Terdapat tujuh syarat wajib salat Jumat, yaitu: (1) islam, seseorang yang sudah melafalkan dua kalimat Syahadat dan meyakininya tanpa keraguan sedikitpun, (2) baligh, sudah mencapai masa baligh, sudah mengalami tanda-tanda baligh, sehat panca indera, dan sampai kepadanya dakwah, (3) berakal, sehat secara nalar, dengan demikian orang gila tidak diwajibkan salat Jumat, (4) merdeka, tidak terikat perbudakan. (5) laki-laki, wanita hukumnya sunnah melaksanakan shalat Jumat, (6) sehat, (7) berdomisili, bermukim di suatu tempat, standarnya yaitu seseorang yang tidak berpindah-pindah ketika musim dingin atau musim panas. Syarat Melakukan Salat Jum'at Syarat-syarat melakukan salat Jumat ada 3 perkara, yaitu: (1) berada di suatu daerah atau suatu wilayah. Tersedianya tempat untuk menyelenggarakan salat Jumat yang memadai bagi jamaah yang menetap (bermukim/berdomisili), (2) hendaknya ada 40 orang laki-laki yang di wajibkan salat Jumat, (3) cukup waktu untuk melaksanakan shalat jum’at. Salah satu sesuatu yang wajib ada dalam salat Jumat ialah khutbah. Khutbah standarnya menggunakan bahasa Arab. Tetapi, tidak apa-apa memakai bahasa Indonesia asalkan syarat-syarat khutbah memakai bahasa Arab terpenuhi, yaitu khutbah pertama di waktu akhir menggunakan bahasa Arab dan khutbah kedua di waktu awal menggunakan bahasa Arab. Khutbah tidak boleh terpisah, jika terpisah lebih lama dari dua rakaat shalat maka khutbah batal. Seorang musafir tetap sah mengikuti salat Jumat dan tidak apa-apa jika tidak melakukan shalat dzuhur. Tetapi tidak dihitung 40 orang yang menjadi syarat melakukan salat Jumat. Ada pendapat yang menyatakan jika musafir telah melakukan perjalanan selama lima hari, maka wajib melaksanakan salat Jumat. Fardhu ialah sesuatu yang wajib dikerjakan dalam salat Jumat. Fardhu salat Jumat ada 3, yaitu: (1) didahului dua khutbah. (2) khutbah dilaksanakan dengan berdiri dan duduk di antara dua khutbah. Lama duduk yaitu seperti tuma’ninahnya shalat dan disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas, (3) salat Jumat dua rakaat secara berjamaah. Dalam suatu daerah tidak diperbolehkan ada dua masjid yang berdekatan untuk melaksanakan salat Jumat. Boleh ada dua masjid yang berdekatan, jika memang ada alasan yang mendesak. Alasan yang paling ringan adalah tidak muat. Ada yang berpendapat juga bahwa tetap salah satu tidak sah, karena dianggap telah memecah belah umat. Maka yang sah adalah yang terlebih dahulu takbir salat Jumat. Orang boleh memilih salat Jumat di tempat yang menurutnya sah. Jarak terdekat antar masjid yang dipakai dulu adalah sejauh suara muadzin masih terdengar. Sedangkan sekarang sudah ada pengeras suara, maka dibatasi jaraknya yaitu 300 dziro, 1 dziro sama dengan 48 cm,  maka 300 dziro ialah 14400 cm atau 144 m. Oleh: Ustadz M. Ainun Na’im
, ,

Salat Jumat dan Syarat Wajibnya | Fathul Qorib

Terdapat tujuh syarat wajib salat Jumat, yaitu: (1) islam, seseorang yang sudah melafalkan dua kalimat Syahadat dan meyakininya tanpa keraguan sedikitpun, (2) baligh, sudah mencapai masa baligh, sudah mengalami tanda-tanda baligh, sehat panca…
KMNU IPB - Pernah ngga kalian sudah siap-siap ke suatu acara penting, sudah cantik, ganteng, nan menawan tiba-tiba... gledek, bresss... turun hujan? Rasanya seperti sia-sia saja berdandan cantik dan ganteng. Eits ngga boleh gitu ya, hujan itu rezeki yang seharusnya kita syukuri. Toh ada teknologi bernama payung ataupun mantel yang dapat kalian gunakan melindungi diri dari terpaan hujan, atau mungkin berteduh menunggu hujan reda. Apapun itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena hujan.Ada satu lagi opsi yang dapat kita pilih. Sebagimana seorang hamba, kita bisa memohon kepada Allah Swt yang memiliki kuasa atas alam semesta ini, termasuk di dalamnya cuaca dan hujan. Kita dapat mencoba berdoa untuk menghentikan hujan atau mengalihkannya ke tempat lain loh. Rasanya sudah seperti pawang hujan atau tokoh superhero Storm di film X-men saja ya gaes.Sebagaimana tercantum dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Annas, Rasulullah Saw pernah berdoa :للهم حوالينا ولا علينا اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجرAllahumma hawalayna wa la 'alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajariArtinya: Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami.  Ya Allah turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.Doa tersebut bisa diamalkan nih, apalagi bagi sobat-sobat yang tinggal di Bogor yang katanya kota hujan itu. Namun, sebagaimana manusia kita hanya bisa berdoa dan berusaha, sisanya urusan Alloh Yang Maha dari segalanya. Toh inti dan makna doa itu adalah mengharapkan hujan yang berkah dan everybody can be pawang hujan. Namun, kalau hujannya ngga pindah-pindah atau tetap saja deras, husnudzan, mungkin itulah yang terbaik bagi kita. Semoga Allah  Swt menghindarkan kita dari hujan yang menyebabkan bencana. Amin. (Mil)Disunting dari : https://islam.nu.or.id/post/read/48731/do039a-istimewa-memindah-dan-menghentikan-hujan

Pawang Hujan : Doa Memindahkan dan Memberhentikan Hujan

KMNU IPB - Pernah ngga kalian sudah siap-siap ke suatu acara penting, sudah cantik, ganteng, nan menawan tiba-tiba... gledek, bresss... turun hujan? Rasanya seperti sia-sia saja berdandan cantik dan ganteng. Eits ngga boleh gitu ya, hujan…
, ,

Niat Puasa “Ramadhana” atau “Ramadhani”?

Bulan Ramadahan adalah bulan yang dinanti-nanti oleh seluruh umat islam di dunia ini. Kebiasaan yang berlaku di antara kita setelah shalat tarawih imam membacakan niat puasa lalu makmum mengikutinya. Ulama’ kita sangat ber-ihtiyath mengenai…
,

SEBAGIAN AMALIYAH DIMALAM NISFU SYA'BAN

Mbah Jenggot SEBAGIAN ‘AMALIAH DI MALAM NISFU SYA’BAN Membaca surah yasiin sebanyak 3x sesudah sembahyang sunat ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut: 1. NIAT YANG PERTA BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM Ya Allah Ya…