, ,

Aku, KMNU, Prestasiku sebagai Mahasantri di Kampus Pertanian

Anggota dari Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama IPB tidak berhenti untuk berprestasi, selain memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu bukan tidak mungkin untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari dengan mengikuti sebuah ajang kompetisi. Memiliki…
, ,

Malu dan Takdim Terhadap Santri

Jujur ketika saya masih kecil, saya suka sekali dengan cerita cerita bernafaskan islami, mulai dari sejarah sejarahnya, hingga shirah nabawiyah, dan salah satu tokoh sahabat yang saya idolakan adalah Sayyidina Umar Ibn Khattab yang menurut saya…
#dirumahaja merupakan opsi terbaik untuk menghadapi wabah covid-19. Selain menjaga diri sendiri yang terpenting adalah menjaga orang lain agar tidak tertulari virus yang mungkin kita bawa. Nah, selama di rumah hal apa saja yang bisa kita lakukan? Bekerja dari Rumah (WFH) Perlu diingat bahwa work from home ini tidak bisa dilakukan semua orang meskipun menjaga diri dan orang lain adalah kewajiban setiap umat. Hal ini dikarenakan tidak semua orang bekerja di tempat yang memperbolehkan pekerjanya bekerja dari rumah. Nah untuk pekerjaannya harus keluar rumah tetap waspada ya. Selain hati, ada kesehatan juga yang harus dijaga. Belajar dan Ujian dari Rumah #dirumahaja bukan berarti libur corona ya gaes. Kampus tidak meliburkan mahasiswanya, namun mengganti metode belajar menjadi daring. UKT yang sudah dibayar jangan sampai disia-siakan dengan malas-malasan. Mengirim Artikel ke Redaksi KMNU IPB Berkarya tidak harus dengan menulis artikel lalu mengirimkannya ke redaksi KMNU IPB, tetapi ini adalah opsi. Kamu juga bisa berkarya sesuai hobimu, bisa dengan buat desain-desain, gambar, video, atau yang lainnya sesuai hobimu. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dengan cara-cara sederhana dan dimulai dari lingkungan rumah anda seperti mencuci tangan, menjaga kebersihat toilet, menjaga kebersihat mulut, dan menjaga kebersihan badan. Menonton Video di YouTube Daripada gabut ­­ra jelas, mending kita isi waktu kita dengan menonton video-video yang bermanfaat di YouTube. Rekomendasinya untuk yang suka sesuatu yang berbau sosial-kreatif kalian bisa buka kanal Froyonion dan cretivox. Untuk yang suka podcast bisa mampir ke kanal Youtube-nya Deddy Corbuzier dan Raditya Dika. Jika kamu menyukai hal yang berbau klenik tapi mengandung unsur sejarah silahkan ke Kisah Tanah Jawa. Terakhir jika kamu tidak mempunyai kuota internet silahkan membeli terlebih dahulu, jangan sampai kamu membuka dan menunggu video berputar sampek tuwek tetapi tidak mempunyai paket internet. Karena sesungguhnya anda telah melakukan sesuatu yang tidak berguna. Membaca Qur’an Qur’an merupakan obat hati dari Allah SWT yang sangat ampuh menyembuhkan penyakit hati. Karena selain jasadmu yang harus sehat, hatimu juga harus sehat. Apalagi untuk para jomblo, hati itu ibarat rumah. Jika rumahmu kotor dan rusak siapa yang akan mau menetap, begitupun dengan hati. Membaca Buku Membaca adalah hal penting dalam kehidupan manusia untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan informasi. Buku sebagai jendela dunia pasti sudah tidak asing lagi, karena dengan buku, pembaca seakan dapat menikmati pengalaman di dunia lain, di dunia yang ia tak pernah pijakan kakinya tetapi dapat ia rasakan dan pikirkan, dan, tentu saja dapat diambil manfaatnya. Namun buku juga dapat menjadi pulau-pulau jika dipakai untuk bantalan. Sesuaikan dengan Kebutuhan Kamu Setiap orang tentunya mempunyai aktifitas dan kebutuhan yang berbeda-beda. Jadi tetaplah melakukan kegiatan makan, minum, mandi, dan rebahan di rumah masing-masing. Selalu Memberi Kabar Kepada Keluarga              Kominfo/MA
, ,

