“Indahnya berbagi dalam simponi keberkahan dibulan Ramadhan” itulah tema yang di angkat dalam kegiatan SOTR KMNU, tegas Ersyad (Ketua Pelaksana).

Seperti halnya sebelumnya, SOTR diadakan setiap bulan romadhon dimana kegiatan ini sudah tahun ketiga diadakan oleh pengurus KMNU IPB.
Dimana kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa keprihatinan dan rasa simpatik terhadap masyarkat yang kurang mampu serta sebagai sarana silaturrahim sesama muslim tanpa mengenal tataran kehidupan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan 2 hari ini, yaitu tanggal 4 dan 7 Agustus 2012 mendapat dukungan yang bagus dari kalangan Dosen IPB, Pengusaha dan Pembina KMNU IPB. Sembari mendukung saya akan datang bersama-sama adik-adik KMNU IPB untuk mensukseskan kegiatan ini, kata bapak Ismatul Hakim saat ditemui dikator beliau (Pembina KMNU sekaligus peneliti di Kemntrian Kehutanan).

Tak mau ketinggalan beberapa alumni KMNU IPB yang sudah lulus dari masa study S1 akan datang. Hal ini disampaikan oleh salah satu alumni KMNU IPB yang mana begitu antusias dalam kegiatan tersebut.

Menurut beliau kegiatan ini sangat bagus dimana selain bisa berbagi kebahagian dengan masyakat kurang mampu acara ini juga bisa sebagai sarana membangun kebersamaan dan kemesraan diantara anggota, pengurus, pembina KMNU sehingga KMNU IPB kedepan bisa menjadi oraganisasi yang kuat diinternal serta keberadaanya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak, Amiin

KMNU Go, KMNU Go, KMNU go…go..go…, NU Yes…

Tabligh Akbar & HARLAH KMNU IPB
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB sukses gebrakkan auditorium Sumardi Sastrakusumah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dalam acara Tabligh Akbar dan Harlah KMNU dengan tajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya”. Acara yang dilaksanakan pada Minggu, (3/6) dan merupakan acara terbesar KMNU IPB tahun ini dihadiri oleh KMNU se-Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, Peserta Pesantren kilat Mata Air regional Bogor (Sanlat), mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI), Lembaga kemahasiswaan (LK) IPB beserta ormas keagamaan lainnya.
Tabligh Akbar (TA) KMNU kali ini memboyong tokoh-tokoh nasional, seperti Zastrow Al-Ngatawi ketua LESBUMI, Zawawi Imron (budayawan), K.H Sa’adih Al-Batawi Nandang Nazmul Munir, serta Ali Masykur (ketua umum ikatan sarjana NU serta anggota BPK). Tidak hanya itu, pembina KMNU IPB, Aji Hermawan dan Ismatul Hakim pun turut hadir dalam TA kali ini.
Acara dibuka dengan penampilan hadrah KMNU, kemudian sambutan-sambutan, dan penyampaian materi dari pembicara. Pada sesi pertama dengan tiga pemateri yaitu K.H Nandang Nazmul Munir, Zawawi Imron dan Ali Masykur, dan dipandu oleh moderator yaitu Ivan Haryanto.
“Untuk memakmurkan bangsa, dibutuhkan pemuda yang bermoral dan profesional”, kata K.H Nandang di akhir pidatonya. Setelah itu materi kedua disampaikan oleh Zawawi Imron. Ia menyampaikan materi dengan apik dan dibungkus dengan logat sastra dan kejawennya. Banyak pepatah yang disampaikan oleh beliau dalam pidato tersebut. “Menjadi orang pandai ada gurunya, tetapi menjadi orang mujur tak ada gurunya”, ujar beliau dalam penyampaiannya. Sesi pertama ditutup dengan pembicara ketiga yakni Ali Masykur Musa. Diakhir materi, beliau mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempertemukan agama Islam dengan Pancasila.
Usai  sesi pertama dan istirahat berakhir, Zastrow Al Ngatawi (Ketua LESBUMI) mengisi sesi kedua dengan tema,“Menggugah jiwa nasionalis dengan penghayatan makna budaya”. “Beragama tanpa kebudayaan akan menimbulkan dua tipe manusia, yaitu manusia yang menjadi malaikat dan manusia yang menjadi setan. Pancasila dan Islam tidak bisa dipisahkan”, katanya. Beliau tampil dengan ciri khas beliau yang begitu kental dengan budaya Jawa. Humor-humor ringan yang menggelitik pun menuai tawa hadirin.
Di penghujung acara, tim hadrah KMNU kembali tampil. Kali ini ditemani dengan rekan-rekan dari KMNU universitas lain. Lantunan sholawat simtudduror (mahallul qiyam) menggema di Auditorium Sumardi Sastrakusumah dan dibarengi dengan berdirinya segenap hadirin. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bachtiar Azizi, salah satu perwakilan dari IMAN (Ikatan Mahasiswa Nahdhiyyin) STAN.
Jakarta, NU Online
Warga NU merespon sangat baik adanya beasiswa ke empat Negara yang ditawarkan PBNU baru-baru ini. 

Sebagai tindaklanjut kesepakatan beasiswa NU ke empat negara (Taiwan, Aljazair, USA dan Australia) berikut beberapa persyaratan administratif yang harus dipenuhi :

1. Photocopy legalisir Ijazah terakhir
2. Photocopy legalisir Transkrip nilai
3. CV
4. Pasphoto ukuran 4×6 = 10 lbr
5. Rekomendasi dari NU setempat (PWNU atau PCNU atau MWC)
6. Sertifikat TOEFL terbaru (maksimal thn 2011) dgn skor minimal 500.

