Open Rekruitmen Anggota KMNU IPB 2012/2013

Open rekruitmen ini merupakan  program tahunan KMNU IPB yang bertujuan untuk menjaring  mahasiswa IPB baik NU maupun bukan NU yang mana bersama-sama untuk melestarikan tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) dan OR ini tak terkecuali angakatan berapapun bisa mendaftar tingkat 1 maupun tingkat akhir.

Mohon sebarkan informasi ini ke semua warga IPB khususnya warga nahdliyin dan apabila sahabat-sahabat ada  mengalami keterlambatan daftar OR KMNU IPB dari tanggal yang ditentukan maka segera hubungi CP yang tertera dibrosur guna untuk mencari informasi lebih lanjut.

Guna memudahkan sahabat-sahabat yang ingin mendaftar OR KMNU IPB, untuk mahasiswa TPB bisa mengambil formulir pendaftaran di PJ Gedung yang telah ditunjuk yaitu:
C1 : Hamdan (085852668900)
C2 : Yasin (085740305254)
C3 : Hasan (085740955532)
C4 : Alsa (085727157161)
A1 : Afi (085733863756)
A2 : Afifah (085649520584)
A3 : Arini (085727703170)
A4 : Rofi (085790212270)

dan untuk memudahkan formulir bisa download disini 

Beasiswa S1-S2-S3 Arab Saudi untuk Kader NU

Jakarta, NU Online
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Kerajaan Arab Saudi membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para kader NU untuk melanjutkan pendidikan tinggi di universitas-universitas negeri di Arab Saudi pada tahun ajaran 2013/2014.

Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU Ahmad Ridho dan Ahmad Sudrajat menyatakan, program beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Syuriyah-Tanfidziyyah PBNU dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi H. Gatot Abdullah Manshur dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Bapak H. Zakaria Anshari pada 15 Juli 2012 di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah,  khususnya tentang peningkatan kapasitas kader-kader NU melalui pendidikan, dan sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar RI di Riyadh H. Muhammad Luthfi Zuhdi.

Menurut informasi yang diterima oleh biro kerjasama beasiswa PBNU dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh bahwa proses pendaftaran untuk memperoleh kesempatan belajar di Arab Saudi segera di mulai pada awal bulan Agustus 2012 ini.

Untuk itu, Adikbud meminta kepada Biro Kerjasama Beasiswa PBNU. agar sesegera mungkin menyebarluaskan informasi ini kepada warga NU di seluruh Indonesia bahkan kepada warga NU yang berada di luar negeri yang terhimpun dalam PCINU.

Ditambahkan oleh Adikbud bahwa pemerintah Arab Saudi memberi peluang kepada mahasiswa asing khususnya mahasiswa Indonesia untuk mendaftarkan diri di seluruh jenjang  studi baik Strata 1 (S-1), Strata 2 (S-2), dan Strata 3 (S-3) semua jurusan/program studi  kecuali jurusan Kedokteran, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat yang hanya dikhususkan bagi warga negara Arab Saudi mengingat minimnya ketenagaan lokal yang dimilikinya. Dijelaskan oleh Adikbud bahwa pemerintah Arab Saudi  akan memberikan beasiswa penuh kepada mereka yg dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru di Arab Saudi ini.

Adapun persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dalam pengajuan permohonan untuk memperoleh kesempatan belajar di Arab Saudi adalah :


A. PERSYARATAN UMUM

1. Warga Negara Indonesia, berusia serendah-rendahnya 19 tahun dan setinggi-tingginya 42 tahun.

2. Membuat 2 (dua) lembar surat permohonan,  yang pertama ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama c.q Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU. Dan permohonan yang kedua ditujukan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi di Riyadh, dengan mencantumkan jenjang studi (S1/S2/S3) dan jurusan/program studi yang diinginkan (keagamaan/non keagamaan/sains/teknologi).

3. Melampirkan surat rekomendasi dari pengurus wilayah / pengurus cabang / pengurus anak cabang Nahdlatul Ulama terdekat.

4. Melampirkan fotocopy legalisir ijazah terakhir beserta transkrip nilai (stempel basah, bukan stempel photocopy).

5. Melampirkan Daftar Riwayat Hidup terbaru dalam format Microsoft Word 97-2003, dengan mencantumkan keterangan tentang orang tua dan pekerjaannya. Daftar Riwayat Hidup ini diketik di atas kertas putih polos ukuran A4, font Time News Roman ukuran 12, spasi 1,5.