Hal yang Bisa Dilakukan Ketika #dirumahaja

#dirumahaja merupakan opsi terbaik untuk menghadapi wabah covid-19. Selain menjaga diri sendiri yang terpenting adalah menjaga orang lain agar tidak tertulari virus yang mungkin kita bawa. Nah, selama di rumah hal apa saja yang bisa kita lakukan? Bekerja…
Mendengar kata pendidikan di Indonesia tak ubahnya membayangkan kesemrawutan pendidikan di era reformasi. Mari kita tengok pendidikan di Era orde baru, walaupun belum terlalu tersebar secara, tetapi kualitas pelajar yang dihasilkan secara integritas lebih unggul daripada pelajar di era milenial ini. Tidak bermaksud untuk menjunjung tinggi pendidikan di zaman orba, tetapi itulah yang terjadi di lapangan. Bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, ingin membentuk pendidikan di Indonesia yang menyenangkan bagi para pelajar, maka dibuatlah oleh beliau tempat mengampu ilmu yang bernama “Taman Siswa”, tetapi hal itu nampaknya kurang disetujui oleh bangsa kita. Hal ini terlihat pada era ini, masyarakat terlalu memperbandingkan cara belajar negara Indonesia dengan negar Finlandia yang disebut-sebut sebagai negara dengan pendidikan terbaik di Dunia. Seharusnya bangsa kita yang katanya “gemah ripah loh jinawi” ini dapat berkembang dengan pesat. Indonesia tidak dipungkiri lagi memiliki kekayaan alam yang luar biasa jumlahnya. Menurut para pujangga, Indonesia adalah negeri “cipratan” Surga yang luruh ke bumi. Tetapi sangat disayangkan, pendidikan di Indonesia berada di posisi 62 dari 72 negara yang disurvei oleh PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2015. Secara garis besar, pembangunan gedung pendidikan di Indonesia bertambah, partisipasi siswa yang mengikuti pembelajaran di sekolah juga bertambah, angka melek huruf di Indonesia juga terus meningkat. Namun, pembangunan gedung yang meningkat tersebut kurang disertai pembangunan tenaga pendidik di Indonesia. Selain itu, kualitas moral pelajar di Indonesia terus menerus mencitrakan keburukan, contohnya yaitu pembunuhan seorang guru di Sampang dan kriminalisasi guru di Makassar. Semestinya pemerintah di Indonesia dan masyarakat menciptakan kondisi pendidikan yang baik dan bagus bagi para pelajar. Pemerintah bisa membuat peraturan yang berguna untuk memberikan imun bagi para pendidik, peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan memberikan kegiatan lokakarya dan mengirim para tenaga pendidik terpilih untuk berkuliah lagi, memberikan insentif yang lebih besar bagi sekolah, guru, maupun pelajar yang dapat menemukan inovasi-inovasi baru, pengembangan inovasi ke khalayak ramai agar inovasi yang telah ditemukan tidak hanya menjadi pajangan di Kemendikbud/sekolah-sekolah, tetapi juga dapat dinikmati sebagai oleh masyarakat, pemerataan pendidikan dengan mengirim guru-guru ke daerah-daerah tertinggal dengan disertai pembangunan infrastruktur yang cepat dan baik. Masyarakat juga memiliki peran yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, masyarakat harus sadar terlebih dahulu bahwa pendidikan sangatlah penting dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Salah satu cara untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yaitu pengiriman relawan-relawan ke daerah pelosok seperti yang dilakukan oleh Indonesia Mengajar. Sebagai kesimpulan, pendidikan adalah penerang ketika kita berada di kegelapan. Tanpa adanya kesadaran pendidikan di dalam jiwa masing-masing, maka sudah pasti individu yang menolak pendidikan akan tenggelam dikenyam zaman atau mungkin menjadi salah satu contoh kegagalan pembentukan generasi penerus sejarah. Selain pendidikan secara akademik, pendidikan moral setiap individu juga harus ditanamkan sedari dini. Saat itulah peran orang tua terkhusus ibu sebagai sekolah pertama bagi anaknya menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
, ,

Kita untuk Pendidikan di Indonesia

Mendengar kata pendidikan di Indonesia tak ubahnya membayangkan kesemrawutan pendidikan di era reformasi. Mari kita tengok pendidikan di Era orde baru, walaupun belum terlalu tersebar secara, tetapi kualitas pelajar yang dihasilkan secara integritas…