training dimana seluruh peserta sangat antusias dengan game dan jargon yang diberikan.

“Siapa kita ?!! NU ! – NKRI !!! Harga Mati!!! – Pancasila!!! Jaya!!!     KMNU!! GO! KMNU!! GO! KMNU!! GO GO GO !! – NU!! YESSS!!!” Teriak peserta, panitia, pengurus, dan alumni di akhir outbound.

Pada acara penutupan, peserta juga mempersembahkan penampilan angkatan berupa penampilan hadroh dari Nahdliyyin dan musikalisasi puisi dari Nahdliyyat.

“Adek-adek selamat yah sudah menjadi anggota. Dua hari satu malam telah kita lewati bersama. Seneng, sedih, laper, ngantuk, canda, dan tawa. Terimakasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang udah dicurahin buat KMNU IPB. Tak lupa KMNU IPB tunggu nih kontribusi lebih dari adek-adek semua.” Ujar Ketua Pelaksana IQ 2016, Janu Saefulloh di akhir sambutannya.

Setelah berakhirnya kegiatan IQ ini diharapkan tetap menjaga keistiqomahannya dalam mengikuti setiap kegiatan di KMNU IPB, saling menjaga kekompakan dan kekeluargaan antar KMNU IPB, jangan sampai di tengah perjalanan dalam meneruskan perjuangan pendiri NU dan KMNU IPB berkurang anggotanya. (K/F)

Ahad (9/10), KMNU IPB kembali menggelar Aswaja Youth Camp  (AYC) untuk membekali dan membentengi kader-kader baru angkatan 2016 atau biasa disebut angkatan 53. AYC yang merupakan acara pengaderan rutin tahunan ini memiliki tujuan membekali kader baru KMNU IPB mengenai tiga aspek penting, yaitu Aswaja, NU, dan KMNU itu sendiri.

Bertempat di RK.U 3.01 Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor, acara dimulai tepat pukul 10 waktu setempat dan dibuka oleh MC Sirojul Abidin dan Nalbas Suny Lazuardy. Untuk menambah kehikmatan acara, setelah pembacaan tilawah Al-Quran oleh M. Kholili, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yahlal Wathon.

Turut hadir sebagai pembina KMNU IPB, Ir Ismatul Hakim MSc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan secara garis besar betapa pentingnya mengkaji kitab kuning karena merupakan pustaka islam yang terjaga keautentikannya. Untuk membekali ilmu fiqih dasar Madzhab Imam Syafi’i, hadir Ustadz Abdurrahman yang merupakan salah satu asaatidz di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihya Dramaga. Menambahkan yang telah disampaikan oleh Ir Ismatul Hakim,  Ustadz Abdurrahman juga menyampaikan betapa pentingnya belajar kitab kuning kepada guru yang sanadnya bersambung hingga rasulullah SAW.

Menjelang ishoma, adik-adik kader baru KMNU 53 dihibur oleh seni wayang kulit yang dibawakan oleh Aditya Bayu Anggara dan diiringi oleh tim hadroh IPB. Usai ishoma, peserta disuguhkan video singkat tentang dokumenter KMNU, sejarah NU dll. Materi tentang Aswaja disampaikan oleh Ustadz Khotimi,  ke-NU-an oleh Ustadz Rizqon dan ke-KMNU-an oleh presidium nasional I KMNU Nasional, Hasan Bisri, yang sebelumnya juga merupakan kader KMNU IPB.

AYC ditutup dengan pemilihan ketua angkatan. Pemilihan ketua angkatan penting karena ketua angkatan tidak hanya bertugas satu atau dua tahun tapi selamanya memiliki amanah menjaga kerekatan anggota dalam satu angkatannya. Abdul Mu’iz dan Adlinnisa N., yang keduanya merupakan mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura terpilih sebagai pasangan ketua angkatan KMNU IPB 53. Semoga di tangan mereka, KMNU IPB 53 –yang juga menamakan diri sebagai Garda Adhikarya– bisa  lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Selamat berkarya dan berjuang untuk Nahdlatul Ulama, semoga amanah! [M. Kholili]