6. Melampirkan photocopy akte kelahiran 

7. Melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku, dari Kepolisian Resort (Polres Kabupaten/Kota) atau Kepolisian Daerah (Polda Propinsi) setempat. 

8. Melampirkan Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter pemerintah yang masih berlaku, disertai surat keterangan bebas HIV/AIDS dan surat keterangan bebas narkoba (dari rumah sakit pemerintah, bukan dari Puskesmas). 

9. Melampirkan photocopy paspor yang masih berlaku minimal 6 (enam) bulan atau lebih.

10. Melampirkan pas photo berwarna terbaru ukuran 4×6 sebanyak 6 (enam) lembar, dengan latar belakang warna biru, dan tidak diperkenankan memakai kacamata.

11. Bagi pelamar beasiswa jurusan keagamaan dan sosial (non sains dan teknologi), Seluruh dokumen tersebut di atas diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Penterjemah Resmi Tersumpah, serta dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Rep. Indonesia Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Rep. Indonesia Jakarta (kecuali nomor 2, 3,  5, dan 9).

12. Bagi pelamar beasiswa jurusan sains dan teknologi, seluruh dokumen di atas diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Penterjemah Resmi Tersumpah, serta dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Rep. Indonesia Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Rep. Indonesia Jakarta (kecuali nomor 2, 3, 5 dan 9).

13. Bagi seluruh pelamar beasiswa, Khusus untuk terjemahan ijazah dan transkrip nilai, setelah diterjemahkan dan dilegalisasi di Kemenkumham RI dan Kemenlu RI, harus dilegalisasi pula oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta.

14. Bagi pelamar beasiswa yang ingin menterjemahkan dokumen2 di atas baik ke dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris, dapat melakukannya di kantor biro kerjasama beasiswa luar negeri PBNU, dgn alamat Gd. PBNU lantai 8 ruang 802, Jln. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat 10310, dengan cara menyatakan keinginannya tersebut baik lisan maupun tulisan. Adapun syarat dan ketentuannya dapat ditanyakan langsung kepada koordinator program ini (Bapak Ahmad Ridho/Bapak Ahmad Sudrajat) 

15. Seluruh persyaratan tersebut di atas di masukkan ke dalam map ukuran folio dengan ketentuan :
– warna biru untuk program S-1,
– warna kuning untuk program S-2 ;
– warna hijau untuk program S-3.

Berkas dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup dan ditujukan kepada Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama c.q Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU (Attn Bapak Ahmad Ridho / Bapak Ahmad Sudrajat), diantar langsung atau dikirim ke alamat Gd. PBNU Lantai 3, Jln. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat 10310.

Seluruh persyaratan tersebut di atas, dibuat dalam bentuk soft copy (scanning), dan dikirimkan melalui email ke alamat : marhaban2007@yahoo.com , dengan mencantumkan nama pada setiap judul/subjek email, misal : “”hafiz_anshari : lamaran beasiswa ke Saudi Arabia (sebutkan program S-1 / S-2 / S-3)..””


B. PERSYARATAN KHUSUS

1. Untuk pelamar program studi Strata 1 (S-1), usia ijazah tidak melewati 2 (dua) tahun sejak kelulusan.

2. Untuk nilai ijazah, minimal rata-rata 7,00 (tujuh koma nol nol) bagi pelamar program studi S-1, dan IPK 3,00 (tiga koma nol nol) bagi pelamar program S-2, dan IPK 3,30 (tiga koma tiga nol) bagi pelamar program S-3.

3. Bagi pelamar program studi sains dan teknologi, perolehan nilai studi/mata kuliah terkait tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol), dan memiliki nilai toefl 500 / ielts 6,0 yang diperoleh maksimal dalam 1 (satu) tahun terakhir.

3. Bagi pelamar program studi keagamaan dan non sains, perolehan nilai bidang studi/mata kuliah terkait tidak kurang dari 7,50 (tujuh koma lima nol). Dan bagi pelamar program studi non sains tidak berbasis bahasa Arab, maka harus memiliki nilai toefl 500 / ielts 6,0 yang diperoleh maksimal dalam 1 (satu) tahun terakhir.

4. Bagi pelamar program studi keagamaan,  wajib memiliki hafalan al qur’an dengan ketentuan sebagai berikut : 
a. Hafal 4 Juz bagi pelamar program S-1
b. Hafal 6 Juz bagi pelamar program S-2
c. Hafal 8 Juz bagi pelamar program S-3
(Akan dilakukan tes hafalan qur’an di kantor PBNU).

