Categories
Uncategorized

Tetap Hidup dengan Tumpang Pitu

 

Oleh Muhammad Afifuddin Abdurrosyid Kamil, awardee Muamalat Scholarship

Dibalik kemajuan ekonomi Kabupaten Banyuwangi selama 10 terakhir, ternyata masih menyimpan sebuah rahasia besar berupa perampasan kesejahteraan yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan tambang emas. Perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kepada perusahaan tambang emas atas eksploitasi Bukit Tumpang Pitu yang berstatus sebagai hutan lindung, membuat masyarakat semakin tidak berdaya dalam memperjuangkan haknya. Tindakan represif yang selalu dilakukan oleh aparat kepada masyarakat saat aksi damai berlangsung membuat saya yakin bahwa perusahaan dan pemerintah sedang bekerjasama untuk membabat habis kekayaan alam di Hutan Lindung Bukit Tumpang Pitu tanpa mempedulikan nasib masyarakat setempat.

Demo aksi penolakan dan pemasangan listrik di tambang emas Tumpang Pitu yang terjadi pada tahun 2017 merupakan puncak kemarahan dari masyarakat Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi. Kemarahan masyarakat ini dipicu oleh kehadiran perusahaan tambang yang dianggap telah melakukan pengerusakan ekosistem alam di kawasan hutan lindung tersebut. Hutan dan pantai yang menjadi lahan utama mata pencaharian mereka sudah tidak bisa lagi diandalkan, limbah tambang yang dibuang sembarangan tanpa melakukan kajian  AMDAL yang benar membuat seluruh mata air, pantai, dan tanah yang ada di kawasan tersebut tercemar. Sebagian masyarakat desa terpaksa pindah ke daerah lain karena kebutuhan ekonomi mereka tidak lagi dapat terpenuhi dan sebagian lagi memutuskan untuk bertahan memperjuangkan hak mereka. Selama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi masih belum mencabut izin dari perusahaan tambang di kawasan Bukit Tumpang Pitu, selama itu pula konflik antara masyarakat dengan perusahaan tambang akan terus berlanjut. Sampai saat essai ini ditulis, perusahaan tambang masih melakukan aktivitasnya dan masyarakat masih terus bertahan memperjuangkan hak yang telah dirampas oleh perusahaan.

Sejak Tahun 2012, setidaknya terdapat 4.998 hektar dan 6.623 hektar kawasan Hutan Lindung Bukit Tumpang Pitu yang dikuasi oleh PT BSI dan PT DSI (Grup PT Merdeka Copper Gold, Tbk). Tidak kurang dari 75% luas kawasan Bukit Tumpang Pitu terancam menjadi sebuah lubang galian raksasa. Kehancuran Bukit Tumpang Pitu akibat alih fungsi lahan membuat masyarakat takut kehilangan “pagar alam” yang selama ini telah melindungai mereka dari ancanaman tsunami seperti yang terjadi pada tahun 1994. Aktivitas eksploitasi ini tidak hanya menjadi sumber masalah konflik sosial antara masyarakat dengan perusahaan tambang, namun sudah mulai merambat ke permasalahan ekonomi dan isu lingkungan.

Berbagai upaya telah dicoba untuk mendamaikan kedua belah pihak, tak kurang dari puluhan negosiasi telah disepakati dan sebanyak itu pula kesepakatan tersebut dikhianati. Pada akhirnya masyarakat sudah terlalu geram dengan upaya-upaya damai yang dilakukan, sehingga mereka sudah bulat memutuskan untuk melawan dan melanjutkan konflik sampai perusahaan bersedia angkat kaki dari Bukit Tumpang Pitu sebelum kawasan tersebut benar-benar hancur. Hanya ada dua pilihan bagi masyarakat, pertama mereka harus membuat perusahaan angkat kaki dari kampung halaman mereka atau mereka sendirilah yang harus meninggalkan kampung halamannya.