Bogor, sabtu (1/10) salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di tingkat kampus IPB diselenggarakan. Acara tersebut dibuka langsung oleh Dr. Asep Gunawan (asisten Direktur Bidang Asrama dan Kemahasiswaan IPB) yang bertempat di ruang utama masjid Al-huriyah IPB.
Penanggung Jawab MTQ, Dr. Hamzah menyampaikan dalam sambutannya, “ini merupakan pertama kali sistem yang diterapkan oleh IPB, melewati jalur fakultas dan berbeda dari tahun lalu”. Beliau menambahkan :  “tahun depan IPB akan mengusahakan untuk membuka jalur khusus masuk IPB bagi hafidz dan hafidzah”
MTQ IPB VII ini membuka 13 cabang lomba yang mengikuti MTQ Mahasiswa Nasional yang diselenggarakan oleh DIKTI. Momen berharga ini tidak disia-siakan oleh kader-kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama IPB (KMNU IPB). Hampir semua cabang lomba diikuti oleh kader-kader KMNU IPB.
Alhasil, hari kedua ahad (2/10) usai Tabligh Akbar yang bertajuk “Menyiapkan generasi qurani menuju Indonesia Madani”, pemenang lomba diumumkan. Atas izin Allah kader-kader KMNU IPB memborong banyak medali diberbagai cabang lomba.
Berikut rinciannya;
1. Hamzah alfarisi (juara 1 Qiro’ah Sab’ah & juara 2 Tilawah Quran)
2. Ikbal muzakki (juara 1 khattil Quran)
3. Adhly al-Qarni dan Sofa azizah (Juara 1 Debat Bahasa Arab)
4. Irsan irwansyah dan tim (juara 1 fahmil quran)
5. Abdul Habib luthfi (juara 2 tartil quran & juara 1 syarhil quran (dan tim))
Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kader-kader KMNU khususnya dan mahasiswa pada umumnya.
Wallahul muwaffiq ila aqwamiththoriq (Hamzah Alfarisi)

Oleh Muhammad Zimamul Adli

 

Jangan bilang kesuksesan NU-santara karena kebanyakan panitia dari IPB.

dan jangan bilang pula kesuksesan NU-santara karena bertempat di IPB.

Karena IPB terlalu kecil untuk NU-santara.

Kami (panitia) melepas seluruh atribut IPB dengan baju NU-satara.

Kami mengganti jiwa IPB dengan jiwa NU-santara. Dan yang lebih penting lagi, kami melipatgandakan semangat juang IPB menjadi semangat juang NU-santara.

Baju…

Jiwa…

Dan Semangat Juang NU-santara bukan terdekotomi oleh semangat sektoral kampus. Melainkan gabungan nafas, energi dan spritual KMNU IIUM, UNILA, STAN, UI, IPB, ITB, UNPAD, UPI, UNDIP, UGM, UNY, dan UII yang bersemayam dalam diri kami. Dan kami adalah KMNU NASIONAL yang menjelma sebagai semangat NU-santara 2015

Sang celurit emas telah berpesan bahwa jangan engkau mengambil abunya NU-santara tapi ambillah semangat nya NU-santara.

Selamat berjuang para pejuang ditanah asal kampus masing2….

(Coretan Alkatsumi)

21 Oktober 2015

Bogor (18/9) KMNU IPB online – Dies Natalis Institut Pertanian Bogor yang ke 53 di sepanjang bulan September. Agrisymphoni merupakan salah satu rangkaian acara dalam memeriahkan ulang tahun IPB. Acara ini digelar mulai hari Sabtu-Minggu pada 17-18 September 2016 di lapangan Gymnasium kampus IPB Dramaga.

Acara ini mengusung tema Little Indonesia in Bogor. Harmoni Karya IPB ini berisi tentang berbagai UKM dan Organisasi kampus. Acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan sekaligus menjaring anggota-anggota baru terutama maba IPB 53. Acara ini memiliki panggung pentas untuk unjuk kebolehan bagi UKM atau Organisasi yang ingin menampilkan kemampuannya.

Seni Religi IPB adalah salah satu seni yang menampilkan pertunjukan rebana. Seni Religi IPB tampil pada pukul 10.00 WIB. Prestasi yang sudah ditorehkan oleh Seni Religi IPB ini yaitu menjadi Juara 1 Kategori Hadrah Al Banjari Grand Festival Rebana Nasional yang dihelat oleh Unit Rebana ITB. (Muhammad Tajuddin)