Persyaratan khusus :
1. Bagi yg melamar beasiswa ke Timur Tengah wajib mempunyai hafalan Qur’an, minimal 2 juz utk program S-1, 3 juz utk program S-2, dan 5 juz utk program S-3. 

2. Bagi yg mengajukan beasiswa ke USA, Taiwan, dan Australia, wajib bisa membaca al Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid (akan dilakukan test lisan dan tulisan di PBNU).

3. Khusus lamaran ke USA, persyaratan administrarif tersebut diatas diterima paling lambat tgl 10 Maret 2012. Permohonan yang masuk setelah tanggal tersebut diatas tidak dapat kami layani.


Untuk informasi selanjutnya, terkait beasiswa bisa menghubungi Ajat Sudrajat dengan nomor kontak 085312346312 dan email: sudradjat_lc@yahoo.co.id


Sumber : Beasiswa PBNU

Bogor, 15/2 (ANTARA)  –  Dua kader Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor, Ir Ifan Haryanto, MSc, dan Ir Alfian Futuhulhadi, MSi, pada Rabu dan Kamis (15/2)  mengikuti sidang ujian terbuka program doktor, untuk mempertahankan disertasinya masing-masing di hadapan tim penguji dan dewan guru besar IPB.

 

Dalam ujian promosi doktor itu, mereka akan mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan tim penguji dan dewan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB).


Promovendus Ifan Haryanto yang akan diuji pada sidang terbuka di kampus Darmaga, Kabupaten Bogor, merupakan mahasiswa S3 Program Studi Ekonomi Pertanian Pascasarjana IPB.


Sedangkan Alfian Futuhulhadi tercatat sebagai mahasiswa S3 Ilmu Statistik.


Ifan Haryanto mempertahankan disertasi dengan judul “Dampak Investasi Infrastruktur Transportasi Terhadap Penyerapan Kerja Sektor Industri dan Distribusi Pendapatan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat”.


Bersama sejumlah aktivis mahasiswa dan para akademisi IPB, Ifan Haryanto tercatat sebagai salah satu motor penggerak kegiatan-kegiatan NU IPB yang sangat menggeliat sejak 2007 hingga sekarang, melalui wadah Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).


KMNU aktif menggalang kaderisasi di IPB. Setiap pekan KMNU menyelenggarakan kajian isu-isu aktual melalui forum “bahtsul masail”.


KMNU juga aktif melakukan safari dari pesantren ke pesantren lainnya, yang tersebar di Kabupaten, dan Kota Bogor.


Keberadaan KMNU cukup efektif dan bisa diterima oleh civitas akademika IPB. Setiap tahun ratusan kader bergabung dengan KMNU.


Selain aktif mendorong kaderisasi KMNU, Ifan juga aktif dalam komunitas profesional muda “NU Circle”, yang berbasis di Cililitan, Jakarta.


Sejak 2008 hingga kini, NU Circle cukup aktif dalam memberdayakan potensi profesional NU, dengan mentor utama, Rais Syuriah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi.


Sejumlah intelektual dan aktivis LSM bergabung dengan NU Circle, yakni Yudi Latif, Teten Masduqi, dan tokoh-tokoh lainnya.


Ifan Haryanto juga tercatat sebagai salah satu pelopor Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) di Eropa.


Ia pernah mengabdi di PCI NU Inggris dengan mengemban amanah sebagai sekretaris tanfidziyah.


Sedangkan promovendus Alfian Futuhulhadi dijadwalkan mempertahankan disertasi ilmu statistik dengan mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Model Statistik untuk Pemuliaan Tanaman”, yang disidangkan secara terbuka di ruang sidang Lantai 6, Gedung Andi Hakim Nasution, kampus IPB Darmaga.


Alfian Futuhulhadi tercatat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang digagas KMNU IPB dalam beberapa tahun terakhir.


Selain itu, pada 1997-1998, Alfian tercatat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Bogor.


Alfian adalah putra bungsu dari sembilan bersaudara dari tokoh NU, KH Muchith Muzadi, dan keponakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.


Ujian terbuka disertasi Ifan Haryanto maupun Alfian Futuhulhadi dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh, intelektual, dan aktivis muda NU, baik dari lingkungan IPB maupun dari PBNU.


Sementara itu, pendiri KMNU IPB, Ahmad Fahir, MS.i mengapresiasi ujian terbuka disertasi kedua kader muda NU tersebut.


Menurut dia, keberhasilan kedua kader tersebut dalam meraih doktor IPB diharapkan dapat memicu motivasi kader-kader muda NU baik di IPB maupun kampus-kampus lainnya, agar dapat melanjutkan studi

hingga jenjang S3.


Fahir yang juga tercatat sebagai koordinator Pusat Pemberdayaan Santri dan Masyarakat (PPSM) mengemukakan, mewakili komunitas NU IPB, pihaknya ikut bangga dengan keberhasilan Ifan Haryanto, dan

Alfian Futuhulhadi dalam merampungkan studi doktor di IPB.


“Semoga ke depan semakin banyak lagi doktor-doktor yang lahir dari NU, yang diharapkan dapat berkontribusi maksimal dalam memberdayakan warga “nahdliyyin’. Kebangkitan intelektual akan mempercepat langkah NU dalam memberdayakan ‘nahdliyyin’ dan bangsa,” katanya.


Sumber: Antara Bogor