Sampai saat ini belum ada solusi untuk permasalahan Bukit Tumpang Pitu. Oleh karena itu, masyarakat desa kawasan Bukit Tumpang Pitu mengajak seluruh lapisan masayarakat Banyuwangi untuk mendukung mereka. Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan semakin banyak perusahaan besar lain yang datang ke daerah Kabupaten Banyuwangi untuk melakukan pengerusakan alam seperti di Bukit Tumpang Pitu. Saya, sebagai bagian dari masyarakat terdampak hanya berharap untuk tetap bisa hidup bersama Bukit Tumpang Pitu baik dengan bantuan pemerintah maupun tanpa bantuan pemerintah.

Categories
Uncategorized

Struktur Sosial Perempuan Nelayan dalam Perspektif Sains dan Agama  

Peran perempuan merupakan faktor penting dalam menstabilkan ekonomi keluarga masyarakat khususnya nelayan (capture fisheries).  Strategi yang ditempuh oleh rumah tangga nelayan dalam ketidakpastian ekonomi mendorong perempuan nelayan untuk ikut serta dalam mencari nafkah. Disisi lain perempuan nelayan juga lebih dominan dalam mengatur pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

Pada umumnya perempuan nelayan hanya menjalankan fungsi domestik dan ekonomi, namun dalam aspek kemasyarakatan, perempuan nelayan mampu menciptakan pranata-pranata sosial yang penting bagi stabilitas social pada komunitas nelayan. Seperti kegiatan pengajian, simpan pinjam, dan arisan yang mempunyai arti penting dalam membantu mengatasi ketidakpastian penghasilan ekonomi keluarga. Selanjutnya, Apakah boleh seorang perempuan mencari nafkah? Bagaimana hukumnya?

Pertama: Pada dasarnya perempuan mempunyai kedudukan yang mulia didalam Islam, kodrat perempuan adalah untuk dimuliakan dan dilindingi. Oleh karena itu, dalam  rumah tangga laki-laki lah yang lebih berperan dalam mencari nafkah di luar rumah. Sedang istri berada di rumah mengatur urusan rumah tangga, mendidik dan membersamai anak.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzâb [33]: 33)

Kedua : Berdasarkan dalil berikut, ulama memperbolehkan (dengan syarat):

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِر  الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِير.

Dan tatkala ia (Musa) sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.

Adapun syarat-syarat tersebut diantaranya:

  1. Seorang perempuan bekerja di luar rumah apabila ada kebutuhan untuk itu, tanpa melalaikan tugas pokoknya di dalam mengurus rumah tangga.
  2. Dia bekerja setelah mendapatkan ijin dari suami atau orang tuanya, jika tinggal bersama mereka.
  3. Dia bekerja pada bidang yang sesuai (dengan tabiat perempuan).
  4. Dia bekerja pada tempat kerja yang tidak ada di dilamnya hal-hal yang diharamkan Allah SWT (seperti  khalwat atau ikhtilat).
  5. Menjaga adabnya sebagai wanita Muslimah dan menjauhi hal yang terlarang.
  1. Pekerjaan yang ia kerjaan adalah pekerjaan yang halal.

Rumah Tangga merupakan dua istilah kata yang dikelola sedemikian rupa oleh sepasang manusia, suami dan istri  untuk saling melengkapi. Sebagaimana Sabda Rosulullah SAW :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR. At Tirmidzi)

Rasulullah SAW juga bersabda, “Jika seorang perempuan melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana yang kamu kehendaki.”

Islam merupakan agama yang syamil mutakamil  (sempurna dan menyeluruh). Ajaran islam sangat komprehensif dan terperinci. Islam mengatur segala aspek kehidupan, tak terkecuali keluarga.   Terdapat puluhan ayat Al-Qur’an dan ratusan hadits Baginda Nabi SAW yang membahas permasalahan keluarga. Islam memang memberikan perhatian besar dalam hal penataan keluarga. Hal ini terbukti, bahwa seperempat bagian dari fiqh (hukum islam) yang dikenal dengan rub’ul munakahat  (seperempat masalah fiqih nikah) berbicara tentang keluarga.

Demikianlah, dalam berumah tangga idealnya tak bisa dibangun hanya oleh suami saja, istri juga memiliki  peran yang sangat penting. Begitupula sebaliknya, tanpa suami seorang istri akan kerepotan mengurus keluarga. Pada masing-masing laki-laki dan perempuan ada peran yang tak bisa digantikan.  Antara suami dan istri masing-masing saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain. Sekuat apapun laki-laki, tanpa perempuan ia takkan mampu meletakkan kata “tangga” setelah “ rumah”, begitupula sebaliknya.