4. Bagi pelamar program studi sosial non eksakta (non sains) dan program eksakta (sains) wajib memiliki hafalan al Qur’an minimal 24 (dua puluh empat) surah terakhir dari al Qur’an, serta bisa membacanya dengan baik dan benar.
(Akan dilakukan tes menghafal dan membaca al Qur’an di kantor PBNU Pusat).


C. TIME SCHEDULE 

Mohon kepada pelamar beasiswa agar memperhatikan jadwal-jadwal dibawah ini : 

– Tanggal 4 September 2012 : 
Batas akhir pengiriman berkas lamaran.

– Tanggal 11 September 2012 : batas akhir penerimaan berkas lamaran.
– Tanggal 18 September 2012 : Pengumuman hasil seleksi administrasi.
– Tanggal 25 September 2012 :
Pelaksanaan ujian tertulis.

– Tanggal 02 Oktober 2012 :
Pengumuman hasil ujian tertulis.

– Tanggal 06-08 Oktober 2012 :
Pelaksanaan ujian lisan.

– Tanggal 11 Oktober 2012 :
Pengumuman hasil ujian lisan.

– Tanggal 16 Oktober 2012 :
Pengiriman berkas pelamar beasiswa ke Adikbud RI di Riyadh.

Untuk keterangan lebih lanjut, dipersilakan menghubungi biro kerjasama beasiswa luar negeri Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gedung PBNU Lantai 8 ruang 802, Jl. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat. 

Contact Person :
Bp. Ahmad Ridho, 
081586431808/ahraar_01@yahoo.com


Bp. Ahmad Sudradjat, 
081380126902/sudrajat_lc@yahoo.com



Redaktur: A. Khoirul Anam
Sumber: NU Online

Sahur On The Road KMNU IPB

“Indahnya berbagi dalam simponi keberkahan dibulan Ramadhan” itulah tema yang di angkat dalam kegiatan SOTR KMNU, tegas Ersyad (Ketua Pelaksana).

Seperti halnya sebelumnya, SOTR diadakan setiap bulan romadhon dimana kegiatan ini sudah tahun ketiga diadakan oleh pengurus KMNU IPB.
Dimana kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa keprihatinan dan rasa simpatik terhadap masyarkat yang kurang mampu serta sebagai sarana silaturrahim sesama muslim tanpa mengenal tataran kehidupan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan 2 hari ini, yaitu tanggal 4 dan 7 Agustus 2012 mendapat dukungan yang bagus dari kalangan Dosen IPB, Pengusaha dan Pembina KMNU IPB. Sembari mendukung saya akan datang bersama-sama adik-adik KMNU IPB untuk mensukseskan kegiatan ini, kata bapak Ismatul Hakim saat ditemui dikator beliau (Pembina KMNU sekaligus peneliti di Kemntrian Kehutanan).

Tak mau ketinggalan beberapa alumni KMNU IPB yang sudah lulus dari masa study S1 akan datang. Hal ini disampaikan oleh salah satu alumni KMNU IPB yang mana begitu antusias dalam kegiatan tersebut.

Menurut beliau kegiatan ini sangat bagus dimana selain bisa berbagi kebahagian dengan masyakat kurang mampu acara ini juga bisa sebagai sarana membangun kebersamaan dan kemesraan diantara anggota, pengurus, pembina KMNU sehingga KMNU IPB kedepan bisa menjadi oraganisasi yang kuat diinternal serta keberadaanya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak, Amiin

