Oleh : M. Zimamul adli

“Kalau ada sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi, Kalau Gus Zimam mau pulang, bolehlah beliau berbagi rezeki”

Kelas Pemikiran KMNU IPB adalah satu dari beberapa forum diskusi yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembalikan spirit dan pola pikir pejuang sejati KMNU. “Kalau ada sumur diladang bolehkah kita menumpang mandi, Kalau gus zimam mau pulang, bolehlah beliau berbagi rezeki”. Rezeki mempunyai makna luas bukan hanya materi semata, sesungguhnya rezeki yang sebenarnya adalah ilmu. Dalam hal ini ilmu yang akan di bahas adalah ilmu keKMNU-an pada hari Rabu (16/03) di Ruang diskusi LSI IPB. KPK kali ini mengundang salah seorang founding father KMNU IPB, M. Zimamul Adli.

Insan-insan KMNU memerlukan asupan spirit dalam perjuangannya dikampus. Terkadang kekuatan maksimum dari sebuah spirit ditemukan dalam ketidakjelasan. Justru ide ide cemerlang pun terlahir dari hal sederhana yang membawa makna. Unsur silaturahmilah yang patut ditekankan dalam hal ini. Kekeluargaan itu bukan kumpul kalau ada rapat saja tapi juga kumpul yang sejatinya memang karena sebuah rasa. “Kita melakukan sesuatu di KMNU bukan karena jadi pengurus, tapi semua itu karena RASA”. Ingatlah bahwa “Kekeluargaan ini akan bermakna, ketika kumpul kita ini bukan karena suatu alasan”

Mempertahankan ego sendiri dalam membangun sebuah organisasi berbasis kekeluargaan bukanlah solusi yang tepat. Rasa kecewa tidak dapat dijadikan sebagai sebuah alasan untuk kita berhenti dalam berjuang, namun dengan rasa kekecewaan tersebut kita perlu tahu hal apa yang sebenarnya ada pada keluarga kita yang belum kita pahami. Dan jangan pernah punya alasan untuk berhenti berjuang di KMNU. Dengan hanya alasan-alasan yang tidak masuk akal. Kita diam salah, kita bergerak salah. Perlu dilakukan pertimbangan hal apa yang lebih banyak manfaatnya, bergerak atau diam.“Jangan sampai murtad dari KMNU walau sekecewa apupun.”

Salah satu solusi dalam mengatasi rasa kekecewaan dalam hati adalah temukan satu atau beberapa orang yang dapat mengerti, mempunyai visi dan misi yang sama dalam berjuang dan jadikan dia sebagai tempatmu untuk berbagi dan mencari solusi yang sederhana. Ingatlah bahwa KMNU berdiri tegak dan masif di IPB dibangun dari hal kecil dan sederhana yang diistiqomahkan. Maka hal itulah yang seharusnya kita komitmenkan dan istiqomahkan untuk diri kita sendiri karena ketika usaha sudah mentok ada faktor X yang akan berperan (buah dari sebuah keistiqomahan). “Jadilah orang yang dikuatkan atau menguatkan orang lain “.

Salah satu dari peserta KPK edisi 1 berkata bahwasannya besar harapannya untuk ada KPK edisi 2 dan selanjutnya mengingat kelas pemikiran ini memberikan energi positif dalam berjuang “saya berharap nantinya akan ada KPK 2, KPK 3, KPK 4 dan seterusnya, jujur saya merasa bahwa hal yang semacam ini memang sumber dari sebuah spirit”

“Ketika di kampus waktunya serius, ketika di kamar wakunya galau, hanya di KMNUlah canda dan tawa tertuangkan” (Alkatsumi 2016)

Edisi 23 Nahdlatul Qolam (NQ) ini terbit bersamaan dengan momen KMNU Day yang merupakan hajat tahunan dari KMNU IPB untuk mengukuhkan silaturahim di antara semua angkatan KMNU IPB. Karena momen KMNU Day adalah momen yang digadang-gadang akan rasa kekeluargaannya, maka tema dari NQ kali ini juga tentang kekeluargaan.

Konten:
1. Kekeluargaan, Bagian dari Lita’rofu
2. Bagaimana Kita Bercanda dalam Keluarga yang Terorganisir?
3. Press release: KMNU IPB Ikuti Pelatihan Videografi
4. Informasi jadwal CLUB KMNU IPB

Download buletin Nahdlatul Qolam Edisi 23 disini:
Nahdlatul QOlam edisi 23

Nahdlatul Qolam: “Berkhidmat untuk umat, bersama untuk meraih ridho Illahi”

-Tim Redaksi KMNU IPB-

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ (66)
Artinya:
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (16: 66)

Sebelum membahas tentang judul di atas perlu kita ketahui apakah itu peternakan? Apakah itu ternak? Read more

Bagaimana mungkin bumi haus air ? bukankah pada penampakan citra satelit bumi diselimuti dengan air ? karena 97,3 persen air laut yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia dan hanya kurang dari 3 persen komponen air tawar yang memadai untuk konsumsi sehari-hari.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala ssuatu yang hidup maka mengapakah mereka tiada juga beriman (QS Al-anbiya’: 30)” Read more

Sebagai bahan diskusi pada forum Nahdlatul Fikr, Jumat 10 April 2015
Oleh : Hasan Bisri, Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al Anbiya’: 107) Read more

Kembali lagi dengan kami dalam sebuah diskusi yang dinanti-nanti oleh orang orang yang haus akan ilmu. Masih di tempat yang sama dan suasana yang hampir sama, pun dengan suara hujan dan hembusan angin yang ikut menyejukkan suasana diskusi kali ini. Sejuk hati dan sejuk pikiran, setelah kuliah terakhir di setiap minggunya, dan dengan beragam tugas serta laporan yang sudah melambai-lambai untuk dikerjakan. Read more

Jum’at, 19 Desember 2014, kali ini forum diskusi Nahdlatul Fikri mencoba mengulas sebuah tema yang sangat penting dalam era saat ini. Tema kali ini mengenai “ Media Komunikasi”. Yah, dimana kita tahu, sekarang ini eranya adalah era hybrid, dimana begitu mudahnya untuk berkomunikasi, mencari apapun yang kita mau. Dunia kini ada dalam genggaman tangan kita. Read more