Wallahu a’lam.

Penulis :

Akhmad Nurhijayat, SPi (Social-Ecological System Of The Oceans Lab – FPIK IPB)

Azif Muthon, Lc (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab)

Categories
Uncategorized

Cegah Radikalisme KMNU IPB Gelar Seminar Kebangsaan

Categories
Uncategorized

Komunitas Berprestasi : Berprestasi Sambil Ngaji

Komunitas Berprestasi – Bagi sebagian mahasiswa, menulis atau membuat laporan praktikum menjadi hal yang tidak begitu menarik. Permasalahan ini bukan hanya karena topik yang membosankan, lebih jauh lagi karena waktu pengerjaannya yang tidak masuk akal (amat sangat mepet deadline). Akibatnya muncul permasalahan seperti ini, minat untuk terus mengembangkan inovasi menjadi menurun. Padahal hal ini jika dipelajari bersama – sama akan terasa lebih mudah dan cepat selesai.

Di KMNU ini telah berjalan selama tujuh angkatan Komunitas Berprestasi “Kompres” yang digagas oleh Ikrom Mustofa KMNU 48. Beliau merupakan mahasiswa berprestasi nasional II dan santri berprestasi nasional pada masanya.

Dengan di bawah naungan Divisi PSDM pada Kabinet An-Nahl, Kompres diarahkan tidak hanya untuk mahasiswa yang tertarik kepada bidang kepenulisan ataupun lomba ilmiah. Kompres diarah untuk pengembagan soft skill dari civitas KMNU, baik dibidang kepenulisan, debat, bahasa, maupun lain-lainnya. Kompres menjadi salah satu jalan untuk menemukan kepercayaan diri dan memantaskan diri demi hal-hal  yang idealnya dimipikan oleh mahasiswa, mislnya Duta IPB, Mapres, atau cabang yang lain dapat bergabung disini. Akan tetapi, semua itu butuh proses dan keistiqomahan untuk itu, pertemuan Kompres rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan kegiatan-kegiatan yang sudah tersusun dalam Kurikulum Kompres terbaru.

Kompres memilik visi  yaitu “Membentuk Generasi KMNU yang Berprestasi, Disiplin, dan Berbudi Pekerti Luhur Melalui Pengembangan Softskill”. Terkait dengan tujuan besar selanjutnya. Tahun ini Kompres merencanakan untuk dapat memfasilitasi pembuatan pasport bagi setiap anggotanya. Hal ini ditujukan agar suatu saat anggotanya dapat mengikuti berbagai kegiatan tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Semoga dengan dibuatnya paspor ini, setidaknya seluruh anggota Kompres dapat merasakan pengalaman ke luar negeri (sesuai salah satu impian yang dituliskan di Masa Pengenalan Kuliah Mahasiswa Baru hehe )

Dari seluruh tujuan besar yang telah direncanakan, sebenarnya terdapat satu hal besar yang ingin sekali dicapai, yaitu menjadikan  anggota Kompres sebagai generasi penerus yang memiliki semangat perjuangan para pendahulu NU dan KMNU. Suatu saat nanti, dengan apa yang sudah diperoleh selama menapkkan kaki di Kampus Inovasi terbaik bangsa ini, diharapkan mereka dapat bermanfata sesuai bidangnya masing-masing dan memberikan dampak bagi negara dan NU.

Akhirnya, dengan penuh semangat dibawah arahan para Pembina, Ketua KMNU, dan Divisi PSDM, serta tak lupa teman – teman semua dari KMNU, semoga salah satu program kerja ini dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan. Aamiin..

#AyooGabungKompres

Sekretariat KMNU IPB, 1 Desember 2019

Pertemuan Terakhir Di Semester Ganjil (Minggu Ketiga)

Kontributor : Yofi

Editor : Mila

Categories
Uncategorized

Mahasiswa IPB Peringati Maulid Nabi bersama KMNU

Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB telah menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi di Koridor Media Center IPB, Fakultas Pertanian, pada sabtu (9/11). Rangkaian acaranya terdiri dari pembacaan Maulid Diba (teks sejarah dan selawat Nabi Muhammad) dan mauidhah hasanah.