KMNU Go, KMNU Go, KMNU go…go..go…, NU Yes…

KMNU IPB Sukses Rayakan Tabligh Akbar & Hari Jadi Bersama Tokoh Nasional

Tabligh Akbar & HARLAH KMNU IPB
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB sukses gebrakkan auditorium Sumardi Sastrakusumah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dalam acara Tabligh Akbar dan Harlah KMNU dengan tajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya”. Acara yang dilaksanakan pada Minggu, (3/6) dan merupakan acara terbesar KMNU IPB tahun ini dihadiri oleh KMNU se-Indonesia yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, Peserta Pesantren kilat Mata Air regional Bogor (Sanlat), mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI), Lembaga kemahasiswaan (LK) IPB beserta ormas keagamaan lainnya.
Tabligh Akbar (TA) KMNU kali ini memboyong tokoh-tokoh nasional, seperti Zastrow Al-Ngatawi ketua LESBUMI, Zawawi Imron (budayawan), K.H Sa’adih Al-Batawi Nandang Nazmul Munir, serta Ali Masykur (ketua umum ikatan sarjana NU serta anggota BPK). Tidak hanya itu, pembina KMNU IPB, Aji Hermawan dan Ismatul Hakim pun turut hadir dalam TA kali ini.
Acara dibuka dengan penampilan hadrah KMNU, kemudian sambutan-sambutan, dan penyampaian materi dari pembicara. Pada sesi pertama dengan tiga pemateri yaitu K.H Nandang Nazmul Munir, Zawawi Imron dan Ali Masykur, dan dipandu oleh moderator yaitu Ivan Haryanto.
“Untuk memakmurkan bangsa, dibutuhkan pemuda yang bermoral dan profesional”, kata K.H Nandang di akhir pidatonya. Setelah itu materi kedua disampaikan oleh Zawawi Imron. Ia menyampaikan materi dengan apik dan dibungkus dengan logat sastra dan kejawennya. Banyak pepatah yang disampaikan oleh beliau dalam pidato tersebut. “Menjadi orang pandai ada gurunya, tetapi menjadi orang mujur tak ada gurunya”, ujar beliau dalam penyampaiannya. Sesi pertama ditutup dengan pembicara ketiga yakni Ali Masykur Musa. Diakhir materi, beliau mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempertemukan agama Islam dengan Pancasila.
Usai  sesi pertama dan istirahat berakhir, Zastrow Al Ngatawi (Ketua LESBUMI) mengisi sesi kedua dengan tema,“Menggugah jiwa nasionalis dengan penghayatan makna budaya”. “Beragama tanpa kebudayaan akan menimbulkan dua tipe manusia, yaitu manusia yang menjadi malaikat dan manusia yang menjadi setan. Pancasila dan Islam tidak bisa dipisahkan”, katanya. Beliau tampil dengan ciri khas beliau yang begitu kental dengan budaya Jawa. Humor-humor ringan yang menggelitik pun menuai tawa hadirin.
Di penghujung acara, tim hadrah KMNU kembali tampil. Kali ini ditemani dengan rekan-rekan dari KMNU universitas lain. Lantunan sholawat simtudduror (mahallul qiyam) menggema di Auditorium Sumardi Sastrakusumah dan dibarengi dengan berdirinya segenap hadirin. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bachtiar Azizi, salah satu perwakilan dari IMAN (Ikatan Mahasiswa Nahdhiyyin) STAN.

Persyaratan Beasiswa PBNU ke Empat Negara

Jakarta, NU Online
Warga NU merespon sangat baik adanya beasiswa ke empat Negara yang ditawarkan PBNU baru-baru ini. 

Sebagai tindaklanjut kesepakatan beasiswa NU ke empat negara (Taiwan, Aljazair, USA dan Australia) berikut beberapa persyaratan administratif yang harus dipenuhi :

1. Photocopy legalisir Ijazah terakhir
2. Photocopy legalisir Transkrip nilai
3. CV
4. Pasphoto ukuran 4×6 = 10 lbr
5. Rekomendasi dari NU setempat (PWNU atau PCNU atau MWC)
6. Sertifikat TOEFL terbaru (maksimal thn 2011) dgn skor minimal 500.

Persyaratan khusus :
1. Bagi yg melamar beasiswa ke Timur Tengah wajib mempunyai hafalan Qur’an, minimal 2 juz utk program S-1, 3 juz utk program S-2, dan 5 juz utk program S-3. 

2. Bagi yg mengajukan beasiswa ke USA, Taiwan, dan Australia, wajib bisa membaca al Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid (akan dilakukan test lisan dan tulisan di PBNU).

3. Khusus lamaran ke USA, persyaratan administrarif tersebut diatas diterima paling lambat tgl 10 Maret 2012. Permohonan yang masuk setelah tanggal tersebut diatas tidak dapat kami layani.


Untuk informasi selanjutnya, terkait beasiswa bisa menghubungi Ajat Sudrajat dengan nomor kontak 085312346312 dan email: sudradjat_lc@yahoo.co.id


Sumber : Beasiswa PBNU

Dua Kader NU Ujian Doktor IPB

Bogor, 15/2 (ANTARA)  –  Dua kader Nahdlatul Ulama Institut Pertanian Bogor, Ir Ifan Haryanto, MSc, dan Ir Alfian Futuhulhadi, MSi, pada Rabu dan Kamis (15/2)  mengikuti sidang ujian terbuka program doktor, untuk mempertahankan disertasinya masing-masing di hadapan tim penguji dan dewan guru besar IPB.