Pembacaan maulid diba’ diiringi oleh tim hadroh KMNU IPB. Setelah itu, ada mauidhah hasanah yang dibawakan oleh Ust. Hamzah Alfarisi dan Ust. Ainun Naim. Adapun yang beliau sampaikan adalah refleksi dan esensi dari Maulid Nabi, cinta kepada Nabi Muhammad, serta pemaknaan Maulid Diba.

Acara ini dihadiri lebih dari 200 orang dan disirarkan langsung melalui akun instagram KMNU IPB (@kmnuipb). “Mahasiswa IPB ternyata punya antusiasme yang tinggi dengan tradisi perayaan Mauild Nabi sebagai wujud cinta kepada Nabi Muhammad. Ini juga bukti bahwa sebenarnya warga Nahdliyin banyak pula di IPB,” tanggapan M. Afifuddin A. K., ketua KMNU IPB 2019/2020.

Categories
Uncategorized

Rehat Setahun, Bertani dan Bersholawat Kembali Mewarnai Kampus Institut Pertanian Bogor

KMNU IPB – Bertani dan Bersholawat diagendakan kembali oleh mahasiwa Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) sekaligus anggota KMNU Institut Pertanian Bogor pada hari kamis (7/11) di Koridor Pinus Fakultas Pertanian IPB. Pada sambutannya di awal acara, Alif Ibrahim (KMNU IPB 55) sebagai ketua pelaksana mengaharapkan acara Bertani dan Bersholawat dapat dirutinkan kembali.  Tema acara ini, “Kembali ke khittah pertanian Nusantara”, dan konsep acara yang unik menarik minat mahasiswa hingga yang berasal dari  departemen dan fakultas lain.

Acara dimulai dengan pembacaan maulid dan sholawat lalu dilanjutkan dengan materi. Materi dibawakan oleh dua mahasiswa senior AGH, Ahmad Fauzi Ridwan (Mas Gus Ridwan) dan Abdul Mujiib (Ki Ngabdoel Lemper). Kedua pembicara menyampaikan bahwa pertanian haruslah selaras dengan ritme alam seperti yang dilakukan oleh leluhur dulu ketika revolusi hijau belum merebak di Nusantara. Tanah harus dijaga kualitasnya dengan sebaik mungkin, contohnya dengan memberi jeda tanam agar tanah dapat pulih setelah ditanami.

Rangkaian terakhir dari acara tersebut adalah tanya-jawab. Pertanyaan yang diajukan hadirin seputar pertanian organik serta hama dan penyakit. Ki Ngabdoel menekankan, “Mahasiswa IPB harus mengetahui agriculture principles.” Yaitu, pertanian yang selaras dengan alam. Mas Gus Ridwan menambahkan apabila lingkungan tumbuh tanaman sehat, maka tanaman akan sehat dan terhindar dari serangan hama maupun penyakit. Suasana yang dibentuk sepanjang acara yaitu santai dan akrab sambil menikmati hidangan kopi, kedelai rebus, dan bubur kacang hijau. [HR]

Categories
Sastra, Puisi, dan Humor Uncategorized

Titik Tanpa Koma  

Oleh:Jocker fine

 

Titik tanpa koma

Ikatan pasti yang mengandung makna

Ini masalah berhenti bukan hanya sekedar untuk berjeda diri

Sudah terlalu jauh kaki melangkah

Hingga lupa akan arah

Yah sekarang saat nya berhenti Seperti titik

Tak perlu ragu dan tak boleh surplus kendali lagi

Jeda biarkan yang lain terjeda tapi aku tidak

Aku harus titik

Titik yang akan menjadi penunjuk arah

Arah baru pembawa berkah

Titik tanpa koma

Keputusan mutlak tanpa ada toleransi

Sekali yakin maka harus tetap yakin

Pilihan hidup yang susah

Jangan sampai membuatmu gentar dan mencooba berubah arah

Yah itulah titik tanpa koma