 

Dalam ujian promosi doktor itu, mereka akan mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan tim penguji dan dewan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB).


Promovendus Ifan Haryanto yang akan diuji pada sidang terbuka di kampus Darmaga, Kabupaten Bogor, merupakan mahasiswa S3 Program Studi Ekonomi Pertanian Pascasarjana IPB.


Sedangkan Alfian Futuhulhadi tercatat sebagai mahasiswa S3 Ilmu Statistik.


Ifan Haryanto mempertahankan disertasi dengan judul “Dampak Investasi Infrastruktur Transportasi Terhadap Penyerapan Kerja Sektor Industri dan Distribusi Pendapatan Masyarakat di Provinsi Jawa Barat”.


Bersama sejumlah aktivis mahasiswa dan para akademisi IPB, Ifan Haryanto tercatat sebagai salah satu motor penggerak kegiatan-kegiatan NU IPB yang sangat menggeliat sejak 2007 hingga sekarang, melalui wadah Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).


KMNU aktif menggalang kaderisasi di IPB. Setiap pekan KMNU menyelenggarakan kajian isu-isu aktual melalui forum “bahtsul masail”.


KMNU juga aktif melakukan safari dari pesantren ke pesantren lainnya, yang tersebar di Kabupaten, dan Kota Bogor.


Keberadaan KMNU cukup efektif dan bisa diterima oleh civitas akademika IPB. Setiap tahun ratusan kader bergabung dengan KMNU.


Selain aktif mendorong kaderisasi KMNU, Ifan juga aktif dalam komunitas profesional muda “NU Circle”, yang berbasis di Cililitan, Jakarta.


Sejak 2008 hingga kini, NU Circle cukup aktif dalam memberdayakan potensi profesional NU, dengan mentor utama, Rais Syuriah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi.


Sejumlah intelektual dan aktivis LSM bergabung dengan NU Circle, yakni Yudi Latif, Teten Masduqi, dan tokoh-tokoh lainnya.


Ifan Haryanto juga tercatat sebagai salah satu pelopor Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) di Eropa.


Ia pernah mengabdi di PCI NU Inggris dengan mengemban amanah sebagai sekretaris tanfidziyah.


Sedangkan promovendus Alfian Futuhulhadi dijadwalkan mempertahankan disertasi ilmu statistik dengan mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Model Statistik untuk Pemuliaan Tanaman”, yang disidangkan secara terbuka di ruang sidang Lantai 6, Gedung Andi Hakim Nasution, kampus IPB Darmaga.


Alfian Futuhulhadi tercatat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang digagas KMNU IPB dalam beberapa tahun terakhir.


Selain itu, pada 1997-1998, Alfian tercatat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Bogor.


Alfian adalah putra bungsu dari sembilan bersaudara dari tokoh NU, KH Muchith Muzadi, dan keponakan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.


Ujian terbuka disertasi Ifan Haryanto maupun Alfian Futuhulhadi dijadwalkan dihadiri sejumlah tokoh, intelektual, dan aktivis muda NU, baik dari lingkungan IPB maupun dari PBNU.


Sementara itu, pendiri KMNU IPB, Ahmad Fahir, MS.i mengapresiasi ujian terbuka disertasi kedua kader muda NU tersebut.


Menurut dia, keberhasilan kedua kader tersebut dalam meraih doktor IPB diharapkan dapat memicu motivasi kader-kader muda NU baik di IPB maupun kampus-kampus lainnya, agar dapat melanjutkan studi

hingga jenjang S3.


Fahir yang juga tercatat sebagai koordinator Pusat Pemberdayaan Santri dan Masyarakat (PPSM) mengemukakan, mewakili komunitas NU IPB, pihaknya ikut bangga dengan keberhasilan Ifan Haryanto, dan

Alfian Futuhulhadi dalam merampungkan studi doktor di IPB.


“Semoga ke depan semakin banyak lagi doktor-doktor yang lahir dari NU, yang diharapkan dapat berkontribusi maksimal dalam memberdayakan warga “nahdliyyin’. Kebangkitan intelektual akan mempercepat langkah NU dalam memberdayakan ‘nahdliyyin’ dan bangsa,” katanya.


Sumber: Antara Bogor